Singa VS Kucing

Singa VS Kucing
Bagian 59


__ADS_3

"lu ngira gue apa?" tanya Iskandar.


"gimana kalo nanti gue ngira lu suka sama gue???!!!!" teriak Rin dalam hati.


"Rin?"


"uhm..., lu itu playboy !" kata Rin sampai membuat Iskandar mematung karena kaget.


"playboy? ck, gak nyambung. udah,nih makan kuenya dulu. Gue mau ganti baju...," kata Iskandar lalu beranjak.


"gak ! gue mau pulang aja." kata Rin.


"pulang? Gak makan kuenya dulu?"


"gak, sorry, tapi, lu bisa,kan pamitin gue ke Mami." kata Rin lalu pergi tanpa mau tau Iskandar bilang apa.


"ck.., menyebalkan gue juga sulit buat ngungkapin perasaan gue yang sebenarnya..., Seharusnya dia sadar,kan?" kata Iskandar bicara sendiri.


*


Wajah Emalia sumringah. Entah kenapa Minggu ini dia merasa dirinya sudah kembali seperti semula,


"Enyahlah Emalia yang teledor !!!" kata Emalia bangga.


Plok


Plok


Juan yang sudah kembali dari pelatihan camp dan kini duduk dihadapannya bertepuk tangan bangga.


"udah selesai,dong urusan lu?" tanya Juan.


"udah, dong. Jadinya sekarang gue bisa fokus suka sama lu." kata Emalia lagi.


"ah..., kalo itu dikesampingkan aja dulu,ya...,"


"gimana, ya Juan.., kayaknya semenjak lu balik, gue jadi semangat lagi, deh. Lu emang vitaman secara tidak langsung bagi gue...," kata Emalia genit.


"ooh.., gitu,ya...," kata Juan berusaha tersenyum.


"oh,iya Juan.., pokoknya lu sekarang harus setia nemenin gue, karena soulmate gue, Liska pasti lagi temu kangen sama babangnya, jadi gue bakalan sering alone...," kata Emalia.


"kayaknya gak setiap saat juga." kata Juan lagi.


"gimana kalo nanti hari Minggu lu ikut belajar bareng? ada Roger dan Iskandar juga. Jadi lu gak usah canggung."


"belajar bareng? tunggu.., Iskandar? ngapain dia ngikut?"


"katanya mau mendisiplinkan gue."


"ooh.., selain itu ada siapa lagi?"


"ada Yura, Rin dan Keisha."


"Keisha?" kata Juan dalam hati.


"gimana? lu mau ikut gak? tapi kalo gak, sih__,"


"mau. Gue mau ikut." kata Juan buru-buru.


"Yeay ! makin rame, deh. asyik !" kata Emalia bersemangat.


*

__ADS_1


Rin, Keisha dan Yura saling lirik karena kehadiran Iskandar dan Juan. Mereka mulai ngobrol dengan tatapan mata mereka,


"kok jadi nambah personilnya? mana lagi ada Juan segala??" tanya Rin.


"entahlah. Gue sih oke sama Juan, tapi kalo Iskandar..., perasaan gue gak enak...," kata Keisha.


"yah..., masa dua Minggu kita liburnya. gak asyik.., eh apa mau udahan?" tanya Yura.


"Ehm !" Tiba-tiba Iskandar berdehem membuat ketiga gadis itu terhenyak,


"kalian ngapain saling lirik-lirik begitu?" tanya Iskandar.


"tuh,kan kemampuan menohoknya keluar...," Kata Rin dari lirikan matanya.


"Rin.., jangan ngomongin gue dengan mata elu...,"


"parah.., dia bahkan sadar lagi diomongin...," kata Keisha dari lirikan matanya.


"Kei.., lu juga." tegur Iskandar.


"Iska.., lu jangan galak-galak.., nanti mereka jadi gak semangat belajar...," kata Juan membela.


"Juan..., kamu bisa,gak jelasin teks bahasa Inggris yang ini. Aku gak ngerti...," kata Emalia yang langsung duduk di antara Iskandar dan Juan.


"oh.., yang mana?" tanya Juan sambil bergeser menjauh. Masalahnya seorang Keisha sedang melihatnya.


"guys.., uhm.., kalian haus,gak? gue mau beli.minuman, niih..," kata Keisha.


"gue temenin !" kata Juan inisiatif.


"Juan.., kamu belum sempet jelasin teks ini...," kata Emalia manja.


"uhm.., itu..,"


"gue bisa sendiri,kok...," kata Keisha.


