
setelah pembicaraan kami malam itu, aku membiarkan Jamila berbuat sesuka hatinya, sekarang yang terpenting adalah Nadira putriku.
ku lihat jamila sering di antar jemput mobil Gonta ganti, kalau aku tanya pasti temannya yang ngantar, entah itu Sinta lah sari lah banyak sekali alasannya.
dia juga tidak mau mendengarkan perkataan ku tentang Nadira butuh kasih sayangnya.
yang ku lihat dia semakin menjadi jadi, selalu pulang malam tidak pernah menghargai ku sebagai suaminya.
pernah suatu hari Nadira minta di temani tidur olehnya tapi tidak di hiraukan nya, aku sebenarnya sudah sangat geram pada Jamila , tapi terlepas itu masih ada Nadira di tengah kami.
malam ini aku pulang larut malam karena harus lembur menggantikan temanku yang cuti karena istrinya mau melahirkan, di sepanjang perjalanan aku memikirkan Nadira di rumah.
karena mbak yang jaga Nadira tadi aku telfon harus pulang cepat anaknya lagi sakit katanya, aku menyuruh mbaknya telfon Jamila untuk pulang karena kalau aku yang menghubunginya dia tidak mungkin mau ada aja alasannya.
aku tiba pukul 10 malam, tapi aku heran ini sudah larut kok di rumahku kayak ada banyak orang.
__ADS_1
aku memutuskan untuk masuk karena pintunya belum di tutup,dan betapa kagetnya aku melihat pemandangan saat ini, ada sekitar 7 orang yang berada di ruang tamu rumahku 4 laki laki dan 3 perempuan,sedangkan aku tidak melihat Jamila di antara mereka, entah kemana dia.
ku lihat banyak bekas makanan berserakan di lantai, aku memutuskan untuk masuk ke dalam rumah, ke tujuh orang itu terlihat kaget melihatku, aku masuk begitu saja ke dalam yang ada di pikiranku sekarang Nadira di mana dia sekarang.
aku menuju ke kamar putriku begitu pintu terbuka aku melihat pemandangan putriku sedang memeluk guling kesayangannya sambil menangis.
"He...he..anak ayah kenapa menangis Hem," kataku sambil menuju ke arahnya, Nadira menoleh ke arah ku, lalu bangkit dan memelukku.
"nggak papa yah"katanya sambil sesengukkan di pundakku.
"sebenarnya aku tadi mau minta di suapi sama bunda, karena mbak sudah pulang, ayah juga belum datang, tapi bunda nggak mau malah bunda membentak ku ,aku di suruh makan sendiri dan nggak boleh keluar kamar, kata bunda ada teman teman bunda, katanya bunda malu sama temannya kalau sampai lihat aku " cerita nadira panjang lebar pada ku.
aku sangat geram atas perlakuan Jamila pada putriku yang juga anaknya , bisa bisanya seorang ibu mengurung anaknya di kamar karena malu ada teman temannya yang datang.
aku pun menurunkan Nadira dari gendongan ku .
__ADS_1
"putri ayah di sini dulu ya,aku mau samperin bunda" kataku pada Nadira.
"iya yah, tapi jangan marahin bunda ya ,bunda nggak salah kok,'" kata putriku ,dia masih membela bundanya.
"iya sayang ayah cuma mau bicara aja sama bunda agar teman temannya di suruh pulang karena sudah malam..ok "aku memberi pengertian pada putriku.
"iya ayah jangan bertengkar ya sama bunda,"kata putriku lagi.
"iya, ya udah ayah keluar dulu ya"kataku.
aku pun keluar dari kamar Nadira ,ku lihat teman teman Jamila sudah tidak ada di ruang tamu, aku memutuskan pergi ke kamarku, mungkin saja Jamila ada di kamar yang kami tempati.
ku buka pintu kamarku dan betapa kagetnya aku, di situ ada 2 anak manusia yang sedang tertidur, yang pastinya ku lihat seorang laki laki dan yang memunggungi ku seorang perempuan,apa mungkin itu Jamila, kalau iya sungguh biadab perbuatan mereka melakukan hal yang menjijikan itu di kamar ku.
emosi ku pun langsung memuncak melihat semua ini, aku pun melangkah mendekati ke dua manusia biadab itu.
__ADS_1