
Iskandar mengeluarkan baju kotornya dari tas. Ia lalu mengernyitkan dahinya,
"handuk gue mana?" katanya bicara sendiri. Ia lalu langsung menghela napasnya,
"Iskandar, sudah berapa kali Papi bilang, jangan melakukan hal-hal ceroboh? Apa latihan selama ini gak bisa ngubah diri lu?" katanya bicara sendiri. Ia lalu mengambil baju kotornya dan pergi keluar kamarnya.
*
Amanda menunjukkan handuk yang ia pegang kepada Rin,
"ini punya siapa, Rin? Bunda gak inget deh punya handuk warna coklat begini." kata Amanda.
"kayaknya itu punya Iska, deh..." batin Rin.
"kamu tau, gak?" tanya Amanda lagi.
"apa jangan-jangan punya Iska? tadi dia sempet ke sini, kan ya?" tanya Amanda.
"entahlah, Bunda." kata Rin malas.
"tapi tadi dia emangnya mandi di sini?" tanya Amanda lagi.
"uhm.., i,iya, sih." kata Rin.
"hemm..., berarti mungkin punya dia. Yaudah, Bunda cuci ini dulu, nanti kamu bilang sama Iska, ya kalo handuknya ada di rumah kita. Suruh dia ambil sendiri ke sini." kata Amanda sambil tersenyum licik.
"apalagi, nih rencana Bunda. Hadeeh...," batin Rin.
"Rin, iya apa enggak?" tanya Amanda.
"Iya,iya..," kata Rin.
"oke, bagus kalo gitu." kata Amanda lalu membawa handuk itu ke belakang.
Ting !
tiba-tiba ada pesan masuk,
Iskandar_R_Utama
Rin, handuk gue ketinggalan di rumah lu,ya?
"hemm.., baru nyadar tuh anak." kata Rin
Rin🧐🧐
iya ! besok lu ambil sendiri ke rumah gue.
Rin membalas pesan Iskandar.
Iskandar_R_Utama
iya. Besok gue jemput sama anter lu,ya
Mata Rin langsung melotot membaca pesan Iskandar,
"What??? idiih..., ngapain dia jemput gue, ck...,"
Rin🧐🧐
Gak, gak usah repot-repot. Ambil handuk ya, ambil handuk aja !!!
Iskandar_R_Utama
gak repot, kok
Rin menepuk jidatnya saat membaca pesan Iskandar,
__ADS_1
"****, nih anak!! Gak peka banget, apa dia maksa?? ugh...," kata Rin kesal lalu melempar ponselnya ke atas sofa.
*
Keesokan harinya,
"Rin..., Iskandar udah dateng, nih jemput kamu !" panggil Amanda.
Rin keluar dengan malas karena harus menghadapi si ketua komdis itu pagi-pagi.
"Morning...," kata Iska sambil tersenyum.
"eeh?? dia bisa senyum kayak gitu??" batin Rin tak percaya.
"lu lesu banget? Apa hari ini udah memprediksi bakalan jadi peserta remedial?" tanya Iska masih dengan tersenyum.
"minta dislengkat nih anak." batin Rin kesal.
"woy...," tiba-tiba aura intimidasinya keluar, tatapannya mulai menajam. Mendengar suaranya saja membuat Rin mematung,
"kan gue udah bilang, setidaknya jawab, kek kalo gue ngomong! Lu mengabaikan gue,ya?"
"uhm.., itu.., ehmm..,"
"udah, ayo naik. Lain kali aja ngobrolnya!" kata Iska lalu membukakan pintu mobilnya untuk Rin. Rin hanya bisa masuk dan tak sanggup berkata apa-apa.
*
Sesampainya di Sekolah Rin langsung pergi ke kelasnya tanpa menunggu Iska. Ia bahkan tak mengucapkan terimakasih. Iska turun dari mobilnya,
"apa gue teralu berlebihan, ya sampe dia ketakutan gitu?" kata Iskandar berbicara sendiri. Ia langsung memijat keningnya,
"kendalikan diri lu Iskandar, Iskandar." kata Iska berbicara sendiri. Ia lalu pergi ke kelasnya.
Di kelas XI MIA A...,
"Iskandar !!!" baru mau masuk ke kelas, Iskandar sudah disambut dengan kehebohan Keisha.
"nih anak, gak ada temen lain apa?" batin Iskandar. Suasana hatinya sedang kacau sekarang.
Iska berusaha mengabaikan Kehebohan Keisha lalu berjalan ke bangkunya.
"Iska,Iska,Iska !!! kok lu cuekin gue, siih???" kata Keisha mulai berulah.
