Suami Yang Tak Dihargai

Suami Yang Tak Dihargai
53


__ADS_3

"maaf kan bapak kan bapak mu ingin nak,yang belum sempat mengunjungi mu" kata bapak.


"tidak apa apa pak ,Idris sudah baik baik saja" kata ku.


dan bapak melepas pelukannya pada ku,.dan melihat ku dari atas sampai bawah.


" ya Allah nak, kamu sudah bisa berdiri,?" kata bapak sambil kembali memeluk ku.


"iya pak, Alhamdulillah ini semua juga berkat doa dan semangat bapak buat idris " kata ku.


"Alhamdulillah,ya Allah yang sudah mengabulkan doa doa ku" ucap bapak bersyukur.


"oh iya nak kamu sendiri dengan Nadira mana istrimu Jamila tidak ikut" tanya bapak menanyakan menantunya.


"nanti saja aku cerita pak lebih baik bapak bersih bersih dulu' " kata ku.


"ya udah kalau gitu, bapak pergi bersih bersih dulu" kata bapak.


"oh iya ,kamu sudah makan ? " tanya bapak.


"belum , akan memang sengaja nunggu bapak pulang untuk makan bersama, Idris kangen banget makan bareng bapak " tutur ku.


"'ya udah tunggu bapak ya' " kata bapak sebelum masuk kedalam rumah.


dan aku pun ikut beranjak ke dalam juga .


aku menunggu bapak dimeja makan,karena memang ini waktu nya makan siang dan juga sudah di siapkan oleh bi Ijah.

__ADS_1


sedangkan anak anak sedang bermain main di halaman rumah deng bi Ijah menyuapi mereka berdua.


aku sangat bersyukur masuk h di beri kesempatan untuk sembuh dan bertemu dengan keluarga ku.


tak berselang beberapa lama bapak datang dengan wajahnya yang segar.


aku pun mengambil piring yang sudah di siapkan oleh bi Ijah di meja makan.dan bapak ku berkata.


"makan yang banyak nak, biar tetap sehat " kata bapak. dan kami berdua pun makan dengan hikmat.


setelah makan bapak mengajak ku ngobrol di samping rumah seperti kebiasaan ku dulu waktu masih belum punya istri.


"adik mu tau kalau kamu kesini dan sudah sembuh" tanya bapak.


"belum pak tadi dia aku telefon tidak di angkat mungkin dia sibuk" kata ku.


"ungkap dia tidak sadar dengan perkataan ku" lanjut ku lagi.


'ya udah biarin ,biar jadi kejutan nanti niat adik mu" kata bapak.


"tapi kalau mati lihat mobil ku pasti dia langsung tau pak" tutur ku.


"ada apa nak? kok istrimu tidak ikut ke sini ,apa ada masalah ?'" tanya bapak langsung ,mungkin bapak punya firasat tersendiri pada anaknya.


"'sebenarnya Idris ke sini mau bilang sama bapak, kalau." omongan ku terpotong dengan hadirnya putri ku yang mencari ku.


"yah ,Dira mau beli es krim di sana sama bibi" kata putri ku.

__ADS_1


"iya nak," kata ku sambil mengeluarkan dompet ku.


tapi belum sempat aku mulai dompet ,bapak sudah lebih dulu memberi uang pada Nadira.


"ini , cucu kakek yang paling cantik buat beli es krim sama adik ya ,minta anterin bi Ijah" kata bapak.


dan Nadira pun langsung berlari keluar setelah di kasih uang oleh bapak.


"ayo nak teruskan yang tadi " kata bapak sambil melihat mimik muka ku.


"dan ceritakan semua beban mu" lanjut beliau , seolah olah bapak tau aku mempunyai beban di pundak ku .


"begini pak aku ke sini selain kangen sama bapak juga aku mau bilang kalau aku dan Jamila memutuskan untuk berpisah" kata ku.dan kulihat bapak tidak kaget.


"sudah ku duga" tutur bapak ,tidak ada raut kaget sama sekali seakan akan bapak sudah lebih tau dari aku


POV ( bapak ku).


sebagai seorang bapak aku ingin anak ku bahagia.


aku selalu mendapatkan mendukung dan menghormati keputusan anak anak ku jika itu yang terbaik untuk mereka.


termasuk keputusan Idris waktu tau istrinya tidak bisa memberinya keturunan.saya sebagai orang tua mendukungnya.


dan datanglah malaikat kecil kebahagiaan kami bersama Nadira.


tapi dari yang ku lihat, Idris sangat bahagia memiliki putri seperti Nadira, lain dengan menantu ku yang seperti nya tidak terlalu suka pada putrinya,, dia terlihat selalu mengabaikan putri nya.

__ADS_1


seperti tidak menyayanginya??


__ADS_2