Suami Yang Tak Dihargai

Suami Yang Tak Dihargai
88


__ADS_3

Nadira tadi selesai acara ijab ikut pulang bersama rombongan.


tadi Ais sudah menyuruh nadira tinggal , tapi tidak mau Karena Nadira mau ikut bapak ku ke rumahnya.


dan malam ini tidak ada ritual malam pertama karena kami berdua sudah kelelahan dan kami tertidur dengan sendirinya dengan saling berhadap-hadapan .


🥀


🥀


🥀


POV(Aisya)


terdengar suara adzan subuh berkumandang di masjid.


aku menggeliatkan tubuh ku,aku bangun telat biasanya sebelum adzan subuh aku sudah bangun tapi entah mengapa malam ini tidurku terasa nyenyak sekali.


aku pun ingin beranjak dari tidur ku tapi aku merasa ada yang berat menimpa di perut ku.

__ADS_1


karena aku tidur miring menghadap ke tembok.


aku pun berbalik dan betapa kagetnya aku ,ada seorang laki laki di kamar ku dan sedang tertidur nyenyak sambil memeluk ku,.


ya Allah siapakah dia ,karena memang lampu kamar ku remang remang memakai cahaya lampu tidur.


lalu aku mengingat ingat ,dan setelah puing puing ingatan tadi malam aku teringat kalau aku sudah menjadi seorang istri,ya istri dari mas Idris.


aku pun menoleh ke arah mas Idris yang sedang tidur sangat nyenyak dan damai sekali,dia seperti sangat kelelahan.


aku mengamati bentuk wajah suami ku yang sedang tertidur ,ku amati matanya hidungnya hingga bibirnya yang terbilang sangat seksi,aduh mengapa aku pagi pagi sudah di suguhi keindahan yang engkau ciptakan ya Allah. sungguh maha sempurna ciptaan mu.


dan saat aku menyentuh pipinya mas Idris seketika membuka matanya, secara refleks aku ingin menjauhkan tangan ku dari wajah nya tapi dengan cepat mas Idris menangkap tangan ku.


"ih ketahuan ya" kata ku malu malu dan seperti orang terhipnotis melihat suami ku sendiri dengan rambut acak acakan tapi terlihat sangat tampan di mata ku,aku baru kali ini berdekatan dengan seorang laki laki sedekat ini,aku jadi gemetaran.


dan kami pun tertawa bersamaan dengan jawaban ku.


mas Idris lalu mengecup tangan ku dan berkata.

__ADS_1


"pandangan seperti ini akan kamu lihat setiap harinya jadi jangan pernah bosan selalu menatap ku, i love you " kata mas Idris sambil mengecup kening ku.


aku pun terbengong dengan apa yang di lakukan mas Idris tak pernah ku sangka mas Idris yang biasanya cuek dan dingin ternyata bisa se so sweet ini .mimpi apa aku semalam ya Allah.kata ku dalam hati sambil mengedip ngedipkan mata ku dan memegangi kening ku.


sampai sampai aku tidak sadar kalau mas Idris sudah beranjak pergi ke kamar mandi.


aku pun bergegas bangun dan menyiapkan pakaian untuk mas idris.masa di hari pertama aku menjadi seorang istri aku bangun kesiangan karena sibuk mengamati ketampanan suami ku sendiri.


beberapa menit kemudian mas Idris keluar dari kamar mandi ,aku tambah di buat terpesona dan wajah ku memerah karena malu melihat mas Idris keluar dengan hanya menggunakan handuk sebatas pinggang.


"sudah , puas lihat suami mu ini" kata mas Idris dan membuyarkan lamunan ku,masih pagi sudah dua kali aku kepergok mengamati suami ku sendiri, sadar Ais dia sudah jadi milik mu jadi semua yang ada padanya otomatis menjadi milik mu seutuhnya,entah setan apa yang merasuki ku sepagi ini sehingga aku yang awalnya polos bisa jadi seperti ini.ampunilah hamba mu ini ya Allah.pikir ku dalam hati.


karena malu aku berlalu pergi ke kamar mandi karena waktu shalat subuh hampir habis.


"mas shalat duluan ya " teriak mas Idris pada ku yang masih di dalam kamar mandi.


"iya mas," jawab ku.


aku keluar dari kamar mandi mas Idris sudah tidak ada di kamar ,mungkin dia keluar cari udara segar karena memang udara di pedesaan di pagi hari sangatlah sejuk.

__ADS_1


dan aku segera melaksanakan kewajiban ku sebagai seorang muslim.


POV( Aisya)end.


__ADS_2