Sisi Gelap Dunia Anak SMA

Sisi Gelap Dunia Anak SMA
Bab 59 - Kejahilan


__ADS_3

...༻☆༺...


Fahri dan Johan memilih menolak untuk memungut properti yang tidak sengaja dibuang. Keduanya bersekongkol untuk melawan Raffi, Gamal dan Tirta. Hal tersebut tentu membuat Gamal yang sejak awal kesal, semakin dibuat geram.


"Kalian ya, berani ngelawan!" geram Gamal seraya mengarahkan jari telunjuk ke wajah dua adik kelasnya. Dia hampir melayangkan sebuah tendangan lagi. Namun kali ini Raffi dengan sigap menghentikan.


"Udahlah! Orangnya nggak mau. Mending nggak usah dipaksa," ujar Raffi. Matanya mendelik tajam ke arah Johan dan Fahri.


Raffi sebenarnya masih membenci sosok Fahri. Akan tetapi dia tidak mau ada keributan berbuntut panjang terjadi. Apalagi kegiatan utama sebentar lagi akan dimulai.


"Kembaliin hp mereka, Mal!" suruh Raffi.


Gamal berdecak kesal. Meskipun begitu, dia mau saja menuruti perintah Raffi. Selanjutnya, mereka segera pergi untuk berkumpul ke ruang osis.


"Kak, kami bakal tanggung jawab. Aku sama Johan bakal cari properti yang bisa dipakai," seru Fahri.


"Nggak usah!" sahut Raffi dengan suara lantang. Dia terus melangkah maju. Tanpa menoleh ke belakang. Menyebabkan Fahri dan Johan reflek bertukar pandang.


"Gue nggak pernah lihat Kak Raffi begitu. Kenapa ya? Apa gara-gara dia temenan sama Kak Gamal terus?" ungkap Johan. Pandangannya tertuju ke arah Raffi yang berjalan kian menjauh.


"Kak Raffi emang berubah banget. Padahal dia panutan gue semenjak sekolah di sini," tanggap Fahri.


"Sama, tapi sekarang udah enggak." Johan menghela nafas berat. Dia dan Fahri menyusul semua orang untuk berkumpul ke ruangan. Mereka akan bersiap untuk kegiatan berikutnya.


Jurit malam akan dilaksanakan tepat jam 12 malam. Kebetulan sekarang waktu baru menunjukkan jam 10.30 malam. Jadi semua murid baru dipersilahkan beristirahat dan tidur.


Danu dan Tirta kebetulan diberi tugas untuk memastikan semua murid baru masuk ke tenda. Mereka akan memberi hukuman jika ada yang berani keluar diam-diam.


Sementara di dalam gedung, Raffi dan yang lain tengah mempersiapkan beberapa pos untuk jurit malam. Kebetulan ada lima pos yang harus dilewati oleh kelompok murid baru.

__ADS_1


"Pos pertama mending dijaga sama orang yang kalem-kalem. Agung sama Zidan kayaknya cocok." Raffi sekali lagi menjadi orang yang berwenang untuk membagi tugas. Padahal seharusnya tugas itu dilakukan oleh Gamal selaku ketua osis.


Pos kedua dijaga oleh beberapa anggota osis yang ditugaskan untuk menguji mental para murid baru. Sedangkan pos ketiga, akan terdapat tes yang berkaitan dengan kerjasama. Pos ke-empat, nyali para murid harus di uji dengan suasana horor. Pos terakhir, akan ada pendisiplinan habis-habisan yang khusus akan dilakukan oleh Gamal dan beberapa anggota osis pilihan.


Selagi para murid baru tengah sibuk tertidur. Penyusunan properti di beberapa titik lokasi dilakukan. Sekarang Raffi kebetulan sedang mendekor titik pos empat.


Raffi berusaha memberikan suasana horor yang meyakinkan. Dia memasang lampu merah untuk menambah kesan menakutkan.


Dari belakang Raffi, pintu perlahan terbuka. Seseorang berjalan mengendap-endap karena berniat mengagetkan. Siapa lagi kalau bukan Elsa. Cewek itu bahkan menyampirkan rambut panjangnya ke depan wajah. Dia berupaya keras agar bisa terlihat seperti hantu.


Kedua tangan Elsa sudah terulur ke arah punggung Raffi. Senyuman licik merekah dari balik rambutnya yang terkesan seperti tirai penutup wajah.


"Duaaar!!!" Elsa mencengkeram erat pundak Raffi. Usahanya sukses membuat Raffi sangat terkejut. Tubuhnya tersentak kuat. Jantung seolah ingin melompat keluar dari dada kirinya.


