Suami Yang Tak Dihargai

Suami Yang Tak Dihargai
20


__ADS_3

brakk...


bunyi mobilku di tabrak oleh mobil yang ada di belakang ku,kulihat mobilku terseret oleh mobil yang menabrak ku dari belakang dan aku sudah tidak ingat apa apa lagi.


dan di sinilah aku sekarang aku berada di rumah sakit harapan.


aku tidak tau ,aku tidak sadar berapa hari ,hanya saja selama aku tidak sadar ,aku seperti berada di di tempat yang serba putih.


aku merasa bertemu dengan almarhum ibu ku, dengan sangat nyata.


"mengapa kau ada di sini nak ini bukan tempatmu untuk sekarang"kata almarhum ibuku ,ini sangat nyata apakah ini bukan mimpi aku bisa bertemu dengan orang yang sudah meninggal.


aku melihat diriku menggunakan pakaian serba putih,aku menjadi tambah bingung ,apakah aku sudah tiada sekarang ,lalu apa penyebabnya.


"ini di mana Bu" aku menjawab pertanyaan ibuku.


"ini bukan tempatmu nak ,pergilah dari sini masih banyak orang yang membutuhkanmu ,ada bapakmu ,ada Nadira putrimu yang pasti akan sedih kalau kau ada di sini nak ,jadi kembalilah" kata ibu ku,bukannya menjawab ibuku malah kembali berkata,sepertinya ibu ku tidak suka bertemu dengan ku, aku jadi teringat dengan putri ku dan bapak ku kalau tidak ada aku bagaimana nasibnya.

__ADS_1


"ku mohon pergi lah dari sini nak" ibu ku berkata sambil terus berjalan menjauh dan kulihat terus menjauh lalu hilang.


aku menjerit sekuat tenaga memanggil ibu ku dan dia tidak menoleh pada ku.


"Bu ....ibu...jangan tinggalkan aku Bu.,!!! seruku sekuat tenaga ,tapi ibu ku tidak sedikit pun menoleh pada ku.


"ibu......!!!!," lantang ku.


POV Jamila


malam itu aku ketahuan lagi oleh mas Idris ,


lalu aku pulang karena Nadira sendirian di rumah,emang sih biasanya mas Idris yang selalu pulang lebih awal untuk menemani Nadira, akan mah males ogah banget, karena semenjak ada Nadira perhatian mas Idris berkurang sama aku juga uang bulanan aku harus aku relakan buat dia beli susu sama keperluannya, jadi aku merasa menyesal dulu aku mengadopsinya, emang aku dulu yang menginginkan mengadopsinya tapi mengurus bayi itu sangat melelahkan ternyata.


ku lihat mas Idris keluar dari kamar langsung menuju mobilnya tanpa membawa Nadira.


ku lihat Nadira masih ada di kamarnya ,ternyata mas Idris lupa sama Nadira, aku samperin Nadira.

__ADS_1


"hey kamu ya yang mengasuh Sama ayah kalau bunda bawa teman teman bunda" kata ku sama Nadira ,aku membentaknya sambil nunjuk nunjuk sama di ,ku lihat dia gemetar ketakutan melihat ku.


"nggak bunda ayah pulang sendiri" katanya menjawab ku sambil bercucuran air mata , entah mengapa aku tidak punya iba sama sekali sama dia.padahal aku dulu sayang banget sama dia,mungkin bisa di katakan aku ini ibu yang paling egois di dunia ini.


aku melampiaskan kekesalan ku dengan memarahi Nadira, tapi aku di kaget kan dengan bunyi dering ponsel ku yang ada di saku celana ku.


aku merogoh saku ku dan kulihat ponsel ku.


ku lihat nomor tidak aku kenal, tapi waktu aku mau mengangkatnya ponsel ku mati.


tapi tak berselang lama ponsel ku bunyi lagi dan segera aku angkat.


"halo ...selamat malam" jawab ku.


"ya halo Bu selamat malam ,apakah benar ini keluarga saudara Idris"jawab orang di seberang telefon, aku penasaran kok bapak ini tau nomor Ku ya ,tapi dia tadi tanya mas idris mungkin tau nomor ku dari mas idris pikir ku.


"iya pak bebas "" kata ku menjawabnya,.

__ADS_1


"kalau benar ini keluarga saudara Idris ,kami dari pihak kepolisian mau mengabarkan bahwa saudara yang bernama idris mengalami kecelakaan dan sekarang berada di rumah sakit harapan dan........" kata bapak itu panjang lebar dan sebelum bapak itu melanjutkannya aku sudah menjatuhkan ponsel ku.


__ADS_2