
"iya pak" jawab mbak sara.
lalu aku pun pergi menuju rumah makan ku.
dan pada saat di jalan menuju rumah makan ku aku kebetulan ketemu dengan Ais.
dari kejauhan aku lihat dia sedang berjalan sambil menenteng tas berukuran besar.
aku pun berinisiatif untuk berhenti.
dia berhenti karena memang aku berhenti tepat di depannya.
dan saat aku keluar dia tersenyum pada ku,melihat senyumnya aku merasa seperti ada energi positif yang merasuk dalam diri ku.
"pagi Ais, kok Ais jalan kaki" kata ku.
"pagi juga kak, iya pak Ais menghemat keuangan jadi lebih baik Ais jalan kaki" katanya malu malu.
mungkin karena hidup sendiri di perantauan dia lebih menghemat keuangan untuk bertahan hidup.
"kok tidak minta bantuan teman teman kalau mau pindahan,kan kakak kemarin sudah bilang" kata ku.
"tidak apa apa kak ,Ais tidak mau merepotkan teman teman,lagian barang Ais juga cuma ini saja" katanya sambil menunjukkan tas besarnya.
"ya sudah kalau gitu kita berangkat sama sama ke rumah makannya" kata ku menawari.
__ADS_1
"tidak usah kak ,Ais jadi tidak enak sama teman teman kalau tau satu mobil dengan bos" katanya menolak ajakan Ku.
"tidak apa nanti aku bilang sama mereka kalau bertemu Ais di jalan kan beres" kata ku,aku tidak mau kehilangan kesempatan bisa ngobrol santai dengan Ais,karena kalau sudah di tempat kerja Ais tidak akan mau aku ajak ngobrol.
dan sesampainya di mobil ais naik di belakang karena tidak mau menimbulkan fitnah katanya ,agar tidak canggung aku pun membuka percakapan dengannya.
"oh iya Ais kakak kalau boleh tanya ,apa Ais masih punya orang tua ,maaf kalau kakak lancang" tanya ku.
"tidak apa apa kak, sebenarnya Ais sudah tidak punya keluarga,Ais hanya punya paman,adik dari almarhum ayah Ais ,kalau dari ibu Ais tidak tau,karena setahu Ais ibu tidak pernah mengenalkan keluarganya,bahkan kakek dan nenek dari ibu Ais juga tidak tau" kata sambil berkacak kaca matanya ,mungkin dia ingat dengan mendiang ibu dan ayahnya.
"maafkan kakak karena membuat Ais sedih " kata ku.
"tidak tidak apa apa kak" katanya .
kami ngobrol ngobrol sampai tidak kerasa kalau sudah sampai di depan rumah makan.
"tidak apa apa kamu masuk saja" kata ku tak menghiraukan perkataannya.
"tapi"katanya. aku pun langsung membawa tas Ais ke dalam langsung menuju atas di mana itu tempat tidur para karyawan.
karena masih pagi jadi para anak buah ku masih belum keluar jadi tadi saat aku membantu Ais tidak ada yang tau.
"terima kasih Kak,atas bantuannya" ucap Ais pada ku .
"iya sama-sama,,semoga betah tinggal di sini ya , kalau ada apa apa jangan sungkan untuk minta tolong" kata ku .
__ADS_1
"iya kak" jawabnya dan aku langsung pergi dari situ menuju ruang kerja ku.
tapi saat aku menuju ke arah ruang kerja ku aku berpapasan dengan dini si bocah tengil itu.
"cie cie yang lagi senang ,senyum senyum sendiri" katanya,mulai ni anak reseknya nggak senang kalau kawannya senang.
"cie cie.cie" kata ku menirukan gaya Doni tadi. sambil ku lewati dia begitu saja.
"elah gitu aja ngambek bos,bos" katanya sambil membuntuti ku.
dan kami berdua menuju ke ruang kerja ku.
"oh iya aku lihat tadi kakak kok bisa bareng sama Aisya" tanya nya kepo.
"mau tau saja kamu , " kata ku .
"elah sensi amat bos" kata Doni.
"tadi itu aku ketemu di jalan sama dia ,kulihat dia kesusahan bawa tas besar jadi aku mengajaknya untuk ikut aku naik mobil" kata ku menjelaskan.
"oh gitu ceritanya" kata Doni.
"emang tadi malam Aisya tidak tidur di sini" tanya ku.
"belum ,katanya dia mau beres beres dulu sekalian berpamitan sama ibu kostnya, tadi malam juga sudah di tawari anak anak untuk bantu tapi dia nggak mau,soalnya dia juga mau pamit sama paman dan bibinya kalau dia sudah punya kerjaan dan pindah tempat tinggal" kata Doni,.
__ADS_1
"oh gitu,ya sudah, semoga dia betah kerja dan tinggal di sini" kata ku.
"ya semoga saja kak"