
malam harinya, Nadira tadi bangun hanya untuk makan malam saja terus lanjut tidur lagi mungkin efek kelelahan.itu pun karena Ais yang bangunin karena kasian dari sore nggak makan apa apa.
aku dan Ais bersiap untuk tidur karena sudah malam sebenarnya sih belum terlalu malam ,tapi gimana gitu maklum hawa hawa pengantin baru.
kami sudah berada di dalam kamar.kemarin kemarin aku tidak canggung berduaan dengan Ais tapi entah malam ini rasanya seperti ada yang berbeda.
kami berdua sudah ada di dalam selimut yang sama, entah mengapa suhu ruangan di dalam kamar ku terasa panas sekali padahal AC nya nyala.
kami berdua sama sama gelisah,.
karena tidak bisa tidur akhirnya aku putuskan untuk duduk.
ku pikir Ais sudah tidur tapi ternyata dia juga sama gelisah nya seperti diri ku.
karena tenggorokan ku kering aku berniat untuk minum tapi ternyata air yang biasanya ada di meja kamar ku habis
dan ketika aku mau beranjak untuk mengambil air minum Ais bertanya pada ku.
"mas haus" tanya nya.
" iya ,ini habis mas ambil dulu yah" jawab ku sambil menunjukkan gelas yang kosong pada Ais.
"biar Ais saja mas" kata Ais.
"boleh " kata ku.
__ADS_1
setelah mendengar jawaban ku,Ais akan beranjak dari tempat tidur.
aku terkejut dengan pemandangan di depan ku yang rasanya sangat menggoda iman ku.
Ais memakai baju tidur transparan yang sangat menggoda bagi laki laki yang melihatnya termasuk aku.
tapi dia kan sudah halal untuk ku pikir ku.
sebenarnya aku kasian sama Ais karena lelah ,tapi sekarang aku melihat penampilan Ais yang seperti itu membuat jiwa kelakuan ku yang sudah lama tidak bergejolak menjadi bangkit kembali.
dan sialnya saat Ais mau berdiri dia tersandung untung aku sigap menangkapnya jadi dia jatuh di atas tubuh ku yang terlentang.
aku di buat terpesona dengan wajah ais yang terlihat teduh.matanya hidungnya dan bibirnya yang sangat menggoda untuk di nikmati.
dan tanpa sadar aku tergoda untuk mereguk manisnya bibir istri ku.
aku pun mendekatkan wajah ku,ku lihat Ais mengerti maksud ku dan dia memejamkan matanya.
semakin dekat ,aku mengecup bibirnya tanpa ada penolakan dari ais,manis pikir ku dalam hati aku tersenyum karena Ais tidak merespon ciuman ku mungkin ini ciuman pertama baginya.
aku pun mengulangi ciuman ku lagi ,tapi yang sekarang aku mau Ais membuka matanya.
"buka mata mu sayang" kata ku, ya aku memanggilnya sayang dan dengan perlahan Ais membuka matanya.
wajahnya sudah merah Semerah tomat karena panggilan ku padanya,tidak ada salahnya aku memanggil istri ku dengan sebutan sayang.
__ADS_1
ku lihat Ais menggigit bibir bawahnya.itu membuat ku sangat tergoda.
"aku ingin menikmati ini dengan melihat mata mu sayang" kata ku sambil menunjuk ke bibir Ais.
"apa kamu sudah siap , untuk memberikan hak mas malam ini" lanjut ku dan Ais mengangguk tanda dia setuju.
dan tanpa aba aba aku mencium bibirnya tetap sama tidak ada respon aku pun berinisiatif menggigit bibir bawahnya agar bibirnya terbuka dan itu berhasil.
aku mengeksplor bibir istri ku tanpa ada yang terlewat.
"balas sayang" kata ku terdengar parau.
" aku nggak bisa mas" kata Ais sangar manja.
"mas akan ajarin kamu sayang" kata ku.
lalu bibir ku turun ke lehernya yang jenjang ku beri kecupan dan gigitan kecil di lehernya.
aku membuka kancing dress tidur yang di kenakan Ais,dan otomatis terpampang lah dua gundukan yang sangat menggoda untuk di nikmati ,tidak kecil tidak pula besar tapi sangat pas di genggaman tangan ku.
mulut ku sibuk mengulum gundukan yang ada di depan ku dan tangan ku yang satu meremas gundukan yang satunya.
aku menikmati aktifitas ku ,dan Ais juga sibuk meremas rambut ku.entah siapa yang memulai duluan kami sudah tida memakai pakaian hanya tersisa dalaman saja.
dan ketika aku mau membuka hidangan utama ku ku lihat ada noda darah,ternyata.
__ADS_1