
"iya ,iya " kata Jamila pada ibunya.
"ibu kesini mau tanya kok bulan ini kamu belum mentransfer uang bulanan untuk ibu dan sekolah untuk adik ku" kata Jamila panjang lebar.,apa dia lupa dengan omongan nya Waktu itu.
"oh masalah uang " jawab ku malas.
" iya " jawab Mila singkat.
"apa kamu lupa dengan ucapan mu bahwa
kamu akan menghidupi diri mu sendiri dan keluarga mu tanpa bantuan ku,karena sekarang hubungan kita hanya sekedar status" jawab ku apa adanya ,biarlah sekarang ibu mertua ku tau semuanya ,rasanya aku sudah muak dengan tingkah laku jamila selama ini.
"apa nak ,jadi Jamila bilang seperti itu pada mu" ibu mertua ku berbicara, .
"iya Bu ,jadi maaf sekarang Idris sudah tidak bisa lagi membantu biaya sekolah dan kebutuhan ibu, karena Jamila yang akan menanggung katanya" kata ku.
__ADS_1
" benar itu mil" tanya ibu pada Jamila.
"iya,tapi waktu itu aku nggak serius ,mas Idris aja yang suka baperan" kata Jamila membela dirinya.
"kan kamu yang tidak ngebolehin aku ikut campur urusan mu, kamu juga yang bilang kalau hubungan kita hanya status" aku pun tidak kalah membela diri ku sendiri.
"ya udah Bu ,aku masuk kamar dulu," aku berpamitan pada ibu mertua ku.
"egois kamu mas" sahur Jamila.
"apa aku kau bilang egois ,bukankah selama ini aku sudah menutupi semua kelakuan mu pada ku ,tapi mengapa masih saja aku yang kau salah kan ,jadi terserah apa kata mu ,sekarang urus urusan mu sendiri ,aku tidak mau tahu" aku pun beranjak dari ruang tamu.
sebenarnya aku pergi ke kamar ingin mengambil hp ku untuk mentransfer uang bulanan ibu.,karena kalau bukan karena ibu yang merawat ku mungkin aku tidak akan ada yang merawat
setelah aku transfer aku berniat memberi tahu ibu.
__ADS_1
tapi aku mendengar ibu memarahi Jamila.
"ayo kalau begini , siapa yang akan menanggung biaya sekolah adik kamu ,jangan karena kesenangan sesaat kamu mengorbankan adik mu,kamu jangan egois ,Idris sudah mau menerima mu walau kamu tidak bisa memberikannya keturunan tapi kami mala menyia-nyiakan orang sebaik Idris ,ibu malu Mila malu sebenarnya pada bapak Idris karena keluarga kita masih merepotkan nya walau dia sudah tidak bekerja,tapi dia masih bisa menghidupi keluarga istrinya dan menyekolahkan adik iparnya, kamu sungguh keterlaluan Mila ,ibu malu pada Idris" aku mendengar ibu mertua ku menasehati anaknya ,di situ Mila tidak membantah sama sekali perkataan ibunya.
tadi saja aku sempat berfikir ibu merawat ku waktu hanya karena aku masih memiliki uang tapi ternyata dugaan ku salah."maafkan aku Bu" kata ku dalam hati.
setelah itu aku melihat ibu pergi ke kamar yang bias dia tempati kalau berkunjung ke rumah ku.
dan aku hendak menyusulnya ke sana tapi aku melihat Jamila juga menyusul ke kamar ibu.
"sudah lah Bu ,masalah uang jangan di pikirkan kata Jamila pada ibunya ",ku intip ibu sedang menangis., dan dia tidak merespon perkataan jamila.
"nanti kalau aku sudah minta uang pada pacar ku aku akan segera kirimkan pada ibu,ibu tenang saja" lanjut Jamila ,aku juga ingin melihat bagai mana reaksi ibu.
"apa kata mu, aku tidak sudi menerima uang haram mu itu,lebih baik aku dan bapak mu tidak makan dari pada menerima uang haram mu itu,dan lebih baik adik mu di panggil ke sekolah karena tidak membayar dari pada aku menerima uang mu untuk membayar" kata beliau panjang lebar.
__ADS_1
"ibu bisa bilang begitu ,baik lah aku lihat saja, ibu tidak mau menerima uang ku, tapi mau minta sama mas Idris, bukankah itu sama saja"kata Jamila ,sungguh anak durhaka pikir ku.
"biarlah apa kata mu, yang terpenting uang dari Idris lebih halal dari pada kamu karena dia sudah aku anggap sebagai anak ku sendiri" jawab beliau.