
"gue bisa bikin dia benci sama gue!!!" kata Rin bersemangat, tiba-tiba ia sudah berhadapan dengan dada seseorang, Rin lalu mendongak dan orang itu menunduk sambil memandang wajahnya.
"I,Iska...," lirih Rin.
"Rin?" katanya dengan wajah datar.
Rin segera mundur tiga langkah,
"sebaiknya kalau jalan lihat-lihat, hampir aja ketabrak." kata Iska.
"i,iya..," kata Rin sambil membuang muka.
Iskandar lalu pergi begitu saja melewati Rin.
"gi,gitu doang?" kata Rin tak percaya,
"tunggu, emang apa yang lu harepin, sih Rin??" kata Rin berbicara sendiri sambil menepuk-nepuk pipinya.
"udah, udah..., gue harus cari Bella." kata Rin segera pergi ke kelas IIS A.
*
Hari Sabtu,
Iskandar mengambil tasnya sambil bersiap pergi,
"loh, Iskandar? jam segini mau kemana? ini masih jam enam, loh?" kata Friska yang memergokinya,
"ah, baru mau cari Mami buat pamit." kata Iskandar lalu mendatangi Ibunya dan mengambil tangannya lalu menciumnya.
"pamit kemana, jagoan?" tanya Friska.
"berenang, Mi..," kata Iskandar.
"berenang?? ya ampun, kan udah Mami bilang, hari ini kamu harus pergi ke rumah Rin. Kalian itu harus pedekate supaya hubungan kalian lancar." kata Friska mengomel.
"ya,ya..., Iskandar tau, Mi.., abis berenang, Iskandar bakalan pergi ke rumah Rin." kata Iskandar lalu berbalik,
"hey..., nanti Mami, Papi, mas Awan dan Dita juga ke sana loh.., Papi bilang, Papi mau omongin masalah perjodohan kalian, mungkin abis liburan semester akan diadakan." kata Friska.
"iya. Mami tenang aja, Iskandar gak akan telat." kata Iskandar tanpa berbalik,
"Iska berangkat,ya Mi..., Assalamualaikum..," kata Iska lalu pergi.
"wa Alaikum salam." Friska lalu bertopang dagu, "
hemm..., kenapa Mami ngerasa Iskandar aneh,ya?" gumam Friska.
"ah, lihat nanti, deh, pasti seru kalo mereka udah nikah." kata Friska heboh sendiri.
*
Juan keluar dari kolam renang. Setelah delapan kali bolak-balik, Ia segera mengambil handuknya dan meletakkannya di atas kepalanya yang basah. Ia melihat Ori masih asyik saja bersama Rhama memainkan game online di ponsel mereka.
Juan lalu melempar handuk di kepalanya yang basah ke arah Ori,
"woy, sialan lu! yah.., sial gue diserang!!" kata Ori.
"nyemplung sana lu!" kata Juan.
"ogah, ah. gue ke sini kan mau ngumpul doang, iya,gak Rham?" kata Ori.
"iya,ya..," kata Rhama yang masih melanjutkan game online nya.
Juan mendesah menghadapi dua anak ini, ia lalu berbalik,
"Iskandar !! mau sampe kapan lu berenang? bukannya lu ada acara keluarga abis ini?" kata Juan mengingatkan.
Iskandar segera berenang ke pinggir kolam,
__ADS_1
"satu kali lagi." kata Iskandar.
"ya ampun.., pasti ada yang dia pikirkan kalo kayak gini." kata Idho yang baru selesai mandi.
"apa kita akan mendengar suatu berita besar dari Iskandar kesayangan kita?" kata Roger yang juga baru selesai mandi.
"bisa jadi." kata Ori tiba-tiba nyambung.
"ya ampun, stalker kita ini kayaknya sedang menyimpan sebuah rahasia...," sindir Rhama yang masih sibuk dengan gamenya.
"woy, papah Iska, jam sewanya udah mau abis, cepetan naik lu!" kata Idho sambil berkacak pinggang.
Iskandar segera keluar dari kolam renang dan mengambil handuknya,
"gue juga tau waktu." katanya dingin.
"ya ampun, dia kalo diprotes mengerikan juga,ya..," kata Roger.
"bukan berarti dia gak dengerin,kok." kata Ori.
*
Rin memeriksa sepanci sup ayam yang sedang dimasak, ia membuka tutup pancinya dan berusaha mencium aromanya,
"hmm.., kayaknya ini cukup." kata Rin lalu mematikan kompornya.
"sudah matang, sayang, sup ayamnya?" tanya Amanda.
"ya, bunda, tinggal di sajikan aja." kata Rin lalu memindahkan panci itu.
"oke.., semua lauk sudah siap...," kata Amanda.
"tapi Bunda...," kata Rin sambil melepas celemeknya, "bukannya yang datang Iska doang, kok masaknya segini banyak?" tanya Rin.
"enggak, sayang...," kata Amanda.
"Mami Friska, Papi Yoyo, Mas Awan dan Dita juga ikut datang."
