Suami Yang Tak Dihargai

Suami Yang Tak Dihargai
81


__ADS_3

"aku " kata Ais menggantung.


" aku nggak maksa kamu untuk mau Ais,aku akan terima apa pun keputusan mu" aku sadar jika aku terlalu kepedean dengan diri ku sendiri,jadi aku juga akan iklan dengan apa jawaban Ais.


"bukan gitu kak,Ais mau" ucapnya cepat.dan aku pun melongo dengan jawabannya,yes ternyata selama ini cinta ku tak bertepuk sebelah tangan.


"apa Ais ,Kakak nggak dengar tadi" kata ku menggodanya sekaligus memastikan ,takutnya kuping ku ini bermasalah.


"Ais mau kak" jawabnya malu malu kucing.


"Alhamdulillah " ucap ku bersyukur.


"kalau gitu, aku akan segera ke rumah paman mu untuk melamar mu segera" kata ku.


"baik kak,akan aku sampai kan kepada paman dan bibi ku.


"tapi kalau boleh Ais mau minta persyaratan kak" katanya ,dan membuat ku mengernyit.


" persyaratan apa Ais" jawab ku.


"setelah kakak melamar ke pada paman ku,aku minta kita jalani ini selama setahun, apa Kakak mau" ucapnya.


"ya kakak mau ,apapun itu keputusan mu,sekalian kita berdua saling mengenal satu sama lain dalam setahun ini" jawab ku, mungkin Ais takut jika terburu buru,karena memang kita adalah dua orang yang berbeda karakter.


"Alhamdulillah,Ais berterima kasih kasih pada kak,karena kakak sudah mengerti " katanya.


"karena Ais mau membahagiakan paman dan bibi dalam satu tahun ini," lanjutnya.


aku salut akan sikap Ais yang ingin membahagiakan orang yang sudah mengasuhnya.

__ADS_1


"jadi kita deal ,pacaran ya mulai sekarang" kata ku tanpa rasa malu sedikit pun ,aku jadi merasa seperti ABG baru pertama jatuh cinta.


"iya kak" kata Ais malu.


"ye...ye...hore Dira mau punya bunda" celetuk Dira keluar dari persembunyiannya, oh dari tadi ternyata menguping pembicaraan kami berdua,dasar bocil.


"jadi kamu dari tadi nguping" kata ku.


"he...he ..,iya yah,habisnya Dira penasaran" katanya tanpa rasa bersalah dan sambil menuju ke pangkuan Ais.


"jadi ayah dan bunda sekarang pacaran" kata dira.


"tau dari mana kamu , tentang istilah pacaran itu" selidik ku pada Dira.


"kan Dira lihat di televisi yah " jawabnya.bisa aja jawabnya anak ku ini.


"ya udah ayo sudah sore , kita berangkat " ajak ku pada mereka berdua.


sampai di sana ,pengunjung rumah makan ku masih ramai ,karena memang masih sore.


aku pun menuju ruang kerja ku,karena sedang ramai Ais pamit mau menggantikan Doni yang sedang kewalahan melayani para pelanggan yang ingin membayar di kasir.


cukup lama aku berada di rumah makan karena Nadira merengek tidak mau pulang,dengan terpaksa aku membiarkan dia.


aku menyibukkan diri ku di ruang kerja ku,sampai terdengar pintu di ketuk.


tok...tok ..tok...suara pintu di ketuk dari luar ,entah siapa yang jelas kalau Doni tidak mungkin karena biasanya dia akan langsung nyelonong masuk tanpa permisi.


"masuk " kata ku.

__ADS_1


dan terlihat pintu terbuka dan yang masuk ternyata si Doni.


"tumben ketuk pintu dulu" kata ku,sambil sekilas memandangnya.


"ya lagi pengen aja" katanya.


"ku lihat dari tadi semenjak datang kakak terlihat sumringah ,apa ada kabar baik" tanyanya ,memang Doni sahabat ku yang paling peka orangnya,bisa langsung mengetahui kalau aku lagi bahagia.


"em.... aku sudah menyatakan perasaan ku pada Aisya" kata ku cepat.


Doni melongo mendengar pernyataan ku.


"apa?,oh kau memang kakak ku, hebat kau kak,tapi dari raut wajahmu yang sumringah pastinya kakak sudah di terima nih" katanya.


aku hanya menganggukkan kepala ku saja.


"sungguh aku tak menyangka, kalau kakak beneran suka sama Ais,bukan karena dia dekat dengan nadira" katanya.


"sebenarnya, aku suka sama dia semenjak aku bertemu pertama kali dengannya" kata ku lagi.


" berarti cinta pada pandangan pertama,oh so sweet " katanya dengan muka di buat seimut imutnya.


"sialan kau" kata ku.


"aku salut dengan keberanian kakak" kata Doni.


"sebenarnya aku juga takut,takut di tolak karena aku duda anak satu" tutur ku.


"he...he, tapi buktinya kakak di terima kan" kata Doni.

__ADS_1


"iya,dan dia mempunyai syarat ,aku di suruh nunggu satu tahu ,karena dia mau membahagiakan paman dan bibinya yang sudah membesarkannya" tutur ku.


__ADS_2