"Anjir! Kaget banget gue! Tega lo ya!!" geram Raffi sembari mengeratkan rahang kesal. Namun Elsa malah tertawa terpingkal-pingkal. Cewek itu sangat puas karena telah berhasil mengerjai. Ia tidak lupa mengibaskan rambutnya ke belakang.


"Sumpah! Muka lo lucu banget," komentar Elsa. Dia iseng mencubit pipi Raffi. Mereka kebetulan hanya berduaan di ruangan.


"Bentar, tunggu dulu." Elsa mendekatkan wajahnya ke wajah Raffi. Dia hanya ingin memandang Raffi lebih dekat. Keduanya saling bertukar tatapan lekat.


"Jangan macam-macam. Sekarang bukan waktunya, El." Raffi memperingatkan.


"Satu ciuman aja." Elsa sudah melingkarkan tangan ke tengkuk Raffi. Sikap manja Elsa membuat Raffi harus meneguk ludahnya sendiri.


Raffi membisu. Elsa tahu bahwa cowok itu tidak akan menolak. Tanpa berpikir lama, Elsa langsung mengecup singkat bibir Raffi. Dia berniat melakukannya satu kali saja. Tetapi bagi Raffi, itu justru terasa candu. Alhasil Raffi memberikan kecupan ke mulut Elsa beberapa kali.


Mata Elsa mengedip pelan. Dia dan Raffi akhirnya terlena untuk berbuat lebih jauh. Tidak tanggung-tanggung, Raffi perlahan memojokkan Elsa ke sebuah meja. Keduanya saling bergulat lidah dengan liar.


Semuanya terjadi begitu saja. Raffi lupa lagi untuk membatasi diri. Dia tidak bisa lepas dari perasaan mabuk cinta yang menggebu.

__ADS_1


Baru beberapa menit berciuman, Danu dan Tirta tiba-tiba masuk ke ruangan. Keduanya kebetulan mengenakan pakaian hantu.


Danu memakai kostum pocong. Sedangkan Tirta membuat penampilannya menyerupai sosok kuntilanak. Atensi mereka tentu langsung tertuju kepada Raffi dan Elsa.


"Malah mesum mereka," bisik Danu.


"Kerjain yuk!" ajak Tirta yang segera mendapatkan persetujuan dari Danu. Mereka diam-diam bersembunyi ke bawah meja. Mengintip Raffi dan Elsa yang masih asyik berciuman.


"Pakai hp aja, Dan. Biar suara hantunya realistis." Tirta memberikan saran. Danu lantas mencari rekaman suara hantu tertawa di internet.


Belum sempat melakukan kejahilan, Danu dan Tirta mengikik lebih dahulu. Mereka tidak sabar ingin menyaksian reaksi Raffi dan Elsa. Danu segera memencet tombol segitiga di ponselnya.


"Hihihihihi..." suara mengikik yang mengerikan seketika menggema.


Raffi dan Elsa sontak kaget. Mereka berhenti berciuman. Kemudian mengedarkan pandangan dengan gelagapan. Elsa yang ketakutan berpegangan erat ke tangan Raffi. Mata cewek itu memejam rapat. Takut kalau-kalau ada sosok mengerikan yang akan muncul.


Tirta dan Danu tertawa geli. Mereka keluar dari tempat persembunyian sambil menampakkan wajah yang sudah dirias mengerikan.


Mata Raffi membulat sempurna. Dia awalnya takut. Namun rasa takutnya hilang, saat melihat pocong tampak berjalan kaki. Jelas sosok yang dilihatnya adalah manusia.


"Dasar kalian! Iseng banget!" geram Raffi seraya melemparkan penghapus ke arah Danu dan Tirta.


Mendengar Raffi marah, Elsa perlahan membuka mata. Dia reflek melangkah mundur ketika menyaksikan Danu dan Tirta yang kebetulan dibalut pakaian hantu.


"Mereka Danu sama Tirta, El." Raffi memberitahu. Hingga rasa takut Elsa akhirnya memudar. Cewek itu lantas berlari menghampiri Danu dan Tirta. Ia memukuli mereka habis-habisan karena saking kesalnya.


Di sisi lain, Gamal telah memberikan sinyal kepada semua orang untuk bersiap. Mereka akan membangunkan para murid baru dengan membuat keributan.


Dalam sekejap, semua murid baru berbaris sesuai kelas. Lalu dibagi ke dalam beberapa kelompok. Seterusnya, barulah mereka diharuskan melalui kelima pos.

__ADS_1


Setelah memastikan jurit malam sudah dimulai, Gamal beranjak mencari semua temannya. Mereka harus bersiap untuk menjaga pos terakhir.


__ADS_2