
"assalamu'alaikum " aku dan bapak mengucap salam , dan otomatis Aisya langsung menoleh ke arah kami.
"wa'alaikumsalam" jawab Ais.
"mas sudah pulang, itu Ais sudah siapkan kopi buat mas dan bapak" kata Ais ,dan aku pun melihat ke arah meja memang benar sudah ada 4 cangkir kopi dan cemilan di meja.
aku pun mengajak bapak untuk duduk menikmati kopi buatan Ais.
aku langsung menyeruput kopi ku begitu pula dengan bapak.
"sungguh bapak bersyukur kamu kini sudah menjadi seorang suami,dan memiliki istri yang baik" kata bapak sambil memakan cemilan. karena memang dulu Jamila mantan istri ku tidak pernah berbuat seperti Ais ,kalau pun datang berkunjung ke rumah bapak pasti dia akan bertindak seperti tamu,semua sudah di siapkan jangan kan makanan kopi pun bapak tidak pernah di buat kan oleh mantan menantunya yang dulu.
"Alhamdulillah pak Idris bersyukur" jawab ku.
"Aisya juga menerima ku dengan apa adanya" lanjut ku.
"iya ,kamu jaga dan lindungi dia karena dia sudah tidak punya keluarga selain pamannya" kata bapak.
kami pun ngobrol ngobrol Samapi tak terasa hari mulai siang.
karena ini hari Minggu adik ku juga libur,dia belum keluar dari sejak pagi.
aku masuk ke dalam rumah ,ku lihat Nadira sudah mandi ,kok tumben dia tidak cari aku pikir ku.
"anak ayah tumben nggak nyariin ayah" kata ku kepada Nadira yang sibuk dengan adik dan mainannya. dan dia menoleh pada ku.
"sudah wangi aja" lanjut ku.
"iya dong yah, kan Dira sudah punya bunda sekarang , jadi ada yang mandiin " katanya.
__ADS_1
"tadi di mandiin bunda" kata ku.
"iya " jawab Nadira.
"mana bunda nya sekarang" tanya ku.
dan bukan Nadira yang jawab tapi adik ku yang jawab.
" noh ,kakak lagi nyiapin sarapan" kata adik ku sambil menunjuk ke arah meja makan .
"tadi sudah aku larang , biar bik asih saja tapi kakak ipar nggak mau ,katanya sudah biasa" kata adik ku.
"beda ya bang Sama yang dulu" lanjut adik ku, yang memang sudah hafal dengan kelakuan Jamila mantan istri ku.
"iya" jawab ku
" oh iya rencana , mau bulan madunya kemana" goda adik ku.
"ih apaan , ya haruslah ,kapan mau punya dedek nya kalau gitu" kata adik ku sambil tertawa cekikikan. karena aku pelototi.
"ayah mau punya dedek , hore,,hore" kata Nadira sambil bersorak gembira,.
"iya Dira kalau mau cepat punya adik,Dira tidur sendiri di kamar Dira,jangan tidur sama ayah dan bunda" kata adik ku meracuni pikiran putri ku.
"Dhe" desah ku.
"apa sih bang" kata adik ku.
"memang iya Tante, Dira harus tidur sendiri biar ayah sama bunda bikin adik" kata Dira kan kan kan pikiran putri ku sudah teracuni.
__ADS_1
"iya dong" kata adik ku tambah tertawa.
"is jangan kau racun ni pikiran ponakan mu," kata bapak menengahi.
"kasian kakak ipar mu tu,di dalam malu, mau keluar katanya malu" lanjut bapak.
aku pun beranjak ke dalam untuk melihat Ais dan ternyata benar dia malu katanya mau keluar.
"ayo keluar" kata ku mengajak Ais.
"malu mas " katanya.
"nggak usah malu kan sama adik sendiri," kata ku.
"tapi Ais malu mas, " kata Ais .
"apa Ais mau ke kamar aja sama mas,bikin dedek buat Nadira" kata ku ,mala aku sekarang yang godain Ais.
"ih, mas " kata Ais sambil mencubit lengan ku.
"ya udah kalau gitu, ayo keluar kita sarapan sama sama,atau mau sarapan berdua di kamar" kata ku sambil menarik turunkan alis ku.
"ih ,iya ayo kita sarapan jangan godain Ais melulu kan tambah malu Ais" katanya.
"iya iya ayo" kata ku,dan kami berdua keluar untuk sarapan pagi bersama.
dan saat kami sudah duduk di posisi masing masing.
" bunda ,bunda, nanti bunda sama ayah bikin adik buat Dira ya" celetuk Nadira putri ku.
__ADS_1
dan,. krik ...krik...suasana di situ menjadi hening dan sedetik berikutnya menjadi riuh karena tawa dari adik ku yang super jail.