
dan disini aku sedang berada tepat di depan rumahku, aku tidak mau lama lama meninggalkan Nadira,aku tidak ingin egois sampai sampai menelantarkan anakku.
kulihat rumahku sepi sejak saat kejadian itu, aku tidak tau Jamila entah berada dimana aku sudah sangat kecewa padanya dan tidak mungkin juga dia berani pergi ke rumah orang tuanya karena dia tidak mungkin berani mengasuh pada orang tuanya atas kelakuannya .
aku selama ini yang menanggung semua biaya kedua orang tuanya dan juga adiknya yang masih sekolah.aku tidak pernah membeda bedakan antara orang tua ku sendiri dan orang tuanya. karena bapak Jamila sudah tidak mungkin untuk bekerja karena sudah tua, kalaupun ada hanya jadi buruh tani di sawah orang dengan gajih yang tidak seberapa sedangkan adik Jamila membutuhkan biaya untuk sekolahnya.
aku merogoh saku celanaku untuk mengambil konci cadangan yang selalu aku bawah karena sering pulang malam,setelah ketemu aku mau memasukannya kelubangnya tapi kunciku belum masuk pintu rumahku terbuka dari dalam dan seseorang keluar dari rumah dengan terkejut .
ya dia Jamila yang keluar dari rumahku, aku kira dia tidak akan berani pulang kerumah sejak kejadian itu, tapi ternyata aku salah dia sekarang Mala berada di rumah ku,baiklah aku tidak akan terus menghindar aku akan membereskan masalah rumah tanggaku, aku tidak mau egois ini hanya demi Nadira putriku ,aku harus mengambil keputusan walaupun nantinya aku sendiri yang akan tersiksa bayang bayang perselingkuhan Jamila.
"mas sudah pulang" tanyanya padaku tanpa beban dan merasa bersalah sedikitpun kepadaku mungkin selama ini aku terlalu memanjakannya jadinya dia menjadi ngelujak.
"iya 'kataku dingin dan datar.
__ADS_1
"mas dari mana saja aku selalu menungguas untuk pulang dan diana Nadira aku pikir Nadira ada sama mas" oh berarti dugaanku benar dia tidak pergi kerumah orang tuanya jadinya aku lega ,karena aku tidak mau membebani pikiran mertuaku dengan kelakuan putrinya.
"aku dari kerja dan Nadira aku titipkan ke ibumu "dan aku milih melangkah masuk kedalam rumah karena jujur saja aku merasa sakit hati kepadanya.
selesai mandi aku keluar kamar tujuanku aku mau kedapur mau membuat kopi, tapi aku di kagetkan dengan keberadaan Jamila yang berada di meja makan.
"mas mau makan udah aku siapin"" tawarnya padaku, aku sebenarnya males tapi aku melihat makanan sebanyak itu nanti mubazir dan aku pun duduk tanpa menjawab ajakannya.
"mas aku mohon maaf sekali lagi pada mas karena aku lagi lagi mengkhianatimu mas" katanya sambil menangis.dan aku tidak menggubrisnya
"dan aku mohon beri aku kesempatan mas ini semua demi Nadira putri kita,kamu tega kalau Nadira tinggal terpisah dari bundanya" katanya lagi ,kalau sudah ketauan selingkuh Nadira sekarang yang di jadikan alasan emang dasar wanita egois pikirku dalan hati.
aku langsung menoleh kepadanya lalu berkata.
__ADS_1
"eh apa kau bilang aku tega sama Nadira bukan kebalikannya , sekarang kau berkata seolah olah di sini aku yang salah, apa kamu pernah berpikir sebelumnya bahwa perbuatanmu ini bisa merusak mental Nadira!!!" bentakku,aku sudah tidak bisa menahan emosiku.
"ma maafkan aku mas memang aku yang salah disini" katanya sambil bersimpuh di kakiku dan menangis.
"duduklah jangan bersimpuh seperti ini, jangan seakan akan aku menjadi suami yang tega kepada istrinya,"
"baiklah aku akan memberi keputusan ku, aku akan memberi kesempatan buatmu, tapi ingat ini semua demi Nadira cuma nadira,dan orang tuamu, karena aku tidak ingin orang tuamu tau kelakuanmu yang bisa membuat orang tua malu,," kataku sambil menyindirnya supaya dia menjadi orang yang tau diri.
"baiklah mas, terima kasih akan kemurahan hatimu mau menerima ku kembali, aku juga terima kasih sudah tidak menceritakan keburukan ku pada kedua orang tuaku."
lalu aku pun berlalu meninggalkannya di meja makan sendirian.
.
__ADS_1