
dan di sinilah aku sekarang ,diruang acara akat yang akan kami selenggarakan hari ini.
aku menyelenggarakan secara sederhana karena permintaan Ais.
dan sekarang aku sudah duduk di depan pak penghulu yang akan memimpin acara akat nikah kami.
dan tidak lupa para pengiring ku yang menjadi saksi,serta keluarga Ais terutama paman Ais yang akan menjadi wali untuk menikahkan Ais karena ayah Ais sudah meninggal.
"bagai mana apakah acara sudah bisa di mulai?" tanya pak penghulu kepada paman Ais.
"iya pak ,sebentar saya panggilkan calon mempelai putri" jawab paman Ais.
aku gugup ,tangan ku keluar keringat dingin ,memang ini bukan yang pertama bagi ku tapu aku nervous.sampai sampai keluar keringat dingin di dahi ku.
'"sabar bos,sebentar lagi ,nggak sabaran amat sih,ku lihat dari tadi gelisah amat" ledek Doni,mungkin Doni melihat aku gelisah dari tadi mangkanya dia mencoba menghibur ku agar aku bisa rileks.
aku tanggapi ucapan Doni hanya dengan cengiran khas ku padanya.
"senyum ,senyum masa mau nikah nggak ada senyum senyum nya" katanya lagi,dan aku pun sontak tersenyum.
dan tibalah pengantin wanita ku datang dari arah dalam,aku terpana sekaligus terpaku melihat aura kecantikan Ais,baju kebaya putih sederhana yang di pilihnya waktu itu ternyata membuatnya bertambah cantik dengan hiasan hijab di kepalanya menambah aura kecantikannya.
sampai sampai aku di tepuk oleh bapak karena aku bengong,dan tidak sadar kalau Ais sudah duduk disebelah ku.
__ADS_1
"sabar mas,tinggal beberapa menit lagi pengantin wanitanya akan seutuhnya menjadi milik mas" celetuk pak penghulu menggoda ku dan sontak para tamu undangan yang menjadi saksi langsung tertawa.menambah kegugupan ku.
"sabar ,sabar bos" kata Doni,bukanya menyemangati tapi dia mala ikut meledek ku ,dasar teman nggak ada akhlak.
"bagai mana acara sudah bisa di mulai acara nya" kata pak penghulu menghentikan keriuhan para tamu.
"sudah siap pak" kata paman Ais menjawab pertanyaan pak penghulu.
"bagai mana mas Idris sudah siap, " tanya pak penghulu kepada ku.
"insyaallah,siap pak" kata ku mantab.
"dan untuk saudari mempelai wanita ,mbak Aisya apakah sudah siap,apakah pernikahan ini atas dasar kemauan mbak aisya sendiri tanpa ada paksaan dari pihak manapun?" tanya pak penghulu kepada Aisya.
"Alhamdulillah,kalau begitu acara bisa kita mulai, " Kata pak penghulu.
"untuk walinya, di sini adalah paman kandung dari mbak Aisya,apakah betul?" tanya pak penghulu.
"iya pak,saya paman dari Aisya adik dari ayah Aisya" jawab paman Aisya.
"baik lah apakah bapak akan menikahkan keponakan bapak sendiri atau di wakilkan saya" tanya pak penghulu pada paman Aisya
"saya wakilkan saja pada pak penghulu" jawab paman Aisya
__ADS_1
"baik lah kalau gitu bisa saya mulai acaranya" kata pak penghulu.
setelah rangkaian doa yang kami semua panjatkan sekarang tibalah aku menjabat tangan pak penghulu.
"ananda Muhammad idris bin Sofyan saya nikahkan dan kaeinkan engkau dengan Aisya binti almarhum bapak Sunari yang walinya telah diwakilkan pada saya dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang 10 juta rupiah di bayar tunai"
"saya terima nikah dan kawinnya Aisya binti almarhum bapak Sunari dengan mas kawin Tersebut di bayar tunai " kata ku lancar dengan satu tarikan nafas.
"bagai mana para saksi" tanya pak penghulu.
"sah " kata para saksi serempak.
"Alhamdulillah" kata mereka semua.
dan pak penghulu pun membaca doa.
setelah setelah itu aku memasangkan cincin kawin kepada jari manis Ais dan Ais pun sama juga memasangkan cincin kawin kepada jari ku.
setelah itu Ais mengambil tangan ku untuk menciumnya dan aku mencium kening Ais.
setelah rangkaian acara aku membacakan janji pra nikah lalu kami berdua menandatangani surat nikah yang sudah di sediakan oleh petugas KUA.
dan acara selanjutnya Tasyakuran kecil kecilan untuk merayakan Haria pernikahan kami berdua tidak ada lagi pesta pesta karena Ais tidak mau yang terpenting kami berdua sudah sah di mata agama dan negara.
__ADS_1