
...༻☆༺...
Raffi dan Gamal berada di tempat gym. Mereka sedang berlari di atas treadmill. Jujur saja, sudah satu bulan lebih keduanya rutin berolahraga. Tubuh mereka mulai menampakkan otot di beberapa bagian tertentu. Terutama di lengan dan perut.
"Mal, hubungan lo udah membaik ya sama Bu Lestari. Kalian udah kelihatan kayak ibu sama anak," celetuk Raffi.
Setelah mendapat nasehat dari Danu, Gamal berubah drastis. Dari mulai berhenti mengkonsumsi obat-obatan terlarang sampai minuman beralkohol. Dia berusaha bersikap baik. Selain demi mempertahankan posisi ketua osis, tetapi juga menghindari nasib buruk seperti Danu.
"Iya, gue udah kapok kena skors sama Zara. Lagian gue juga harus begini kan, biar lo nggak pindah kelas sama ngundurin diri jadi wakil ketos," tanggap Gamal. Menatap Raffi dengan sudut matanya.
"Bagus deh kalau lo sadar. Gue nggak jadi lagi deh pindah kelas. Tapi sekali-kali lo belajar sendiri dong, Mal. Ikut les bareng gue juga bisa."
"Ah, kalau itu gue nggak bisa. Otak gue bisa meleduk." Gamal lekas menggeleng. Minatnya terhadap belajar tidak pernah berubah. Kecuali untuk pelajaran olahraga dan kesenian.
"Apa salahnya dicoba sih." Kening Raffi mengernyit. Dia dan Gamal memutuskan turun dari treadmill. Lalu mengelap keringat dengan handuk kecil.
Gamal hendak membicarakan sesuatu dengan Raffi. Dia mengedarkan pandangan terlebih dahulu. Setelah memastikan tidak ada orang, Gamal berbisik, "Raf, lo sama Elsa masih sering begituan nggak?"
Raffi merasa tertangkap basah. Bola matanya meliar ke segala arah. Dia tidak bisa membantah ataupun berkilah.
"Masih ya?" Gamal menarik kesimpulan. "Sama aja dong. Kalau masalah itu gue nggak bisa tobat," tambahnya sembari terus mengelap keringat di sekitaran leher.
"Btw, gue kadang lupa pakai tameng," ungkap Raffi.
"Gila! Lo lebih parah dari gue. Hati-hati dong, Raf. Nanti kalau hamil, elo bakalan disuruh nikahin Elsa." Gamal memberitahu dengan nada pelan.
"Apaan sih! Yang penting sekarang Elsa nggak hamil kan." Raffi menepuk pelan pundak Gamal. Dia mengambil botol berisi air mineral. Kemudian menenggaknya sampai merasa cukup.
Gamal sekali lagi terkekeh. "Godaan cewek emang nggak ada tandingannya ya," komentarnya. Hingga membuat Raffi ikut mengikik. Keduanya sepertinya satu pendapat.
Dari arah belakang Raffi dan Gamal, ada seorang cewek yang berjalan kian mendekat. Dia terlihat mengenakan setelan olahraga ketat. Dari perawakan dan wajahnya, nampaknya dia seumuran dengan Raffi dan Gamal. Di salah satu tangannya ada ponsel keluaran terbaru yang tergenggam.
"Halo, Kak..." tegur cewek itu. Namanya adalah Olive. Selebgram muda dan cantik. Dia sangat populer di media sosial. Memiliki pengikut sekitar satu juta lebih. Makanya hidup Olive tidak bisa lepas dari kamera. Dia juga baru saja terjun untuk menjadi youtubers.
__ADS_1
Raffi dan Gamal sontak menoleh. Pupil mata mereka membesar karena melihat ada cewek cantik tiba-tiba menyapa. Bahkan Raffi sempat terpaku sejenak menyaksikan wajah cantik Olive. Namun itu tidak berlangsung lama.
Berbeda dari Gamal, yang matanya secara terang-terangan menunjukkan ketertarikan. Dia bahkan tersenyum lebar untuk membalas sapaan Olive.
"Ada apa ya? Jangan bilang mau ngajak kenalan," canda Gamal. Menyebabkan Olive tidak kuasa menahan senyum.
"Aku emang mau kenalan kok, Kak. Aku kan juga murid SMA Angkasa Jaya," ujar Olive memberitahu.
"Yang bener? Kok kita nggak pernah lihat? Pas mos aja lo nggak ada?" timpal Raffi yang sepertinya mengingat wajah-wajah adik kelasnya.
"Iya, Kak. Aku baru bisa masuk sekolah besok. Soalnya kemarin itu aku harus ke luar negeri. Jadi nggak bisa ikut mos," jelas Olive.
"Oh, gitu. Terus kenapa lo tahu kalau kami murid SMA Angkasa Jaya?" tanya Gamal seraya melipat tangan di depan dada. Dia duduk di salah satu alat olahraga.
