
saat ini aku sudah ada di dalam rumah yang sangat megah dan mewah.
"silahkan duduk tuan" kata salah satu orang yang mengantar ku masuk tadi.
dan saat aku duduk mereka berdua keluar dari ruangan itu.
dan beberapa menit kemudian,datanglah orang yang kemarin menghadang ku.
dia menuruni anak tangga ,dan menuju ke arah ku.
"selamat datang di kediaman ku tuan idris" katanya sambil duduk di kursi depan ku.
dan aku hanya menganggukkan kepala ku.
dan tanpa basa basi aku pun menyodorkan surat pernyataan yang sudah di tanda tangani kedua orang tua Jamila.
dan setelah orang itu membacanya aku menyodorkan lagi kertas surat perjanjian antara aku dan orang itu dan tentu saja harus ada tanda tangan Jamila di situ.
aku juga sudah meminta orang itu untuk menghubungi Jamila karena terus terang aku sudah tidak memiliki kontak nya.
'"baik lah kita tunggu Jamila karena orang ku sedang menjemputnya" kata orang itu.
"baik lah" jawab ku singkat.aku juga gelisa semoga saja Aisya bisa memaklumi ku.
__ADS_1
dan tak berselang berapa lama dari arah luar datang lah Jamila dengan dua orang mungkin itu orang suruhan yang tadi di bilang rentenir itu.
Jamila datang lalu duduk di samping ku ya walaupun kursinya berbeda tapi aku sangat tidak suka berdekatan dengan nya ,aku muak dengan semua kelakuannya selama ini.
dia tersenyum pada ku tapi aku tidak menanggapinya.
"baik lah karena di sini semua sudah lengkap ,ayo kamu bacakan isi surat perjanjian ini, biar semua nya bisa mendengarkan" kata orang itu menunjuk salah satu bodyguard nya untuk membacakan surat perjanjian yang aku buat.
dan salah satu bodyguard itu maju dan mengambil surat yang ada di meja di depan ku.lalu dia membacanya ,surat itu berisikan sebagai berikut.
pihak pertama : Muhammad Idris.
pihak ke dua. : Jamila
dengan ini pihak ke satu akan melunasi hutang hutang pihak ke dua kepada pihak ke tiga,.
dengan atau syarat bahwa pihak ke dua tidak akan menganggu kehidupan pihak ke satu dan seluruh keluarganya ,dan kalau sampai pihak kedua melanggar semua surat perjanjian di atas maka pihak pertama berhak menuntut/ melaporkan pihak ke dua ke pihak berwajib.
serta pihak ke dua harus menandatangani surat pernyataan yang di buat pihak pertama yang sudah di sertakan tanda tangan dari orang tua dari pihak ke dua.
dan untuk pihak ke tiga ,pihak pertama akan melunasi hutang hutang pihak ke dua dan pihak pertama berharap pihak ke tiga tidak meminjamkan uang lagi pada pihak ke dua.
demikian surat perjanjian ini dan harus di tanda tangani oleh ketiga belah pihak.
__ADS_1
itulah isi surat perjanjian yang sudah aku persiapkan.
"baiklah di mana tempat saya bertanda tangan" kata pak Ridwan. lalu menanda tangani surat itu.
dan saat waktunya Jamila ku lihat dia menatap surat itu tapi tidak ada niatan untuk menanda tangani surat itu.
aku pun bertanya padanya.
"ayo tunggu apa lagi ,cepat tanda tangani surat itu agar semua urusan ku dengan mu cepat selesai" kata ku sambil menatap tajam pada Jamila .
"kau sungguh tak berperasaan ," katanya terjeda karena sudah aku jawab
"apa kau bilang aku tak berperasaan , bukankah kata itu pantas aku yang bilang ke pada mu ,hanya demi kesenangan kau rela menjaminkan anak mu ,hanya karena kehidupan mewah kau rela mengorbankan keluarga mu apa masih pantas kau harus di kasihani" kata ku ,aku sudah tidak tahan untuk tidak membentaknya karena aku sudah muak dengan kepura puraannya selama ini.
dan mau tidak mau Jamila menanda tangani surat perjanjian itu.
dan setelah itu aku menyodorkan surat pernyataan yang sudah di bubuhi tanda tangan ku dan ke dua orang tua Jamila.
setelah membaca surat itu mata Jamila membulat dengan ekspresi yang sulit di artikan.
"cepat " kata ku sudah tidak sabar ingin pergi dari tempat itu dan Jamila pun menanda tangani ya .
setelah itu aku menyerahkan uang itu pada pak Ridwan dan tak lupa aku membawa ke dua surat itu sebagai bukti.
__ADS_1
aku pun pamit kepada pak Ridwan ,tanpa menghiraukan Jamila yang masih berada di situ ,tapi aku merasa ada yang janggal tapi ya sudah lah.