Suami Yang Tak Dihargai

Suami Yang Tak Dihargai
24


__ADS_3

sesampainya di rumah aku langsung di sambut oleh putri tersayang ku dan juga keluarga ku yang tidak ikut menjemput ku.


di situ ada ibu mertua ku adik ipar ku ,tapi aku heran kok Jamila to idak ada yah,oh mungkin dia masih ada di dalam rumah pikir ku.


setelah aku di dudukkan di kursi roda,adik ku mendorong ku masuk ke dalam rumah.


"ayah ayah Dira kangen sama ayah,waktu ayah di rumah sakit Dira nggak boleh ke sana kata mbak kalau anak kecil nggak boleh masuk" kata putri ku panjang lebar, ya memang selama aku di rawat di rumah sakit aku tidak bisa bertemu dengan putri ku.


"iya sayang Karana di rumah sakit itu bukan tempatnya anak kecil, jadi nggak boleh" kata ku menjawabnya.


"tapi aku kan pengen peluk ayah " katanya sambil merentangkan tangannya.


dan aku pun otomatis membuka tangan ku untuk memeluknya,kasihan sekali putri ku kalau aku tidak selamat dalam kecelakaan tersebut bagai mana nasibnya pikir ku.


"tapi maafin ayah ya,ayah nggak bisa gendong Dira," kata ku

__ADS_1


"iya yah nggak papa, Dira janji nggak akan nakal lagi,kata bunda itu semua karena Dira nakal mangkanya ayah nggak bisa jalan" katanya, aku dan orang yang ada di situ kaget dengan ucapan putri ku


keterlaluan sekali Jamila menuduh seorang anak kecil yang menyebabkan semua ini terjadi,dia bukanya merasa bersalah tapi malah melimpahkan kesalahannya pada orang lain yang bahkan itu anaknya sendiri sungguh ibu yang tega pikir ku.


"enggak kok nak ini semua cuma musibah, kita semua harus ikhlas,jangan pernah menyalahkan diri sendiri ya" kata ku menjelaskan ,aku tidak mau anak ku berfikiran bahwa dialah penyebabnya semua musibah ini.


"sudah sudah ayo masuk ke ,Nadira sayang ayah kan,?, jadi nggak boleh sedih lagi biar ayah cepat sembuh". kata adik ku pada Nadira.


"iya Tante Dira sayang banget sama ayah" kata putri ku.


"iya Tante, ayo" Nadira ikut mendorong kursi roda ku.


setelah di dalam kamar aku juga tidak melihat keberadaan Jamilah ,entahlah dia ada di mana sekarang ,tapi sebelum aku menanyakannya ibu mertuaku mungkin tau pikiran ku.


"maaf kan anak ibu ya nak Idris ,Jamila tidak ikut menyambut kedatangan mu,tadi sudah aku larang pergi bekerja tapi dia tidak peduli dengan omongan ibu" kata ibu mertua ku.

__ADS_1


"tidak apa apa kok Bu Idris tidak masalah, ibu tidak perlu minta maaf,yang terpenting ada kalian semua bagi ku itu sudah cukup memberi ku semangat" kata ku.


"apakah selama ini Jamila seperti ini pada nak idris dan Nadira," kata ibu mertua ku lagi, dan kulihat wajahnya menampakkan kekecewaan pada putrinya.


"tidak kok Bu" jawab ku singkat ,aku tidak mau keluarga Jamila merasa bersalah pada ku.


"nanti kalau dia pulang akan aku tegur nak" kata ibu mertua ku lagi.


"jangan Bu, tidak usah ,mungkin Jamila masih tidak bisa menerima keadaan Idris yang seperti sekarang ini" jawab ku ,aku melarang ibu mertua ku menegur Jamila ,biarlah dia berbuat sesuka hatinya.


"yah udah nak Idris istirahat, ibu mau keluar dulu mau lihat Nadira ,soalnya tadi minta suapi makan nggak mau di suapi mbaknya" kata ibu mertua ku pamit keluar.


"iya Bu, Idris banyak terima kasih pada ibu dan bapak yang selama ini sudah merawat Idris dengan sabar" akan mengucapkan terima kasih ku ,karena memang kalau tidak ada ibu dan bapak mertua ku mungkin aku akan di rawat oleh Suster saja waktu di rumah sakit.


"tidak perlu berterima kasih nak, itu sudah menjadi kewajiban kita sebagai orang tua ,untuk menjaga dan merawat anaknya di waktu sedang kesusahan" jawab ibu mertua ku lalu dia melangkah keluar dari kamar ku.

__ADS_1


__ADS_2