
belum beberapa menit aku masuk ke dalam kamar ,aku mendengar ribut ribut ,dari kamar Jamila .
mungkin itu ibu yang sedang membangun kan Jamila, pikir ku.
"mil, Jamila," terdengar suara lantang ibu mertua ku.,sambil gedor gedor pintu kamar jamila.
mungkin ,dari tadi ibu mertua ku cukup bersabar, mengetuk pintu kamar jamila dengan pelan.
karena suara ibu mertua ku sangat keras, ku putuskan untuk keluar kamar untuk melihatnya.
"ada apa Bu,'? apa Jamila tidak mendengar ibu panggil?," tanya ku .sebenarnya sih tadi yang ku dengar ibu bukan lagi manggil tapi kedengarannya seperti orang sedang berantem. tapi itu aku bicara cuma dalam hati ku.
"iya nak ,ibu kuatir kalau Jamila kenapa napa karena ini sudah siang ,tapi kok Mila nggak keluar dari kamarnya ya" jawab beliau.yang di bilang beliau juga ada benarnya juga sih,mengapa Jamila tidak keluar kamar ini kan sudah menunjukkan pukul 11 siang, pikir ku .
"bagai mana ya Bu,? apa pintunya di dobrak saja," kata ku , tapi aku juga nggak mikir siapa nanti yang akan mendobrak pintu ya secara kan aku sekarang lagi pura pura belum sembuh.
"atau kalau nggak gini aja bu, kan ada kunci cadangan di rumah ini mungkin bisa untuk buka kamar Jamila" tawar ku.
"iya, boleh nak" jawab beliau cepat.
"ya udah Idris ambil kunci cadangannya dulu di kamar " pamit ku pada mertua ku.
aku mencari kunci cadangan di laci dan ternyata ada di situ .
__ADS_1
ku ambil semua kunci aku juga tidak tau mana yang cocok sama kamar Jamila.
"sudah ketemu nak kuncinya'?" tanya beliau.
"iya ini Bu ,tapi Idris nggak tau yang mana kuncinya" jawab ku sambil menunjukkan banyak kunci.
"ya udah nggak papa di coba aja satu persatu" beliau menyarankan.
sudah 3 kunci ku coba tapi tidak ada yang cocok, kucoba lagi kunci yang ke empat dan ternyata cocok.
"cocok Bu " kataku pada beliau.
"Alhamdulillah nak" jawabnya.
aku pun beranjak dari situ, ku dengan ibu membuka pintu kamar jamila.
"astagfirullah'!!!!!" seru ibu, dan aku pun langsung berbalik arah karena kaget dengan teriakan ibu.
belum sampai aku di depan pintu kamar jamila ,ibu sudah berteriak lagi.
"ya Allah,!!!, pantas saja dari tadi di gedor dipanggil nggak ada jawaban, jadi ternyata ini yang kamu lakuin di dalam kamar" omel ibu panjang lebar.
dan aku merasa penasaran apa yang di lakukan Jamila di kamar sampai sesiang ini tidak keluar.
__ADS_1
aku membuka pintu kamar jamila, dan ternyata dia sedang asik telefon seseorang tapi dengan aerpon di telinganya.
"jadi ini yang kau lakukan setiap hari ,mila'!!!! marah beliau pada Jamila.
"apa sih Bu,ibu berisik tau mengganggu kesenangan orang saja" jawab Jamila tak kalah sengit .
"apa ,apa , kamu itu seorang wanita Mila,masak kelakuan mu seperti ini,apa kamu pernah berfikir anak dan suami kamu Sudak makan atau belum" kata beliau.
aku pun memutuskan untuk pergi dari kamar jamila ,karena aku tidak mau ikut campur.
sekilas ku dengar ibu mertua ku bicara soal uang bulanan yang biasa nya aku kirim.
oh jadi ibu kesini pagi pagi datang ke rumah ku hanya untuk menanyakan soal uang bulanan pikir ku.
jadi seperti itu.
saat aku berada di ruang tamu ,ibu dan Jamila keluar dari kamar ,aku pun tidak tahu apa saja yang mereka bicarakan ,karena aku juga tidak mau ambil pusing
dan ternyata mereka berdua datang menuju ke arah ku.
"itu ada orangnya ,ibu tanya sendiri pada orangnya" kata Jamila sambil menunjuk ke arah ku.
"ibu tidak mau, ya kamu lah yang tanya , kan kamu yang istrinya " jawab ibu
__ADS_1
aku pun di sini tahu arah pembicaraan mereka.