Suami Yang Tak Dihargai

Suami Yang Tak Dihargai
100


__ADS_3

aku juga melihat nominal hutang yang tertulis di kertas itu.


rasanya mata ku ini ingin keluar dari sarangnya melihat nominal di kertas itu.


sungguh keterlaluan kamu mil ,tega sekali kau pada Putri mu.


"bagai mana, anda mau melunasi atau putri kesayangan anda yang akan kami bawa untuk kami jual ke luar negeri" kata laki laki itu dengan tersenyum mengejek pada ku.


rasanya aku ingin mendatangi Jamila ,jika dia seorang laki laki mungkin sudah ku hajar dia karena kelakuannya.


"baik lah , saya akan melunasi hutang hutang itu, tapi aku juga akan membuat perjanjian dengan anda agar tidak akan ada kejadian seperti ini lagi" kata ku.


"oke ,tidak masalah " ucap laki laki itu.


"baiklah ,datanglah ke alamat ini ,saya tunggu kedatangan anda" ucap lagi laki laki itu lalu dia masuk ke dalam mobil dan pergi dari tempat tadi dia menghadang ku.


aku pun juga masuk ke. dalam mobil ku dan pergi untuk pulang ke rumah karena hari sudah mulai petang


sampai di rumah aku langsung memarkirkan mobil ku.


aku keluar dari mobil sudah di sambut oleh istri dan anak ku di depan rumah.

__ADS_1


sungguh momen momen seperti ini lah yang selama ini aku impikan sebagai seorang laki laki dan seorang suami.


ketika pulang kerja aku di sambut dengan senyuman oleh anak dan istri ku.


sampai di depan pintu Ais langsung mengambil tangan ku untuk bersalaman dan dia mencium telapak tangan ku.


"assalamu'alaikum " aku mengucap salam.


"wa'alaikumsalam " jawab istri dan anak ku serentak.


"ayah kok pulangnya sampai sore " kata Nadira bertanya pada ku,memang biasanya aku jarang pulang sore seperti saat ini, hanya saja karena insiden tadi aku harus pulang telat ,untung aku sudah mempunyai istri kalau tidak mungkin Nadira Sudak ikut ke rumah mbak sara karena aku terlambat pulang.


"iya mas" sahut ais. memang Ais juga tahu jadwal aku pulang dari rumah makan.


"ehm tadi jalannya macet" kata ku beralasan nanti saja aku cerita sama Ais ,karena aku tidak mau terjadi kesalahpahaman di dalam rumah tangga kami ,jadi aku putuskan akan menceritakan semua masalah yang aku alami.


"ya udah , ayo masuk mas" kata Ais mengajak ku masuk karena dari tadi kita masih ada di teras rumah.


"iya" kata ku.


dan kami pun masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


" ais siapkan air hangat dulu ya buat mas mandi" tawarnya pada ku ,sungguh momen momen seperti inilah yang aku nanti nantikan selama ini ketika aku memiliki seorang istri, tapi ternyata itu tidak berlaku ketika aku bersama dengan Jamila,dia selalu mengabaikan ku jangankan menyiapkan air hangat, bahkan untuk makan pun aku selalu memasak sendiri.


"iya ,kalau itu tidak merepotkan" kata ku.


"tentu saja tidak mas, itu sudah jadi kewajiban Ais ,karena mas adalah suami Ais" kata Ais.


Masya Allah pikir ku dalam hati ,sungguh engkau telah memberikan pengganti yang sangat sempurna.


dan dia pun berlalu pergi ke kamar untuk menyiapkan air untuk ku mandi.


"tadi senang sekolahnya di antar bunda" tanya ku pada Nadira yang sedang asik bermain di depan televisi.


" senang dong yah,apalagi sekarang Dira sudah tidak di ledekin lagi sama teman teman ,karena sekarang Dira sudah punya bunda,bukan mbak lagi yang anterin" jawab anak ku senang.


" oh ya" kata ku.


"tadi pulang sekolah ngapain saja sama bunda" lanjut ku bertanya.


"pulang sekolah tadi aku di ajak ke supermarket Sama bunda kata bunda stok bahan makanan di kulkas habis , tadi dira minta belikan bunda cemilan sama es krim " kata putri ku menjelaskan dan seketika aku jadi ingat belum kasih ATM yang isinya buat belanja bulanan dan keperluan rumah ,kemarin waktu di rumah bapak aku hanya memberi Aisya uang cash 1 juta untuk pegangan saja.


duh dris ingat sekarang kamu sudah punya istri pikir ku merutuki kebodohan ku yang lupa kalau sudah punya tanggung jawab menafkahi seorang istri.

__ADS_1


__ADS_2