
hampir pukul setengah sepuluh malam Jamila pulang ke rumah, aku juga masih terjaga karena Nadira baru saja tidur katanya menunggu bundanya pulang ,tapi yang di tunggu tunggu sampai larut tidak juga pulang sampai dia ketiduran.
"dari mana saja kamu jam segini baru pulang,!!" tanyaku padanya padahal jam pulang kerjanya pukul 4 sore.
"biasalah mas aku habis lembur ,terus di ajak teman makan makan"jawabnya enteng sambil berlalu pergi ke kamar, dia juga tidak menanyakan Nadira apakah dia rewel atau apalah tidak sama sekali benar benar bunda yang tega,kalau sama aku dia tidak menghargai ku aku tidak apa , tapi dengan Nadira anak yang selama ini di nantikan nya dia tidak peduli sama sekali.
aku masih menunggu Jamila keluar dari kamar, setelah beberapa menit dia keluar.
"aku mau bicara sama kamu " seruku padanya.
"mau bicara apa mas, aku capek mau tidur, tidak bisa besok pagi aja," jawabnya.
"tidak bisa, ini masalah Nadira, lagian kalau besok kamu pasti juga tidak bisa karena ingin cepat cepat berangkat" kataku ,aku tidak ingin di bantah lagi pikirku.
__ADS_1
"ya sudah tapi jangan lama lama" jawabnya sambil duduk di depanku.
"tadi kamu di antar siapa pergi kerja" aku langsung saja bicara tidak mau basa basi,aku penasaran dia akan jawab apa.
"aku ,oh tadi aku di antar sari teman aku,emang kenapa mas" jawabnya ,apa katanya di antar sari temannya padahal aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kalau yang menyetir mobil seorang pria dan dia duduk di sampingnya.
"mungkin aku tadi salah lihat, sepertinya mirip kamu tadi di antar mobil sama pria, oh tapi tidak mungkin kan kamu tadi berangkat buru buru takut telat"kataku pasrah karena Jamila tidak mau mengaku, mungkin ini sudah jadi takdirku karena menjadi suami yang tak pernah di hargai oleh istrinya.
"ya iya lah mas salah lihat kan aku tadi berangkat pagi" tukasnya,lalu kami sama sama di diam.
"dia juga tadi bilang maunya di suapi bunda, aku mohon padamu walaupun sebentar perhatikanlah Nadira ,dia juga butuh kasih sayang seorang ibu ," kataku panjang lebar.
"alah dia juga sudah besar, harus jadi anak yang mandiri ,masak makan aja minta di suapi " sahutnya tidak terima,.
__ADS_1
"apa salah seorang anak maunya di sayang atau minta di suapi oleh ibunya apakah salah hah,!!!" nadaku suaraku mulai meninggi, apa yang ada di pikiran Jamila anak umur 5 tahun sudah tidak butuh kasih sayang ataupun perhatian dari orang tuanya,.
karena aku emosi aku masuk ke dalam kamar , ku tinggalkan Jamila di luar ,aku tidak mau hilang ketika kontrol dan memukulnya,.
POV Jamila
aku berangkat pagi pagi sekali, sampai sampai Nadira yang mau mencium tanganku tidak aku gubris.
aku sebenarnya hari ini libur tapi karena aku mau pergi sama pacar baruku yang tajir,aku pura pura sama mas Idris berangkat kerja , ku buat seolah olah aku buru buru agar tidak telat, tapi sebenarnya itu hanya aktingku saja biar dia percaya.
aku tidak menyangka kalau mas Idris melihatku berada di dalam mobil bersama pacarku,untung saja aku aku bisa berkelit jadi dia tidak tau kalau aku berbohong padanya.
ku bilang tadi aku di jemput rekan kerjaku sari dan kulihat dia percaya padaku, jadi aman pikirku aku tidak ketahuan.
__ADS_1
lalu dia berkata soal Nadira minta diperhatikan, aku selama ini sudah menyayanginya,tapi karena adanya anak itu, aku jadi tidak bisa keluar bebas dengan teman temanku bahkan dengan gebetan gebetan baruku, semenjak aku ketahuan berada di hotel dengan pacarku, aku lebih berhati hati kalau ketemuan dengan pacar pacarku , bukannya aku takut sama mas Idris tapi aku uang Bulanan keluargaku nggak di kasih sama mas Idris, aku masih membutuhkannya demi keluargaku, memang aku di sini egois tapi mau bagaimana lagi.