Iska masih mengabaikannya. Keisha lalu langsung duduk di sebelah bangku Iska yang kosong. Ia lalu langsung memegang kedua pipi Iska dan menghadapkannya pada wajahnya,
"tatap mata gue !!?" kata Keisha sambil melotot.
Iska lalu mengambil kedua tangan Keisha dan melemparnya,
"kenapa, sih lu ganggu gue pagi-pagi gini???" tanya Iska.
"uugh.., soalnya gue kesel sama lu." kata Keisha sambil melipat tangannya.
"hah??"
"iya, gue kesel sama lu !"
"ya udah, jauhin gue kalo gitu." kata Iska.
"iih.., Iska, lu gimana, sih?? Harusnya ketika temen lu marah sama lu, lu berusaha minta maaf, ini mah enggak. Gimana, sih." kata Keisha.
"salah? gue punya salah apa sama lu?? asbun aja!" kata Iska tak mau kalah.
Keisha lalu menghadapkan dirinya pada Iska,
"pertama...," Keisha mengeluarkan jari telunjuknya,
__ADS_1
"lu gak kayak biasanya Dateng pagi-pagi. Lu udah membiarkan gue menunggu lu teralu lama."
Iska mengernyitkan dahinya,
"kedua...," kini ia juga mengeluarkan jari tengahnya,
"kenapa lu gak diremed pelajaran sosiologi di saat semua anak diremed???" tanya Keisha.
"Haah???!"
"sekarang gak niat minta maaf sama gue?"
"gak tuh. Lagian itu bukan kesalahan." kata Iska tak mau kalah.
"Iskandar....,"
"lagian, lu tau darimana pengumuman peserta remedial sosiologi?"
"duuh.., disitu, tuuh...," kata Keisha menunjuk papan tulis. Di papan tulis sudah tertempel sebuah kertas berisikan nama-nama anak kelas XI MIA A.
Iska beranjak dari bangkunya untuk ke depan papan tulis dan membaca tulisan di sana.
"Kei, yang gak remed itu gak cuman gue. Ada Hadi dan Rhama...," kata Iska.
"iya emang."
"terus kenapa lu gangguinnya gue doang???" tanya Iska.
"soalnya temen gue, kan lu doang...," kata Keisha.
"ck, urus aja urusan lu sendiri. gue mau nyantai." kata Iska.
"lah? Iska..., komdis,kan gak bertugas di pekan remed ini..., Iska...," kata Keisha berusaha menghentikan Iska, namun Iska tetap pergi keluar mengabaikannya.
*
Di kelas XI MIA C. Rin berkali-kali membaca daftar anak-anak yang remedial Matematika dasar.
"gue gak diremed..., serius???!!!" tanya Rin.
"gue gak diremed ???!" kata Rin heboh.
"Yeay !!!" kata Rin girang.
"hadeeh.., beruntung amet lu, Rin kagak diremed. ckck...," kata Roger yang tiba-tiba berdiri di sampingnya.
"makanya, belajar lu !" kata Rin menyombongkan diri.
"ah, yah.., gimana ya, orang sibuk kayak gue susah, deh kalo mau belajar." kata Roger.
"kebiasaan dah lu dari SMP." kata Rin.
"lu gak ada niatan mau bantuin gue, Rin?" tanya Roger.
"bantuin aja diri lu sendiri Yee.., gue mau istirahat. mumet sama ujian." kata Rin lalu pergi keluar.
*
Rin pergi ke kantin. Setidaknya ia bisa menikmati jus mangga hari ini tanpa bertemu tugas apapun. Saat pekan remedial nama-nama peserta Remedial akan terpasang di papan tulis begitu juga tugas remedial mereka. Waktu pengumpulan tugas tergantung guru yang bersangkutan. Sedangkan pengerjaan tugas dibebaskan dimana saja, yang penting di wilayah sekolah.
Rin berusaha mencari tempat duduk yang kosong. Bangku kantin sudah sangat penuh. Para peserta remedial pasti akan memilih Kantin untuk mengerjakan tugas mereka. Di kantin WiFi sekolah juga lumayan kencang, bisa sambil menikmati makanan lagi.
"nah, itu dia!" kata Rin. Ia menyerah mencari bangku kosong dan berusaha mencari orang yang dia kenal untuk duduk bersama. Rin langsung menghampiri orang itu.
"Keisha...," sapa Rin.
Keisha yang sedang sibuk dengan laptopnya mendongakkan kepalanya,
__ADS_1
"Rin....," rengeknya.
"eeh?? kamu kenapa?"