
aku pun diantar pulang oleh supir Ridwan.
dan sampai lah aku di rumah ku,rasanya lelah ku hilang ketika melihat tumpukan uang yang ku bawah tadi.
aku pun mutuskan untuk membersihkan diri ku,dan rencananya aku ingin shoping untuk menghilangkan stres ku.
tapi belum aku menyambar handuk ku terdengar pintu rumah ku di ketuk dari luar.
aku pun mengurungkan niat ku untuk mandi,dan keluar dari kamar untuk melihat siapa yang bertamu.
tapi saat aku membuka pintu aku di buat terkejut dengan sebuah tamparan yang sangat keras dan setelah aku ku lihat ternyata itu tamparan dari bapak ku dan di sebelah bapak ada ibu.
ah masalah lagi pikir ku sambil memegangi pipi ku yang terasa panas akibat tamparan dari bapak.
mau marah tapi itu bapak ku sendiri ,ya sudahlah .
"apa apaan bapak ini datang datang langsung main tampar" sarkas ku pada bapak,aku juga tak menyuruh mereka masuk karena aku marah.
"apa kamu bilang ,kamu masih bisa bilang apa setelah apa yang sudah kamu lakukan hah" bentak bapak tak kalah dari ku.
"kamu bagai kan menyiramkan air comberan ke muka bapak dan ibu mu,dengan semua kelakuan mu" lanjut bapak.
" bapak malu Mil, malu dengan kelakuan mu,bapak merasa gagal mendidik putri bapak" kata bapak sambil meneteskan air mata, suaranya tidak setinggi tadi.
__ADS_1
ku lihat ibu hanya diam tapi beliau juga sudah menangis.
"apa salah ku di masa lalu sehingga mempunyai anak yang tidak berperasaan dan tega seperti mu " kata bapak lagi.aku tak berani menyelah perkataan bapak.
"sudah pak ,kita bicara di dalam saja ,malu sama tetangga" akhirnya ibu bicara menyuruh bapak masuk.
"biarkan Bu ,biarkan orang tahu semua kelakuan nya" kata bapak sambil menunjuk ku.
"dan sekarang juga ,ayo kita pergi dari sini, dan kau ingat kata kata bapak mu ini ,jangan pernah kau menginjakkan kaki mu di rumah ku lagi,ingat itu aku sudah tidak menganggap mu anak ku lagi,Jamila anak ku sudah mati " kata bapak sambil menyeret ibu ku pergi dari hadapan ku.
aku syok sekali dengan perkataan bapak yang sudah tidak menganggap ku anak lagi,sampai sampai aku tidak sadar kalau bapak dan ibu ku sudah tidak ada di hadapan ku.
dan tanpa terasa aku meneteskan air mata ku karena bapak bisa berkata seperti itu dan ibu ku hanya diam saja.
POV( Jamila ) end .
aku dan istri ku sampai di rumah siang hari dan aku merasa lapar sekali mungkin karena waktunya makan siang jadinya perut ku lapar.
aku turun dari mobil di sambut oleh putri Nadira,aku berfikir walau pun dia bukan darah daging ku tapi aku akan memperjuangkannya sampai kapan ku.
"yey ayah pulang, mana bunda yah'?" tanya anak ku .
"itu" kata ku sambil menengis istri ku yang keluar dari mobil.
__ADS_1
"bunda" kata Nadira sambil berlari ke arah bundanya.
"anak bunda sudah pulang sekolahnya " kata istri ku.
"sudah bunda, Dira tadi dapat pr nanti bunda ya udah ang ajarin" kata Nadira.
"iya , sudah makan siang belum" tanya Ais. dan Nadira menggeleng kan kepalanya.
'"Lo kok anak bunda belum makan" kata Ais sambil mengelus rambut putri ku.
"tadi mbak sara sudah suruh Dira makan ,tapi Dira maunya makan sama bunda ,mau di suapai" kata putri ku manja,elihat pemandangan seperti itu membuat hati ku menghangat ,dan sekilas menghilangkan semua masalah yang aku alami.
"ya udah jangan manyun gitu ayo bunda suapai sekalian yiapin makan siang buat ayah" kata Ais sambil menuntun putri ku masuk ke dalam rumah.
" mas mau maudi dulu apa makan dulu" tanya Ais.
"mau mandi dulu saja sudah gerah ini," kata ku.
"'ya sudah Ais siapkan ya airnya" kata Ais.
"nggak usahas bisa sendiri , siapin baju gantinya aja" kata ku.dan aku pun berlalu pergi kekamar mandi.
dan saat selesai aku sudah melihat pakaian yang sudah di siapkan Ais untuk ku.
__ADS_1