
selama berada di perjalanan kami tidak ada yang membuka suara,karena yang biasanya banyak bicara sedang tertidur di pangkuan Ais.
kulihat wajah putriku sangat damai dalam tidurnya.
"maafkan putri ku ya Ais,seharian ini sudah merepotkan mu" kata ku ,memulai percakapan.
"tidak apa apa kak, Ais juga suka main sama Dira" jawab Ais.
dan selanjutnya tidak ada pembicaraan lagi ,karena jujur aku juga tidak tau harus ngobrol apa.
akhirnya kami sampai rumah, aku membukakan pintu mobil untuk ais.karema Ais kesusahan sambil membopong Dira.
"sini biar aku gendong Nadira" tawar ku pada Ais.
"jangan kak,biar Ais saja, lebih baik kakak turunkan barang barang Dira" katanya.
"baik lah" jawab ku.
tapi sebelum aku menurunkan barang barang ku aku terlebih dulu membukakan pintu rumah ku.
"kamar Ais di sebelah ruang keluarga, yang pintunya ada gambar hello Kitty nya" kata ku memberi tahu.
"baik kak" kata Ais sambil berjalan menuju ke dalam.
aku pun juga beranjak untuk menurunkan barang barang ku.
aku menuju kamar ku untuk bersih bersih karena aku sudah gerah.
30 menit kemudian.
aku sudah segar ,dan aku ingat kalau Ais masih ada di rumah ku.
aku pun mutuskan untuk keluar dari kamar, karena tidak enak karena ada tamu.
dan saat aku keluar dari kamar aku melihat putri ku dan Ais sedang bercengkrama di ruang televisi.
__ADS_1
"Lo putri ayah sudah bangun" tanya ku ,dan spontan mereka berdua menoleh ke arah ku.
"iya dong yah" ucap putri ku.
"yah,Dira lapar, kata bunda,bunda takut mau masak soalnya belum ijin sama ayah" kata putri ku dan aku pun melihat ke arah Aisya.
"iya Ais?" tanya ku pada Ais.
"i,iya kak" jawab Ais takut takut.
" ngapain harus takut, silahkan kalau mau masak ,anggap aja rumah sendiri" kata ku.
"yey...., ternyata boleh bunda ,hore...ayo bunda Dira bantuin" kata putri ku sambil bersorak gembira.
"jangan di tarik tarik gitu nak bundanya" ucap ku pada Nadira.karena terlihat Aisya kewalahan menghadapi sikap Nadira yang aktif.
"iya yah" jawab Nadira.
"saya permisi ke dapur dulu kak" pamit Aisya.
mereka berdua menuju dapur ,aku ditinggal sendirian, karena bosan aku menuju ke luar rumah untuk menghirup udara segar di sore hari.
aku mencium bau wangi masakan yang menggugah selera sehingga membuat cacing cacing di perut ku meronta- ronta minta di kasih makan.
aku pun penasaran, aku masuk menuju meja makan.
seperti anak yang kelaparan aku menunggu masakan matang.
terdengar suara tertawa mereka berdua,.
aku jadi senyum senyum sendiri mendengar canda tawa mereka berdua.
"eh ayah, lapar ya, sampai nungguin aku sama bunda masak" ledek Nadira pada ku.
"iya , ayah jadi lapar mencium bau masakan yang menggugah selera.
__ADS_1
ha...ha...haa Nadira tertawa mendengar ucapan ku.
dengan telaten Aisya menaruh makanan di piring Nadira.
dan sekilas dia menoleh pada ku.
"kakak tidak makan?" tanya nya pada ku karena puring ku masih kosong.
"apa Kakak mau Ais ambilkan" tawarnya lagi.
"boleh ," kata ku. sambil menyodorkan piring ke arahnya.
dan Ais pun menerima piring itu lalu mengisinya dengan nasi dan lauk pauknya.
"segini cukup" katanya sambil menyodorkan piring pada ku . kalau begini aku seperti di layani oleh istri ku.
"ya cukup, tapi kalau nanti aku mau nambah boleh kan" tanya ku seperti anak kecil, yang ini saja belum di makan mau nambah.
haa...haaa.haaa. .... Nadira tertawa mendengar pertanyaan ku.
"ayah seperti anak kecil saja" katanya sambil cekikikan.
"karena ayah sepertinya akan ketagihan dengan masakan bunda mu" kata ku keceplosan memanggil bunda.
cie ...cie,.... ledek Nadira. dan ku lihat Aisya mukanya bersemu merah karena perkataan ku.
"maaf ,maaf " kata ku pada Aisya.
"tidak apa apa kak" katanya.berarti aku boleh dong memanggilnya bunda ,duh senangnya.
dan kami pun makan dengan tenang.
setelah selesai makan Ais mencuci peralatan yang sudah di pakainya memasak,aku sudah melarangnya tapi dia tetap kekeh melakukannya karena katanya sudah kebiasannya kalau habis masak harus dibersihkan.
setelah itu Ais mau pamit untuk pulang,tapi.
__ADS_1