
"what" pekik mereka berdua serempak.
mereka melihat ke arah ku dan aku pun menganggukkan kepala ku tanda iya.
"'ya Tuhan selamat ya Ais ,tapi" kata kak Denys
"tapi apa kak" tanya ku.
"apa kamu menerimanya,kalau kamu tak menerimanya tak akan ada ke ajaiban lagi Ais" kata kak Denys melanjutkan perkataannya yang tadi menggantung.
"iya kak aku menerimanya,dengan satu syarat tapi" kata ku.
"aduh Ais,syarat apa lagi " kata kak sindy.
"aku mau menikah dengannya tapi satu tahun lagi karena aku masih mau membahagiakan paman dan bibi ku karena merekalah orang yang paling berharga dalam hidup ku,kalau tidak ada mereka entah akan seperti apa hidup ku" kata ku sendu.
" sungguh ,aku kagum dengan mu Ais ,walau pun kau di ajak menikah oleh orang yang kau sukai ,tak lantas kau melupakan keluarga yang sudah membesar kan mu, salut aku" kata kak Denys sambil memeluk ku haru.
"iya" kata kak sindy bergabung memeluk ku juga .
"jadi ceritanya ini sudah resmi pacaran," kata mereka.
"cie cie" goda mereka berdua.
"selamat ya ,semoga bisa sampai ke pelaminan ,dan tidak ada halangan" ucap doa mereka berdua.
"amin" kata ku.mengaminkan doa mereka berdua.
🥀
🥀
__ADS_1
🥀
Minggu ini kak Idris rencananya akan melamar ku,dan membawa orang tuanya atau lebih tepatnya bapak dan adik perempuannya karena ibu kak Idris sudah lama meninggal.
aku juga belum pernah di ajak ke rumah orang tuanya.
kring....kring ...bunyi suara hand phone ku berdering,maklum suaranya jadul karena memang hand phone ku juga jadul.
aku pun mengambil dan melihat siapa yang menelepon ke hand phone ku.
dan ternyata itu telepon dari kak Idris.
aku pun mengangkatnya.
" halo assalamu'alaikum" aku memberi salam.
"wa'alaikumsalam" jawab kak Idris di seberang sana.
"gini Ais tolong sampai kan pada paman dan bibi kami kalau kakak sekeluarga akan datang ke rumahnya untuk silaturahmi sekalian melamar kamu" kata kak Idris menjelaskan. dan aku pun langsung malu,mendengar penuturannya.
"iya kak, insya Allah akan Ais sampai kan,dan sekalian Ais juga minta ijin pada kakak untuk pulang untuk membantu di sana" kata ku.
"iya ,jadi kamu akan berangkat kapan,aku akan menyuruh orang untuk mengantar mu" kata kak Idris menawarkan.
"tidak usah kak, Ais naik bus saja sekalian bawah barang barang adik adik ais yang Ais beli di sini" kata ku menolak karena sungkan.
"tidak ada penolakan ,apalagi kamu bawah barang banyak " kata kak Idris penuh penekanan.
dan aku pun pasrah.
"ya kak, aku nurut apa Kata kakak saja" jawab ku.
__ADS_1
"bagus ,itu baru calon istri kakak" kata kak Idris menggoda ku,dan aku pun tersenyum malu walau pun kak Idris tidak melihat ku,kalau pun kak Idris bisa melihat ku pasti dia akan melihat wajah ku yang seperti kepiting rebus.
"ya udah kakak tutup teleponnya ya,sudah malam tidur ,jangan lupa berdoa dan mimpikan kakak" kata kak Idris makin gencar menggoda ku.
"assalamu'alaikum" salamnya dan menutup teleponnya setelah aku menjawab salamnya.
aku berfikir besok pagi saja aku mengabari pama. dan bibi kalau keluarga kak Idris akan datang ke sana.dan sekalian aku bilang kalau mau pulang.
karena sudah malam aku pun tertidur dengan senyum senyum mengingat gombalan yang kak Idris berikan kepada ku.
dan aku pun tertidur dengan sendirinya.
🍥
🍥
🍥
Lamat Lamat ku dengar suara adzan Subuh,aku pun menggeliat dan segera bangun karena adzan sudah berkumandang di masjid dekat tempat tinggal ku.
aku pun bergegas pergi ke kamar mandi,mandi dan bersuci untuk menunaikan kewajiban sebagai umat muslim.
setelah selesai solat subuh aku bergegas pergi ke dapur untuk minum air putih,dan melihat bahan bahan untuk masak hari ini,karena semenjak aku tinggal di sini aku di tugaskan memasak untuk makan para karyawan ,karena kata mereka bosan makan masakan yang di jual di rumah makan .
karena di sini memang dapat jatah untuk makan tapi mereka memilih memasak sendiri untuk makan mereka.
baru aku keluar dari kamar aku bertemu dengan kak Denys dan kak sindy,,.
mereka bangun untuk mengerjakan tugas masing masing.
aku bagian masak untuk sarapan,kak Denys bagian bersih bersih di luar dan kak sindy bagian beres beres di dapur.
__ADS_1