
dan hari ini adalah waktunya aku kontrol dan terapi.
"sudah siap nak" kata ibu mertuaku sambil masuk ke kamar.
"sudah Bu " jawab ku ,semenjak aku tidak bisa berjalan sebisa mungkin aku berusaha untuk mengurus diri ku sendiri dan keperluanku sendiri aku tidak mau merepotkan ibu mertua ku karena beliau sudah lama berada di sini untuk membantu ku dan merawat Nadira putri ku.
apalagi Jamila juga sudah tidak pernah peduli kepadaku apalagi putri ku,dia bisa dengan bebas bergaul dengan teman temannya, pulang sesuka hatinya seperti tidak punya beban dalam hidupnya.
aku sangat malu sebenarnya pada ibu mertua ku.
aku selalu merepotkan nya.
aku melihat Jamila sudah menunggu di ruang tamu sambil memainkan hpnya.
"ayo buruan ini sudah jam berapa aku hari ini nggak cuti,hanya minta ijin satu jam telat masuk kerja" katanya sambil melirik pada ku,kulihat wajahnya yang sangat tidak bersahabat sepertinya dia jengkel pada ku mungkin baginya aku hanyalah beban untuk ya dan keluarganya.
walaupun aku sudah tidak bisa berjalan, tapi aku masih memberi nafkah untuknya dan keluarganya dengan tabungan ku yang aku kumpulkan selama ini tanpa sepengetahuannya.
__ADS_1
aku sebenarnya sangat kecewa di sini ,walau keadaanku seperti ini aku hanya merepotkan dia hanya untuk mengurus keperluan Nadira saja ,kalau urusan diriku sendiri aku bisa berusaha sendiri untuk mandiri mengurus diriku sendiri.
aku juga tidak meminta uangnya untuk keperluan berobat ku dan keperluan Nadira.
tapi sikapnya seolah olah dia yang membiayai pengobatan ku dan keperluan untuk rumah.
tapi di sini aku masih bersyukur mempunyai ibu dan bapak mertua yang tidak memandangku dari segi materi dan fisik ku,dan juga keluarga ku yang selalu memberiku semangat.
dari itu semua lah kekuatan ku untuk sembuh dan menjalani hari hari ku.
"kalau kamu nggak bisa anterin suami kamu jangan paksakan anterin, biar ibu sama bapak mertua kamu saja yang anterin, nggak usah kamu marah marah sama suami kamu!!" seru ibu mertua ku sambil keluar dari arah pintu dapur, sepertinya ibu mertua ku marah sama Jamila.
"ya nggak gitu juga Bu ,aku itu nggak boleh cuti lama lama sama bos aku, bukan nggak mau nemenin mas Idris " elaknya pada ibu mertua ku .
"alah alasan aja kamu" jawab ibu mertua ku,mungkin ibu sudah mulai tahu watak anaknya yang sudah berubah.
"kan aku kerja juga demi kalian semua" kata Jamila lagi.
__ADS_1
"apa kata mu" jawab ibu mertua ku sambil menunjuk muka Jamila. dan kulihat Jamila terlihat ketakutan.
aku disini hanya diam saja ,kubiarkan mereka berdua berdebat.
"kamu kerja demi kami semua ,sedangkan yang aku lihat kamu kerja untuk kesenangan dan kebutuhan mu sendiri,uang belanja dan semua kebutuhan rumah masih dari suami mu walaupun suami mu sudah tidak bekerja!!" bentak ibu mertua ku pada Jamila ,kulihat ibu mertua ku tidak terima Jamila menyalahkan aku.
"ayo jawab, kamu nggak bisa jawab kan,ibu merasa malu sebagai orang tua mu biaya kehidupan kami semua pun di tanggung oleh suami mu, bahkan biaya sekolah adikmu suami mu yang menanggung, apakah pantas kamu bicara seperti itu padanya ,walaupun dia sudah cacat tapi masih sanggup untuk membiayai kehidupan kita semua yang masih sehat hah..." bentak ibu panjang lebar ,bahkan terlihat Jamila mau menyela
pun tidak bisa.
"sudah sudah Bu aku tidak apa apa" cuma itu jawaban ku.
"ada apa ini" kata bapak ku ,mungkin bapak mendengar pertengkaran antara ibu dan anaknya.
"tidak ada apa apa besan, apakah besan sudah siap untuk mengantar ke rumah sakit, karena Jamila katanya tidak bisa ambil cuti" kata ibu mertua ku ,dia berusaha tenang dan menahan emosinya.
"iya tentu saja bisa, ayo kali sudah siap kita berangkat" kulihat bapak ku juga berusaha tenang atas sikap Jamila.
__ADS_1
dan kami pun semua berangkat tanpa Jamila ,karena setelah perdebatan itu dia keluar entah kemana.
maaf ya gaes author lama banget nggak muncul karena efek puasa dan lebaran๐๐๐