
" begini pak ,sebenarnya" kata mas Idris.
mas Idris pun menyodorkan surat yang sudah mas Idris tulis lalu di print kan.
dan bapak mas Idris mengambil surat itu lalu membacanya ,surat itu berisi tulisan sebagai berikut.
surat perjanjian
1.pihak pertama .: Muhammad Idris.
2pihak ke dua. : Jamila.
3 pihak ke tiga. : Ridwan.
bahwa pihak pertama akan melunasi hutang hutang pihak ke dua .
yang sebagai mana pihak ke dua telah menjaminkan anak yang bernama nadira ke pada pihak ke tiga kalau tidak bisa melunasi pinjaman sebesar,RP 200.000.000. kepada pihak ke tiga.
dan di sini saya Muhammad Idris sebagai pihak pertama mau melunasi hutang hutang pihak ke dua asalkan orang tua dari pihak ke dua mau menandatangani surat pernyataan ini.
dan sekaligus orang tua dari pihak ke dua akan menjamin bahwa pihak ke dua tidak akan mengganggu ananda Nadira .
jika pernyataan di atas di langgar oleh pihak ke dua ,pihak pertama akan menuntut/ melaporkan pada pihak berwajib.
__ADS_1
sekiranya itu isi tulisan yang ada pada surat pernyataan yang di baca oleh bapak mbak Jamila.
dan seketika itu juga bapak mbak Jamila menangis dan berkata.
"ya Allah mil tega sekali kamu " kata bapak mbak Jamila sambil menangis.
"maafkan bapak mu ini nak , yang tidak bisa mendidik anak bapak sehingga selalu merepotkan mu sampai sekarang, bahkan kalian sudah tidak ada ikatan lagi,maafkan nak maaf kan" kata bapak mbak Jamila sambil menangis dan memeluk istrinya yang juga menangis.
" mau di taruh di mana muka bapak nak ,uang sebesar itu ,untuk makan saja bapak susah" lanjut beliau lagi.
" Idris tidak masalah pak , Idris akan melunasi hutang hutang Jamila asal Jamila tidak akan lagi mengganggu Nadira,sudah cukup selama ini Idris bersabar tapi untuk kali ini Idris tidak akan tinggal diam kalau itu menyangkut Nadira" kata mas Idris tegas.
" baiklah nak bapak rela melakukan semua apa kata nak Idris ,bahkan bapak yang akan menjamin kalau Jamila tidak akan mengganggu hidup nak Idris "kata beliau sambil terus terisak dan ibu mas Idris juga terus menangis tanpa bicara mungkin beliau kaget dengan kelakuan anaknya.
dan setelah surat itu di tanda tangani kami berdua pun langsung pamit pulang karena masih harus menemui sang rentenir itu.
POV( Aisya) end.
sekarang ini aku dan Ais sudah pulang dari rumah orang tua Jamila,aku sudah membawa surat pernyataan yang sudah di tanda tangani bapak Jamila.
tinggal sekarang aku harus menemui rentenir itu sambil membawa uang untuk membayar hutang hutang Jamila.
aku bersyukur istri ku mau mengerti keadaan ku dan juga mau menemani ku walau terbilang kami menikah baru seumur jagung.
__ADS_1
dan sekaran di sinilah aku berada ,di rumah yang sangat megah dan banyak penjaganya.
mobilku berhenti tepat di depan pintu gerbang yang sangat tinggi ,bahkan pencuri profesional pun tak akan bisa untuk masuk ke rumah megah itu.
kami di sambut oleh dua orang satpam tinggi besar , dan tak hanya itu saja di seluruh sudut rumah itu semua ada yang jaga,dan aku pun bertanya pada mereka.
"apa benar ini rumah pak Ridwan" tanya ku pada salah satu satpam di situ.
"benar" jawab satpam yang ku tanya i tadi.
"ada kepentingan apa ya sama bos saya" satpam itu tanya balik pada ku.
" katakan pada bos mu ,kalau ada Idris ingin menemuinya" kata ku.
" baik lah sebentar aku sampaikan" kata satpam itu lalu dia pergi ke arah yang menjaga di depan pintu rumah itu.
ku lihat penjaga itu mengeluarkan teleponnya dan setelah berbicara di telepon satpam yang tadi berjaga di depan mengangguk lalu menuju ke arah ku.
lalu dia membuka gerbangnya dan menyuruh ku masuk karena bos nya ada di dalam dan menunggu.
tapi sebelum masuk aku di periksa terlebih dahulu ,seperti seorang tahanan saja pikir ku.
dan ketika mereka ingi memeriksa istri ku aku melarangnya.
__ADS_1
dan mereka tidak memperbolehkan istri ku masuk jadi dengan terpaksa aku menyuruh istri ku menunggu di dalam mobil.