
"yah bukannya itu bunda" katanya sambil terus menatap ke arah belakang ku.
dengan spontan aku pun menoleh ke belakang ku.
dan betapa terkejutnya aku setelah aku menoleh ke belakang ternyata benar itu Jamila,dan yang membuat ku lebih terkejut lagi dia sedang bersama seorang laki laki sedang pegangan tangan.
aku gugup sekali karena di situ ada putri ku, kalau aku sendirian mungkin aku sudah biasa melihat pemandangan seperti itu.
karena di Waktu aku terbaring lemah masih tidak bisa bergerak ,Jamila selalu membawa teman Lak lakinya datang kerumah ku.
dan itu pun dia tanpa sungkan memamerkan kemesraannya di depan ku.
mungkin dia pikir aku akan cacat selamanya.
POV ( Idris)
waktu ayah yang bu mertua ku akan kembali ke desanya ,aku masih di temani oleh bapak ku sendiri.
tapi tak berselang berapa hari bapak juga pulang kerumahnya.
aku waktu itu hanya bisa menggerakkan tangan ku walaupun hanya sekedar bergeser.
tapi itu pun aku sudah bisa bergeser untuk menuju ke kursi roda ku.
waktu itu aku sendirian di rumah karena mbak sedang mengantar Nadira ke sekolah tapi setelah itu dia sekalian belanja ,biasanya sehabis mengantar Nadira mbak pula g dulu untuk bersih bersih rumah.
jadi dia sekalian dari belanja langsing Menjemput nadira.
aku mendorong roda kursi rodaku dengan tangan karena aku ingi berjemur di samping rumah.
__ADS_1
dan waktu aku membuka pintu kamar ku betapa terkejutnya aku ,melihat dua orang manusia sedang bercumbu di ruang tamu.
oh jadi ini yang di lakukan ya selama aku sakit,pantas saja dia tidak pernah peduli sama sekali pada ku.
aku pura pura tidak melihatnya dan aku keluar lewat pintu samping rumah ku.
walau ada suara berisik dari kursi roda ku mereka sama sekali tidak terganggu atau takut ketahuan.
mungkin ini semualah alasan Jamila menyuruh arang tuanya segera pulang kerumah mereka.
POV (Idris) end.
"bunda" lantang putri ku.
aku pun menoleh pada Putri ku.
terlihat dia begitu terkejut,lalu kulihat dia melepas genggaman tangan si pria itu.
ku lihat wajahnya merah padam seperti menahan amarah ,entahlah.
dia tidak merespon sama sekali ucapan putrinya
kulihat dia melihat kearah putri ku tapi sambil matanya melotot .
mungkin selama ini seperti ini yang di lakukan nya di belakang ku.
'"yah, itu bunda kan ya,kok nggak jawab ya aku panggil" kata putri ku bertanya pada ku, mungkin dia juga bingung.
aku juga tidak bisa menjawab , akan takut putri ku akan kecewa.
__ADS_1
"sudah sudah ,kalau bunda nggak jawab berarti bunda sedang tidak ingin di ganggu" jawab ku sambil memberi pengertian.
"oh gitu ya yah,tapi bunda kok sama orang itu pegangan tangan" tanya putri ku lagi, aku pun bingung harus menjawab apa.
di satu sisi aku ingin marah ,tapi ini masih di tempat umum.di satu sisi lagi aku tidak ingin putri ku tau kalau orang tuanya sedang tidak baik baik saja.
"mungkin itu teman kerja bunda" hanya jawaban itu yang bisa aku berikan pada Putri ku.
semoga dia mengerti dan tidak tanya lagi.
"iya ya paling yah" jawabnya ,dan membuat ku lega.
"ya udah katanya mau es krim sebentar ya ,ayah panggil pelayan" lanjut ku padanya.
"iya yah yang rasa coklat dan stroberi ya" jawabnya
"beres bos" aku sengaja menjawab seperti itu agar dia tidak ingat dengan keberadaan bundanya.
saat aku akan memanggil pelayan ,sekilas aku melihat Jamila akan keluar dari tempat makan dengan pria itu.
bahkan dia melewati kami berdua tanpa menoleh sedikit pun,seperti orang yang tidak kenal.
aku pun juga tidak menghiraukannya.
setelah selesai makan es krimnya , dan kebetulan mbak sudah selesai belanja.
aku menyuruh mbak pesan makanan untuk dirinya tapi dia tidak mau ,katanya tadi sudah beli makanan sambil belanja.
kami pun memutuskan untuk pulang, karena mobil yang di pesan sudah menunggu di depan.
__ADS_1