Singa VS Kucing

Singa VS Kucing
Bagian 40


__ADS_3

Rin kini duduk di dalam mobil Iskandar. Lagi-lagi ia merasa canggung karena tadi dengan bodohnya ia malah mencubit pinggang Iskandar ketika dia menyombongkan diri. Tapi sayangnya handuk milik Iskandar masih ada di rumahnya. Iskandar juga dari tadi diam saja, ia lalu mengeraskan volume musik yang sedang diputar di mobilnya,


fantastic baby dance !


Ooh-Hoo,


I warna dance dance dance dance dance


mendengar itu Rin langsung menoleh dengan mata terbelalak,


"Iskandar !!! Lu Fanboy, ya???" tanya Rin saking penasarannya.


"hah? Apa?" tanya Iskandar sambil mengecilkan volume musiknya.


"ugh..., lu fanboy atau bukan??"


"hah? Fanboy? Oh, macem Idho gitu?" tanya Iskandar.


"eh? lu gak ngerti fanboy itu apaan?"


"uhm.., fan itu maksudnya fans, boy itu artinya laki-laki, Idho sering nyebut dirinya fanboy SNSD__,"


"lu juga fanboy-nya SNSD,kan??" tanya Rin.


"ah.., gak. Kenapa juga lu mikir gitu?" tanya Iskandar lagi.


"so,soalnya tadi lu sempet request__,"


"ooh.., gue cuman suka musiknya, bersemangat, hehe...,"


"jangan bilang lu gak tau artinya?"


"eeh?" pertanyaan Rin membuat Iskandar tertohok.


"huuh.., kita ternyata berada di jalur yang berbeda." kata Rin.


"lu emangnya suka KPop juga??? bukannya lu sukanya KDrama aja?" tanya Iskandar.


"eeh? kok dia tau? Sadarlah, Rin, dia adalah Komdis yang bisa tau-tauan, apalagi tentang anak yang melanggar aturan sekolah...," batin Rin dalam hati.


"Yah.., lu termasuk anak yang suka pake fasilitas sekolah buat nobar drama Korea,kan."


JLEB !


"O,orang ini...," umpat Rin.


"yah.., saran gue jangan keseringan. Bilangin tuh temen-temen lu juga. nanti ketawan, kalian juga yang susah." kata Iskandar.


"ugh.., hidup dia tuh flat banget !!" keluh Rin dalam hati.


"nah.., akhirnya sampe di rumah lu." kata Iskandar.


"gue bisa keluar sendiri!!" kata Rin buru-buru.


"oh..,oke..,"


*


"uunch.., menantu Bunda sudah datang...," sambut Amanda ketika mereka berdua masuk. Amanda langsung mencium pipi kanan dan kiri Iskandar lalu membawanya.

__ADS_1


Rin meniup poninya, "huuh.., sebenarnya siapa,sih anaknya?" keluh Rin tapi tetap mengikuti Amanda dan Iskandar dari belakang.


Kini mereka sampai di ruang tengah, Rin kaget ketika ada Friska juga di sana,


"Mami??? Mami di sini??" tanya Iskandar yang kaget juga.


"iya, sayang, kenapa reaksi kamu berlebihan gitu,sih." tanya Friska.


"Ke,kenapa Mami ada di sini?" tanya Iska.


"mendingan kamu sama Rin duduk dulu,ya...," pinta Amanda. Iskandar dan Rin lalu duduk.


"uhm.., jadi sebenarnya ada kabar gembira untuk kita semua, Yeay!" kata Amanda heboh.


"ka,ka,kabar gembira?" tanya Iskandar.


"iyaa.., coba Friska bilang...," kata Amanda dengan wajah sumringahnya.


Friska juga tersenyum bahagia, "jadi kabar bahagianya buat Iskandar dulu...," kata Friska.


Iskandar mengernyitkan dahi,


"kabar bahagia macam apa?" batinnya agak tidak percaya.


"jadi Iskandar..., Papi katanya bakalan pulang Minggu depan, Yeay..., dan bakalan ada di rumah sampe hari Selasa." kata Friska heboh. Dibanding anggota keluarga lainnya, orang yang paling menantikan kepulangan Yoyo adalah istri satu-satunya itu.


"ooh.., baguslah. Semoga Papi pulang dengan keadaan yang baik-baik saja." kata Iskandar yang agak merasa bersalah karena sudah menghabisi ayahnya sendiri kemarin.


Rin memandang Iskandar,


"Iska kok kayak gak bahagia,ya?"


