Suami Yang Tak Dihargai

Suami Yang Tak Dihargai
93


__ADS_3

setelah kejadian Nadira menyuruh ku dan ais untuk membuat adik kami semua berkumpul di ruang keluarga.


kami ngobrol ngobrol santai ,bapak juga tidak pergi ke sawah karena aku sudah bilang akan pulang hari ini juga.


" rencana jam berapa aku balik dris" tanya bapak.


"nanti jam 1 pak " jawab ku.


"kak sering main ke sini ya" kata adik ku pada Ais.


"iya Dhe, kakak ikut apa kata mas Idris" jawab Ais.


" kalau nurut bang Idris mah ,kakak nggak akan pernah di ajak ke sini,ya kan pak," celetuk adik ku, dan Ais menoleh ke arah ku.


bapak hanya mengangguk menanggapi omongan adik ku,memang benar kata adik ku aku jarang sekali pulang.


"kakak akan usahakan mengunjungi bapak dhek lagian kan sekarang kakak sudah ada yang urusi tidak apa apa sendiri " kata ku.


"ku doa kan pernikahan kakak langgeng sampai maut memisahkan " doa adik ku.


"amin" kami semua yang ada di situ mengamini.


🥀


🥀


🥀


siang hari aku bersiap untuk pulang ke rumah ku sendiri.

__ADS_1


"pak,Ais pamit pulang " kata istri ku.


"iya nak hati hati ,bapak titip Idris dan nadira" jawab bapak.


lalu aku berpamitan sama bapak dan adik ku.


Ais dan Nadira sudah berada di dalam mobil,aku pun menyusul masuk.


"hati hati kak" pesan adik ku.


aku pun melajukan mobil ku menuju arah rumah ku.


kami tiba di rumah sudah menjelang petang,.


ku lihat Ais sedang memangku Nadira yang sedang tidur.


" pantesan nggak ada suara dari tadi ternyata sedang tidur" kata ku.


"terima kasih ya" kata ku dengan tulus sambil menatap Ais.


" untuk apa mas berterima kasih, sekarang aku adalah istri mas ,jadi anak mas juga anak ku juga, dan aku bersyukur bisa memiliki kalian berdua di dalam hidup ku" ucap Ais sambil tersenyum pada ku.


ya Allah terima kasih atas Rizki yang engkau berikan pada hamba mu ini berupa istri yang Solehah.


"ya udah aku turun dulu, biar aku yang angkat Nadira ke dalam." kata ku


"iya mas" jawab Ais.


aku pun turun lalu membuka pintu mobil dan membopong Nadira ke dalam rumah.

__ADS_1


tapi sebelum itu aku sudah memberikan kunci rumah ku kepada Ais biar dia yang membuka pintunya.


setelah pintu sudah di buka,aku masuk dan langsung membawa Nadira masuk ke dalam kamarnya.


rumah juga bersih karena mbak sara aku suruh datang setiap hari untuk membersihkan rumah.


setelah menidurkan Nadira fi kamar aku keluar dari kamar putri ku.


ku lihat Ais sibuk mengeluarkan barang barangnya dan juga barang Nadira.


aku pun menuju ke sana untuk membantu Ais.


"sudah biar mas aja yang angkat ,kamu masuk saja" kata ku ketika aku mendekat ke arahnya.


"iya mas" jawabnya lalu masuk ke dalam.


aku sudah selesai membawa masuk barang barang Ais dan nadira.aku mencari cari sosok istri ku,tadi aku suruh masuk ke dalam tapi saat aku masuk ke kamar dia tidak ada di kamar ku di mana dia Monolog ku sambil celingak celinguk mencarinya.


tenyata dia ada di dapur,sedang masak air.


" lagi apa, kok aku cari cari tidak ada di kamar" tanya ku dan juga mengagetkan dia.dia pun tersenyum pada ku.


"he...he...kan Ais nggak tau kamar mas yang mana, jadi mending Ais tungguin mas sambil masak air buat kopi" katanya jujur.


aku pun menepuk jidat ku sendiri mendengar penuturannya.aku sampai lupa kalau Ais baru 3 hari ini jadi istri ku dan dengan bodohnya aku tidak memberi tahu di mana letak kamar ku.


memang Ais sering datang ke sini tapi yang dia tahu cuma kamar putri ku.


"maaf ya, mas lupa kasih tahu" kata ku meminta maaf.

__ADS_1


"nggak apa apa mas" jawabnya dan lagi lagi dia menampilkan senyum manisnya yang membuat jantungku berdebar lebih kencang dari biasanya.


__ADS_2