"makanya, jarang-jarang begini, Ayah juga jarang-jarang weekendnya gak pergi ke pemancingan haji Suseno." kata Amanda bahagia.
"harusnya ada satu keluarga lagi biar lengkap, tapi karena kali ini khusus membicarakan perjodohan kalian jadi, cuman keluarganya Papi Yoyo aja." kata Amanda.
"A,apa??!! perjodohan itu beneran serius???!" kata Rin tak percaya.
"ya iyalah, sayang." kata Amanda sambil mengelus pipi Rin lalu pergi untuk menyiapkan meja makan.
Ting
Tong
tiba-tiba bel rumahnya berbunyi,
"Rin, coba buka pintunya, ada yang Dateng tuh!!" teriak Amanda dari ruang makan.
"i,iya...," kata Rin lalu merapikan rambutnya yang agak berantakan sambil berjalan ke arah pintu.
Rin pergi ke gerbang rumahnya, ada sebuah motor ninja yang tak asing parkir di depan rumahnya, ia lalu membuka pagar rumahnya itu, matanya langsung terbelalak,
"kenapa nih anak udah Dateng?? tunggu, gue kucel banget !! gue kira mamang kurir!! bukannya Datengnya masih abis zuhur???" batin Rin heboh.
"Gue boleh masuk?" tanya orang itu yang sebenarnya adalah Iskandar.
"umm.., ya.., silahkan...," kata Rin gagap. Rin lalu membuka pagar rumahnya lalu Iskandar naik ke motornya dan menyalakannya.
setelah motor Iska masuk, Rin segera pergi begitu saja ke dalam rumahnya,
"eh, kok dia Kabur?" kata Iskandar setelah memarkir motornya.
di dalam rumah,
__ADS_1
Rin segera naik ke atas,
"loh? Rin, siapa? kok kamu kayak dikejar-kejar?" kata Amanda, tetapi Rin tidak menggubrisnya.
"assalamualaikum, Bunda..," pertanyaan Amanda dijawab langsung dengan kehadiran Iskandar.
Amanda menoleh, langsung senyum terlukis di wajahnya, "Iskandar.., udah Dateng, sayang?" tanya Amanda lalu memeluk calon menantunya itu dan menarik tengkuknya untuk mencium pipi kanan dan pipi kiri Iska.
"iya, bunda."
"Mami sama Papi mana?" tanya Amanda.
"Iskandar berangkat duluan, Bun.., tadi ada acara pagi." kata Iskandar lalu mencium tangan Amanda.
"ugh.., kamu masih manis, deh kayak dulu. Bunda emang gak salah pilih kamu." kata Amanda sambil mengelus belakang kepala Iska.
"kalau gitu kamu bisa tunggu Rin di ruang keluarga,ya sayang. Ada ayah juga di sana." kata Bunda.
"iya, Bun..," kata Iskandar sambil tersenyum.
*
Rin menyisir rambutnya yang sudah dikeringkan. Ia bercermin untuk memastikan penampilannya baik-baik saja.
"duuh.., Iskandar bego! Kenapa juga dia Dateng sendiri dan lebih dulu??? dia gak ada kegiatan lain apa??!" katanya lalu merias dirinya sedikit,
"ketawan, deh muka kucel gue. ugh..., benci maksimal gue sama dia!!!" kata Rin lalu membanting sisirnya.
tok
tok
"ugh, pasti bunda!!" kata Rin. Ia lalu menyemprotkan sedikit parfum ke tubuhnya dan membuka pintu kamarnya,
"Rin...," kata Amanda.
"iya, iya.., Rin turun." kata Rin lalu pergi melewati Amanda.
"ya ampun, anak gadis bunda cantik banget, pasti Iskandar klepek-klepek, deh..," kata Amanda bicara sendiri.
*
Rin turun ke bawah dan langsung pergi ke ruang keluarga. Langkahnya terhenti begitu saja saat tahu siapa yang sedang duduk sendirian di sana.
"kenapa lagi dia ada di sini??" batin Rin.
Iskandar lalu menoleh. Pipinya langsung bersemu merah saat melihat Rin di sana,
"cantik...," batinnya.
Rin berjalan dengan angkuh dan duduk di sebelah Iskandar.
"kedipin tuh mata! biasa aja kali ngeliat gue!" kata Rin.
Iskandar dengan reflek mengedipkan matanya,
"lu dandan berlebihan. kita,kan cuman mau makan siang, bukan nge date." komentar Iskandar.
"what??? Dasar lelaki berhati dingin, puji,kek kalo gue cantik!!!" keluh Rin dalam hati.
"ah.., apa gue teralu casual,ya dengan pakaian begini, kalo calon gue teralu cantik..," kata Iskandar yang menggunakan celana jeans dan Hoodie.
Rin langsung melirik, "tadi dia bilang gue cantik? ya,kan..., tunggu, sebenernya lu ngapain, sih Rin??" kata Rin dalam hati.
Ting
Tong
tiba-tiba bel berbunyi lagi,
__ADS_1
"kayaknya keluarga gue udah dateng." kata Iskandar lalu beranjak. Ia lalu mengulurkan tangannya,
"ayo..,"