"Gimana aku nggak tahu, Kakak berdua kan ketos sama wakil ketos. Fotonya sering muncul di media sosial SMA Angkasa Jaya. Apalagi Kak Raffi yang punya banyak banget prestasi." Olive memberikan alasan. Kedua tangannya bertautan dari balik punggung. Dia menatap Gamal dan Raffi secara bergantian. Seolah tertarik dengan keduanya.
"Oh iya, nama aku Olive Selviana." Olive memperkenalkan diri dengan ramah.
"Oh... Olive. Salam kenal ya," balas Raffi.
"Kakak berdua mau aku traktir makan nggak habis ini?" tawar Olive. Membuat Raffi dan Gamal reflek saling bertukar pandang.
"Sorry, kayaknya gue nggak bisa." Raffi menolak dengan senyuman singkat. Dia segera mengambil tasnya.
"Gue juga, sorry ya." Gamal menepuk pelan pundak Olive dua kali.
"Tunggu, Kak! Sebelum pergi, boleh foto dulu nggak?" tanpa diduga Olive mencegat kepergian Raffi dan Gamal. Dia mengajak mereka melakukan selfie. Raffi dan Gamal lantas menurut saja. Keduanya tidak tahu kalau foto mereka akan di unggah ke media sosial milik Olive.
"Makasih ya, Kak... sampai ketemu besok di sekolah. Aku udah nggak sabar," ucap Olive sambil melambaikan tangan. Kemudian langsung sibuk memainkan ponsel.
Raffi dan Gamal berjalan berbarengan menuju parkiran. Keduanya tentu langsung menbicarakan perihal Olive.
"Cantik banget tuh cewek. Lo tadi pangling juga kan?" pungkas Gamal. Satu tangannya bertengger ke pundak Raffi.
__ADS_1
"Mata gue masih sehat, jadi gue nggak bisa ngebantah." Raffi sependapat dengan Gamal. "Eh, Tirta udah nggak ikut nge-gym tiga hari lebih nih. Dia kemana coba?" Raffi mendadak merubah topik pembicaraan.
"Gue denger dia punya pacar. Kayaknya sibuk pacaran deh. Ceweknya katanya dari sekolah lain," jawab Gamal.
"Pacar baru lagi?" Raffi memastikan. Tirta memang dikenal suka bergonta-ganti pacar. Dia lebih buaya dibandingkan Gamal.
"Nggak tahu. Gue nggak ngurus pacar dia." Gamal menggedikkan bahu. Pembicaraannya dan Raffi berakhir saat sudah tiba di parkiran.
...***...
Di pagi hari yang cerah, Raffi hendak pergi ke sekolah. Ia sedang berada di mobil. Raffi langsung menjalankan mobil ketika Elsa sudah masuk. Raut wajah cewek itu tampak cemberut. Raffi baru menyadari saat tidak sengaja melirik.
"Muka lo kenapa, El?" tanya Raffi.
"Lo deketin cewek ya pas nge-gym?" balas Elsa. Dia sebenarnya sudah menyaksikan foto terbaru Olive. Foto tersebut sudah tersebar di berbagai grup chat sekolah.
"Hah? Lo bicarain apa coba?" Raffi masih tidak paham.
"Nih!" Elsa memperlihatkan foto Olive bersama Raffi dan Gamal.
"Ya ampun... itu bukan apa-apa. Dia cuman foto bareng doang kok. Lagian kami fotonya bertiga. Kalau berdua baru lo harus curiga." Raffi memberi keterangan.
"Tetap aja. Semua orang ngomongin lo tahu!" Elsa membuang muka dengan sebal. Wajah tampan kekasihnya sekarang semakin tersebar luas.
"Emang kenapa sih? Fotonya kan cuman kita-kita aja yang tahu." Raffi yang tidak tahu kalau Olive seorang selebgram terkesan biasa saja.
"Kita aja lo bilang? Satu negara kayaknya udah tahu deh." Elsa keluar lebih dulu ketika dia dan Raffi tiba di sekolah.
Raffi berdecak kesal. Akibat penasaran, dia akhirnya mencari tahu alasan dibalik kemarahan Elsa. Raffi membuka salah satu grup chat miliknya. Betapa terkejutnya dia, saat mengetahui siapa Olive yang sebenarnya. Bersamaan dengan itu, sebuah mobil mewah terlihat berhenti di halaman sekolah. Sosok Olive yang cantik langsung menarik perhatian.
..._____...
Catatan Author :
__ADS_1
Halo guys, untuk sekarang kita bergelayut sama konflik kecil aja ya. Soalnya sedang dalam masa lebaran kan ya? Nggak bagus kalau masuk konflik gelap. Soalnya nanti konflik utama bakalan dark banget.
Aku ucapin selamat lebaran buat semuanya... mohon maaf lahir dan batin ya. Maafkan author kalau ada salah... love you 😘