
dan tibalah hari yang di tunggu tepat satu tahun anakku Nadira di lahirkan.
para tamu undangan sudah berdatangan ibu panti dan anak anak panti tempat aku mengadopsi Nadira juga sudah datang.
aku sengaja tidak memutus tali silahturahmi walau bagaimanapun ibu panti yang sudah merawat mendiang ibunda Nadira hingga melahirkan Nadira putri cantikku.
acara pun sudah di mulai dengan khitmat,setelah selesai acara dan membagikan bingkisan mereka semua pamit untuk pulang.
"saya pamit pulang pak bu semoga Nadiraenjadi anak yang solihah dan berbakti kepada orang tuanya " pamit ibu panti pada kami yang ada di situ dan tidak lupa untuk mendoakan nadira.
"amin"jawab kami serempak.
"terima kasih Bu "timpalku kemudian,dan mereka semua beranjak ke mobil untu pulang.
sekarang tinggal keluargaku dan keluarga mertuaku.
bapakku katanya tidak bisa menginap karena besok mau ke sawah katanya mau tandur (itu istilah menanam padi di desaku).
mertuaku juga tidak bisa menginap karena Cici adik iparki besok harus sekolah.
setelah semua keluarga besarku pulang sekarang tinggal aku dan anak istriku.
aku mengawali pembicaraan .
"kemarin belanja kemana aja Bun kok pulangnya sampai sore"
__ADS_1
dia menoleh padaku
"ya belanja ke pasar lah yah!! emang kali belanja kemana lagi" sahutnya tapi seperti nada suaranya menunjukkan kemarahan padaku.
"ya enggak Bun kok sampai Sore gituloh maksudku"aku masih mencoba sabar dan tidak menunjukkan kecurigaan ku padanya.
"oh jadi ceritanya ayah gak percaya ni sama aku" jawabnya.
"ya nggak gitu Bun sebenarnya ini Lo aku mau nanya ya sama bunda tapi Bunda jangan marah ya" kataku lagi.
"mau nanya apaan "dia menjawab .
"ituloh kemarin bu Irma tetangga kita sebelah ngelihat bunda di bonceng sama laki laki naik motor" tukasku sambil melirik padanya,kulihat dia gugup dan salah tingkah.
"kapan emang Bu Irma ngeliatnya" jawabnya lagi.
"mungkin Bu Irma salah lihat paling"kilahnya.tapi aku merasa ada yang di sembunyikan oleh istriku.
"iya mungkin"jawabku pasrah sudahlah mungkin memang Bu irma salah lihat.
*
*
*
__ADS_1
waktu sudah berlalu dengan cepat sudah satu bulan ini hubunganku dan istriku menjadi dingin setelah pembicaraanku waktu ulang tahun Nadira, aku merasakan banyak perubahan pada sosok istriku yang biasanya akan merawat Nadira dengan kasih sayang itu semua sudah tidak terlihat lagi malahan Nadira lebih sering bersama dengan ku .
selama sebulan ini istriku selalu pergi keluar entah kemana aku juga tidak tauseperti saat ini.
"yah aku mau pergi belanja dulu ya aku titip Nadira " pamitnya padaku.
aku mendongak melihat istriku yang sudah rapi dan ku lihat dia sibuk mengutak Atik hanponnya seperti sedang berbalas pesan dengan seseorang.
"iya jangan lama lama" jawabku padanya.
"yang namanya belanja ya gak bisa di prediksikan mas "dia menimpali lagi.
"ya udah aku berangkat" pungkasnya lalu pergi begitu saja tanpa menoleh pada anaknya yang merengek ingin ikut.
waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang,tapi istriku tak kunjung datang Nadira merengek mintak di buatkan susu dia sudah rewel mungkin dia sudah ngantuk.
"yah...yah cucu antuk" katanya padaku sambil mberikan botol susunya padaku .
aku mencubit pipinya gemas sambil mengambil botol susunya.
setelah Nadira tidur nyenyak aku keluar dari kamar, aku mendengar suara notifikasi di handpone ku dan ku lihat itu pesan dari temanku Johan.
aku mbuka aplikasi wats app yang ada di handpone ku , kulihat Johan mengirimiku sebuah gambar entah itu gambar apa.
dan setelah beberapa saat barulah gambar itu terlihat jelas dan mataku pun melotot melihat gambar itu, sebuah gambar seseorang yang sedang berpelukan mesra di sebuah taman.fan itu adalah istriku dan seorang laki laki.
__ADS_1
apa maksud semua ini aku butuh penjelasan dari Johan pikirku.segera ku tekan tombol di handpone ku dan tersambung.