Suami Yang Tak Dihargai

Suami Yang Tak Dihargai
55


__ADS_3

"yah Dira ngantuk mau bobok" kata Nadira.


"mau bobok , bobok sendiri apa sama ayah?' " tanya ku.


"mau di temenin ayah" jawabnya.


"oh ponakan Tante udah ngantuk ya, Adhe nya mana" tanya adik ku pada Nadira.


"Adhe juga sudah tidur Tante" jawab Nadira.


"apa mau di temenin Tante bobok nya?" tanya adik ku lagi.


"emang boleh Tante" jawab putri ku berharap ,mungkin karena dia tidak pernah di perhatikan bundanya jadi dia berharap tantenya menemani dia tidur.


"boleh dong, apa yang tidak buat ponakan Tante" jawab adik ku.dan itu sukses membuat putri ku tersenyum senang.


"sini" kata adik ku .dan Nadira pun mendekat padanya.


"bentar ya bang nanti di lanjut lagi ngobrolnya, aku mau nemenin nadira tidur dulu" kata adik ku.


"ya" jawab ku.dan adik ku pun beranjak ke kamar yang aku tempati.


setelah beberapa menit adik ku keluar dari kamar ku.


dia pun duduk lagi di tempatnya,dan datang lagi adik ipar ku ,aku memang tadi memanggil adik ipar ku untuk ku ajak ngobrol.


aku ingin membicarakan soal perceraian ku pada mereka berdua.

__ADS_1


"maaf bang lama " kata Adik ku.


"udah tidur nadira'?" tanya ku balik.


"udah bang , kasian sekali bang Dira ,dia senang sekali tadi aku temani tidur" kata adik ku.


"memang ,selama ini Nadira terbiasa hidup mandiri tanpa di temani bundanya, karena bundanya tak peduli padanya" kata ku.


" mungkin dia juga ingin di temani tidur di perhatikan ,tapi itu tidak pernah di rasakan oleh Nadira,bundanya tidak pernah peduli padanya" lanjut ku.


"yang sabar bang" kata adik ku menguat kan ku.


"oh iya bang tadi Abang mau bilang apa?" tanya adik ku.


"gini, sebenarnya Abang pulang ke sini selain kangen sama kalian semua Abang juga mau menyampaikan kalau Abang akan berpisah dengan kakak ipar mu Jamila" kata ku.


"karena Abang sudah tidak sanggup dhek" jawab ku .


"apa Abang sudah pikiran kan matang matang keputusan ini" tanya adik ipar ku.


"sudah Dhe" jawab ku.


"kalau itu sudah jadi keputusan Abang kita sebagai keluarga hanya bisa mendukung keputusan Abang, kalau memang itu yang terbaik buat Abang" jawab adik ipar ku bijak.


"terima kasih adik adik ku" kata ku sambil memeluk mereka berdua.


"yang ikhlas bang , Allah tidak akan memberi cobaan pada hamba Nya yang melampaui batas kemampuan hambanya" kata adik ku.

__ADS_1


"iya dhek insya Allah Abang ikhlas" jawab ku.


"dan juga sekarang Abang juga sudah keluar dari rumah abang, aku dan Nadira sekarang tinggal di kontrakan untuk sementara sambil cari cari rumah yang cocok" lanjut ku.


"kenapa Abang keluar dari rumah itu ,itu kan rumah Abang ,Abang yang beli, apa Abang di usir oleh kak Jamila?" tanya adik ku lagi.


"tidak Dhe itu kemauan Abang, biar lah aku yang pergi dari situ , karena rumah itu hadiah pernikahan ku pada Jamila, jadi biarkan lah" jawab ku.


"nggak bisa gitu juga" kata adik ku, memang adik ku orangnya lembut tapi juga sedikit bar bar kalau ada orang yang mengusik keluarganya.


"sudah biarkan ma, kalau itu memang sudah keputusan Abang kita harus menghormati" kata adik ipar ku pada istrinya.


"ya nggak bisa gitu pa, " kata adik ku.


"walau bagaimana pun tetap kasian Nadira, apa kak Jamila tidak kasian dengan Nadira ,walau dia bukan anak kandung tapi apa tidak ada naluri seorang ibu sedikit pun di hatinya" lanjut adik ku lagi.


"ya mau bagai mana lagi hati seseorang tidak ada yang tau ma" kata adik ipar ku.


"Abang sudah beritahu tante" tanya adik ku,dia menanyakan apakah aku sudah memberi tahu orang tua Jamila,.


"sudah ," jawab ku.


"bagai mana reaksinya" tanya nya lagi.


"mereka juga kaget" jawab ku.


"lalu Abang sudah ajukan gugatan cerai" tanya adik ku lagi.

__ADS_1


"belum dhek, rencananya habis pulang dari sini Abang akan ajukan gugatan cerai ke pengadilan agama," jawab ku.


__ADS_2