Suami Yang Tak Dihargai

Suami Yang Tak Dihargai
62


__ADS_3

"sebenarnya ada apa sih Kak, kok aku jadi penasaran" tanya Doni setelah kami berada di dalam kantor ku, tempat biasa yang aku tempati jika sedang meriksa keuangan.


"tidak ada apa apa" kata ku sambil senyum senyum mengingat wajah lucu Aisya .


"tidak ada apa apa tapi kok senyum senyum sendiri" kata Doni meledek ku.


"nanti aja deh aku kasih tau" kata ku.


"apa ini bersangkutan dengan kakak yang tadi senyum senyum, sedang kasmaran ya" tebak Doni.


"ah kamu ini kepo aja " kata ku.


"oh iya bahan apa saja yang udah habis" tanya ku.


"ah kakak jangan ngelak deh ,jangan Alihkan pembicaraan" kata doni masih penasaran, memang dia teman curhat ku selama ini kalau aku ada masalah, apapun itu karena memang dia aku anggap sebagai adik dan sahabat ku sendiri walau kita beda usia, dia bisa mengimbangi ku untuk bertukar pikiran.


"udah nanti saja aku ceritain ,kita bahas pekerjaan dulu" kata ku serius.


"ya ya..beneran ya" kata di i masih ngeyel.


"iya" kata ku sambil melihat buku keuangan rumah makan ku.


"ini semua catatan bahan bahan yang harus di beli kak" kata Doni sambil menyodorkan selembar kertas berisikan daftar bahan bahan yang sudah habis.


"kamu pegang saja ," kata ku.


"mungkin kakak mau periksa" saran Doni.


"tidak usah Don kakak sangat percaya sama kamu" jawab ku dan dia pung mengangguk.

__ADS_1


karena kalau aku sudah percaya pada seseorang maka aku akan selalu percaya padanya.


"oh iya Don ,apa kamu sudah dapat pengganti buat jaga di kasir?" tanya ku.


"belum kak ,susah sekali mencari orang yang mau bekerja dengan sungguh sungguh" kata Doni.


"ini saja biasanya aku yang merangkap jadi kasir" lanjutnya.


"apa kakak punya pandangan mungkin, bisa di rekomendasikan" tanya nya lagi.


"sebenarnya kakak punya pandangan , tapi kakak baru mengenal orang ini, bagai mana menurut mu, dia juga anak rantau seperti yang lainnya" kata ku.


"ya di coba dulu kak mungkin dia mau" saran Doni .


"ya jelas mau Din ,dia sangat butuh pekerjaan " kata ku.


"jangan jangan orang ini yang buat kakak senyum senyum tadi" kata Doni sambil senyum senyum .


"ya kali aja" lanjutnya.


dan kami pun tertawa bersama ,sudah lama sekali aku tak pernah sebahagia ini dalam hidup ku.


"sebentar aku hubungi orangnya biar besok datang kesini" kata ku.


"sebentar kamu diam jangan tertawa melulu" lanjut ku, karena dari tadi Doni masih terus tertawa meledek ku.


"iya ,iya,siap bos" katanya masih sambil tertawa tapi di tutupi dengan tangannya.


aku pun memencet nomor yang aku simpan tadi.

__ADS_1


Tut....Tut... Tut...


suara dering telepon ku tersambung tapi belum di angkat.


klek..sambungan Terhubung.


"assalamu'alaikum" jawab suara salam di seberang sana.


"wa'alaikumsalam" aku menjawab salam.


"maaf ini siapa ya? tanya Ais pada ku.


"ini kak Idris Ais masa lupa sama suara kakak" kata ku.


"maaf ,maaf kak Ais nggak ngenalin suara kakak" kata ais .


"iya tidak apa apa" kata ku.


"oh iya Ais ,kakak mau ngomong yang tadi,katanya Ais butuh pekerjaan ,di rumah makan kakak kebetulan ada lowongan menjadi kasir,apa Ais mau " ? kata ku panjang lebar.


"kalau Ais mau besok langsung aja ke rumah makan kakak ya,nanti aku kirim lewat pesan alamatnya" lanjut ku.


"Alhamdulillah ini beneran kak ,aku beneran di terima di rumah makan kakak ,saya mau kak kerja apa saja,sebagai cuci piring pun saya mau kak yang penting halal " katanya bahagia.


"iya beneran, ya sudah kalau gitu kakak tutup ya teleponnya,sebentar lagi aku kirim alamatnya" kata ku.


"iya kak, siap" jawabnya.


"assalamu'alaikum" salam ku mengakhiri percakapan.

__ADS_1


"wa'alaikumsalam" jawabnya dan aku pun menutup sambungan telepon ku.


aku pun menulis pesan berisi alamat rumah makan ku,dan langsung ku kirimkan ke nomor Ais.


__ADS_2