Deg, deg, deg...,


"kok gue dag-dig-dug-der,ya? ini kayaknya bukan kabar bahagia, deh.., eh?" kata Rin dalam hati.


Tiba-tiba Iskandar memegang tangan Rin, membuat Rin menoleh,


"A,apa dia juga merasakan apa yang gue rasain?" batin Rin.


"jadi kabar bahagianya adalah..., Pertunangan kalian dimajukan jadi Minggu depan, Yeay !!!" kata Friska heboh.


"Yeay !!" kata Amanda ikut-ikutan heboh.


"APA???!!!!" Kata Rin dan Iskandar kompak.


"ih, kalian gak usah sok kaget, gitu, deh. tuh kayaknya nyaman banget pegangannya. Sebenernya kalian bahagia,kan?? iya,kan?" tanya Amanda.


"tangan?" kata Rin, Ia langsung menarik tangannya lalu berdiri,


"Rin mau ganti baju dulu!" kata Rin lalu pergi.


*


Sejak hari itu Rin tidak mau menghadapi Iskandar. Diam-diam ia selalu menangis di malam hari. Hatinya benar-benar tidak sanggup harus menghadapi ini, tetapi konyolnya ia tidak bisa menolak. Ia sama sekali tidak memiliki pendukung. Rasanya semua orang menekannya.


hari ini adalah hari Minggu. sebenernya Rin tidak tidur lagi setelah subuh tadi, tapi ia tidak mau keluar kamar sama sekali. Matanya kini bengkak karena menangis semalam. Ia hanya bisa mengalihkan perhatian pada postingan-postingan di media sosial.


Drrt...,

__ADS_1


tiba-tiba layar ponselnya berubah,


"Idiih.., Keisha ngapain video call gue???" katanya, Ia lalu mengangkatnya,


"Rin !!!" kata Keisha heboh.


"Apa?" tanya Rin sambil menutupi setengah wajahnya dengan bantal.


"iih.., lu kok lemes banget, Ini, kan weekend, harus disambut dengan bahagia..," kata Keisha.


Diam-diam Rin tersenyum, meskipun Keisha sering mengusik hidupnya, tapi kadang keberadaannya justru membuatnya terhibur.


"Rin..., jawab gue dong..., di sekolah lu ngilang Mulu, gue gak bisa nemuin lu. sekarang gue mau datengin lu nih..," kata Keisha.


Rin melotot dan segera bangun,


"hah?? datengin gue?? ke rumah???" tanya Rin.


"ya iyalah..., Iya,kan Yura...," kata Keisha sambil melirik ke samping.


"lu sama Yura??" tanya Rin.


"iya...," tiba-tiba layar ponselnya menunjukkan Yura yang sedang menyetir mobil.


"pokoknya kita mau ajak lu car free day. lu harus siap-siap. awas, kita sampe muka lu masih kusut. dadah, bye-bye..," tiba-tiba layar kembali ke home.


"aish..., dasar nih anak," umpat Rin.


*


Kini Rin berakhir di zona car free day.


"baiklah, mari kita sambut dunia dengan semangat dan energi !! Yeah !!!" teriak Keisha, sedangkan Yura dan Rin langsung menutup wajah mereka dan berdiri agak jauh dari Keisha,


"Yura, lu gak bilangin tuh dia..., sumpah malu gue...," kata Rin.


"udah biarin. Orang cantik mah bebas...," kata Yura.


"Keisha !!" tiba-tiba ada yang menyapa Keisha, membuat Rin dan Yura menoleh,


"eh, Emalia. Sumpah, gue gak nyangka kita bakalan ketemu di tempat seramai ini." kata Keisha sambil tersenyum.


"Emalia, nanti pulang lu masih mau bareng gue?" tiba-tiba ada seorang laki-laki yang mengikutinya di belakang. Mata Keisha terbelalak ketika melihat siapa laki-laki itu, begitu juga Rin dan Yura,


"hey..., kok dia bisa sama Emalia?" bisik Yura.


"entahlah. Mungkin karena sesama anak IPS kali." kata Rin.


"Ju,Juan juga ada di sini?" tanya Keisha.


Emalia lalu langsung melingkarkan tangannya di lengan Juan,


"ehehe..., kita sering car free day bareng soalnya." kata Emalia.


"eeh.., uhm...," Juan tak bisa berkata-kata.


Rin dan Yura saling lirik,


"waduh..., bisa-bisa rencana di luar nalar akan terjadi, nih...," batin Rin.

__ADS_1


__ADS_2