Rin melirik ke arah Yura,


"gawat..., perasaan gue gak enak banget sumpah..,"


"iya.., Yura juga..., uhm.., Yura harus bertindak !"


"Yura aja yang temenin Keisha." kata Yura.


"gak Yura. lu tetep di sini." kata Iskandar tak mau digubris.


"ayo, Kei...,"


"gawat, Keisha bakalan dilahap oleh seekor singa...," batin Rin.


*


Rin membawa Yura ke dapur dengan alasan untuk membawakan cemilan yang sudah disiapkan Emalia.


"Yura.., bukannya ini kesempatan kita buat ngasih pelajaran kayak biasanya?" kata Rin agak berbisik.


Yura menggeleng,


"Rin..., Biarkan dia bahagia dulu. Kamu gak boleh ngasih dia kesedihan terus. Yura ada ide yang lebih bagus daripada biasanya...," Kata Yura.


"Apa itu?"


Yura lalu membisikkan sesuatu di telinga Rin. Mata Rin terbelalak mendengarnya,

__ADS_1


"Lu..., Minta dia? Yura.., lu udah bilang ini ke Keisha?"


Yura mengangguk.


"Terus Ori? Apa nanti Ori gak salah paham sama elu?" Tanya Yura.


Yura tersenyum,


"Kenapa juga Ori harus salah paham? Kan kita udah saling percaya." Kata Yura enteng.


"Oke..., Kalo gitu ayo, kita bawa cemilan ini ke ruang tengah. Supaya gak ada yang curiga." Kata Rin.


Tanpa mereka sadari Roger yang bersembunyi di samping lemari es dekat pintu dapur mendengar dan merekam pembicaraan mereka.


"Ya ampun.., gue bahkan mendengar mereka secara langsung. Sumpah. Gue gak nyangka Rin jadi berubah seratus delapan puluh derajat ! Sebenarnya apa motivasi dia??" Kata Roger bicara sendiri.


*


"guys..., minumannya udah Dateng...," kata Keisha dengan hebohnya.


"kok cepet banget?" tanya Emalia.


Entah kenapa Keisha yang mendengarnya benar-benar kesal, tapi dia berusaha bersabar,


"nih.., dia.., si Iskandar ngebut kayak orang kesetanan!" kata Keisha sambil menunjuk Iskandar.


Iskandar langsung menyingkirkan telunjuk Keisha,


"sembarangan lu nunjuk-nunjuk gue!" kata Iskandar.


"teman-teman..., cemilannya juga Dateng, nih.., isi dulu kepalanya, biar bisa fokus lagi...," kata Yura dan Rin.


"ya ampun.., makanannya manis, minumannya manis, yang bawain juga manis-manis..., bisa-bisa diabetes gue, hahaha..," kata Roger yang tiba-tiba datang dari belakang Rin.


"iih..., bang Rohman !!" protes Liska cemburu.


"Ehem.., lu teralu berani, Jer...," kata Juan, sedangkan Iskandar sudah menatap Roger sinis.


"lihat chat gue...," kata Roger bicara dengan matanya pada Iskandar. Untungnya Iskandar langsung mengerti dan menganggukkan kepalanya.


"ya udah,yuk.., kita isi otak dulu..., gue juga mumet ini sama soal...," kata Emalia memecahkan suasana.


*


Rin dan teman sekelasnya berdiri di depan kelas, menunggu anak-anak Komdis selesai merazia kelas mereka. Kali ini Iskandar tidak merazia kelasnya, melainkan anggota komdis lainnya.


"sst...," bisik Yura yang berdiri di sampingnya..


"hm?" tanya Rin.


"seharusnya dia udah ketawan,kan?" tanya Yura.


"harusnya." bisik Rin


"untung Rin pernah kena kasus ini. Tapi tenang. Dia gak akan dapet pembelaan." bisik Yura.


"tapi Yura...,"


"Rin.., ini adalah cara yang paling cepat." kata Yura lagi.


"iya,sih...," kata Rin agak tidak yakin.


"Dengan begini Juan pasti akan jauhin Emalia. Jika Emalia tidak bisa menyadari dirinya yang tidak pantas, maka harus memaksa Juan menjauhinya. Ekspetasi Juan tentang Emalia akan langsung hancur." batin Rin berusaha membuat argumen agar merasa apa yang mereka lakukan tidak salah.

__ADS_1


Diam-diam Roger memperhatikan mereka,


"kasus Rin? jangan-jangan...,"


__ADS_2