Suami Yang Tak Dihargai

Suami Yang Tak Dihargai
72


__ADS_3

ternyata!!!


orang itu adalah Jamila dan mantan ibu mertua ku.


memang setelah berpisah dengan Jamila aku juga jarang mengunjungi bapak dan ibu Jamila,karena aku ingin fokus membesarkan dan mendidik Nadira.


"assalamu'alaikum nak Idris" beliau mengucap salam.


"wa'alaikumsalam,Bu" jawab ku sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman.


"ibu apa kabar" tanya ku.


"Alhamdulillah nak kabar ibu baik,tapi" jawab beliau menggantung.


"tapi ibu kangen sekali dengan Nadira,apa ibu boleh bertemu dengan cucu ibu" kata beliau.


"tentu saja boleh Bu" jawab ku.


"selama setahun ini ,ibu dan bapak mencari cari alamat keberadaan nak idris,tapi baru kali ini ketemu" kata beliau.


"mari masuk Bu,kita bicara di dalam saja, mari" kata ku mempersilahkan mereka berdua masuk karena nanti aku di bilang sombong kalau ada tamu tidak di persilahkan masuk.


"iya nak," kata beliau sambil masuk ke dalam rumah ku kulihat Jamila terlihat acuh tak acuh.tapi tidak bisa di pungkiri aku melihatnya Jamila takjub dengan isi rumah ku.


bukannya aku sombong dengan apa yang aku miliki,tapi sekarang akan bisa membuktikan kepada Jamila bahwa aku tanpa ada dirinya bisa hidup lebih baik dari pada hidup dengannya.

__ADS_1


Jamila tidak menghiraukan ibunya berbicara, malah sibuk memperhatikan isi di dalam rumah ku.


"silahkan duduk Bu " tawar ku pada ibu hanya kepada ibu saja, karena aku masih menghormatinya sebagai orang yang lebih tua.


"iya nak ,ayo mil duduk"kata ibu sambil sambil menjawab Jamila yang terkagum kagum.


"sebentar,saya panggilkan Nadira ,karena dia tadi siap siap mau aku ajak ke tempat kerja ku" kata ku .


"emang kamu tidak punya pembantu sampai sampai , kau mengajak Nadira pergi bekerja" celatuk Jamila.


"itu bukan urusan mu,mau Nadira ku ajak kemana pun ,kamu nggak perlu ikut campur, karena sejak kamu membuangnya kamu bukan siapa siapa bagi Nadira ,ingat itu" kata ku sarkas ,karena aku sudah muak melihat tingkah Jamila yang seenaknya sendiri.seolah olah dia tidak pernah berkata yang menyakitkan pada Nadira.


"maafkan anak ibu nak,jaga bicara mu mil" kata ibu pada ku lalu marahi Jamila.


aku pun beranjak dari ruang tamu menuju kamar Nadira ,karena tadi kami berdua memang ada di kamar putri ku waktu mau berangkat.


"nak " panggil ku .


"ada apa yah ngapain bunda dan nenek kemari" katanya ,berarti dugaan ku benar dia sudah tau siapa yang datang.


"memangnya kenapa nak ,itu nenek yang datang mungkin karena nenek nggak tau alamat rumah kita mangkanya nenek minta anterin bunda" kata ku menjelaskan.


"ayo keluar, walaupun hati kita tidak senang dengan keberadaan orang itu, tapi kita tidak boleh memperlihatkannya pada orang itu" kata ku.


"iya yah" kata nya nurut tapi kulihat dia juga terpaksa.

__ADS_1


" ya Allah nak, nenek kangen, sudah lama sekali ***** tak bertemu dengan mu nak" kata ibu Jamila pada Nadira,tapi Nadira terlihat mukanya data datar saja, seperti memendam kekecewaan.


"assalamu'alaikum nek" kata putri ku sambil mencium tangan neneknya.


"wa'alaikumsalam nak" jawab neneknya.


lalu Nadira beralih mencium tangan Jamila dengan ekspresi tak kalah datarnya tadi dari neneknya.


"kamu kenapa cemberut gitu sama bunda" celetuk Jamila.


"sudahlah mil, mungkin itu hanya perasaan mu karena kita sudah lama tak berjumpa dengan putri mu" kata ibu Jamila menyela.


"ya bukan gitu Bu ,kayak anak nggak di ajarin sopan santun saja pada orang tua nggak ada ramah ramahnya" kata Jamila. yang di mana itu membuat ku marah dan murka.


"apa kata mu" kata ku sambil menyuruh Nadira menyingkir dari hadapan Jamila dan aku suruh duduk di sebelah ku.


"kamu bilang Nadira anak yang tidak sopan dan tidak ramah,seperti orang tuanya tidak mengajari, kamu ngomong begitu nggak ngaca dulu,bukankah dia anak mu mengapa kau bisa bicara seperti itu!!!! hah!!!!" kata ku tidak terima putri ku di bilang tidak sopan.


"bukan seperti itu nak ,maafkan Jamila ," kata ibu nenek Nadira.


"kamu ini bagai mana sih mil katanya kangen ingin ketemu sama anak mu ,tapi mengapa sikap dan perilaku mu seperti ini ibu malu Mila ,malu ,lebih baik ayo kita pulang saja kalau gitu" kata ibu Jamila berkata pada Jamila, oh sekarang aku tau tujuan Jamila kesini membawa ibunya karena satu bulan yang lalu Jamila menemui Nadira di tolak oleh Nadira jadi dia mengajak ibunya.


kemudian ibu Jamila berdiri.


"maafkan nenek nak, tidak bisa mendidik bunda mu dengan baik, nenek pamit pulang ya" kata ibu Jamila berpamitan pada cucunya,dan hanya di angguk i oleh Nadira karena Ketakutan, mungkin karena sudah lama Nadira tidak berjumpa dengan neneknya ,neneknya menjadi seperti orang asing baginya.

__ADS_1


"ibu pulang nak sekali lagi ibu minta maaf ,karena Jamila ini jadi mengganggu ketenangan mu" pamit beliau pada ku.


aku belum menjawab pamit beliau, beliau sudah menyeret Jamila keluar dari rumah ku.


__ADS_2