
dan di sinilah aku sekarang berada dikamar Ais ,kamar ukuran 2 kali 2 meter .
kamarnya rapi walau kecil barang barangnya tertata dengan rapi.
Aisya masih di kamar mandi untuk bersih bersih karena. kita belum melaksanakan shalat isya.
tadi Aisya meminta shalat berjamaah berdua di kamar.
kita gantian bersih bersihnya.karena tidak mungkin kan kami berada di dalam kamar mandi berdua bisa bahaya.
ceklek....suara pintu kamar mandi di buka oleh Aisya.
dan spontan aku pun menoleh ke arah kamar mandi ,aku terpanah melihat Aisya keluar dari kamar mandi tanpa menggunakan hijab yang biasanya menutupi kepalanya.
ku lihat rambutnya yang panjang dan hitam pekat tergerai indah tanpa di ikat,baru kali ini aku melihatnya sungguh indah ciptaan nya dan tentunya aku bersyukur hanya aku saja yang bisa melihatnya.
saking kagumnya aku sampai terbengong dan tidak sadar kalau Aisya sudah ada di depan ku dan menepuk pundak ku.
"Ais sudah selesai kak, sekarang giliran kakak" kata Ais membuyarkan lamunan ku.
"eh,iya aku ke kamar mandi dulu ya ,tunggu aku" kata ku.sambil tersenyum jail kepadanya.
__ADS_1
iya kak" kata Ais sambil tersenyum malu malu,sungguh menggemaskan pikir ku.
karena sudah malam aku hanya sebentar bersih bersihnya karena takut masuk angin,.
karena udara di desa paman Ais sangat dingin berbeda dengan di rumah ku,aku tidak mau sakit gara gara masuk angin.
ketika aku keluar dari kamar mandi Ais sudah menggunakan **** ah ya dan sudah menggelar sajadah untuk kita menunaikan shalat berjamaah.
dan dia sudah menyiapkan sarung dan baju kokoh untuk aku pakai,sungguh selama ini aku tidak pernah di perlakukan seperti ini oleh Jamila, ngapain aku mikirin Jamila sekarang jelas jelas sudah ada Aisya di sisi ku aku harus buang jauh jauh kenangan manta ,ya cuma MANTAN harus ku hempaskan jauh jauh dari ingatan ku.
"sudah kak, itu Ais sudah siapkan baju kokoh dan juga sarung untuk kakak" kata Ais tapi dia tidak berani menatap ku karena aku cuma memakai handuk sebatas pinggang dan membuyarkan lamunan ku,kenapa aku sekarang sering melamun ya pikir ku.
"eh iya" dan aku pun kembali lagi ke kamar mandi untuk menggunakan sarung dan baju kokoh ku.
setelah selesai aku mengucap doa ,aku bersyukur telah di berikan istri yang Solehah.
dan setelah itu aku berbalik dan Ais langsung mengambil tangan ku untuk di cium dan aku pun secara spontan juga mengecup keningnya.
"Alhamdulillah, aku bersyukur telah memiliki kamu" kata ku.
"iya kak Alhamdulillah, bimbing Ais agar menjadi istri yang baik untuk kakak dan ibu yang baik untuk Nadira " katanya,aku pun terharu mendengar penuturannya,sungguh aku tidak menyangka.
__ADS_1
"insya Allah, kita jalani sama sama ya ,kalau ada kakak yang salah Ais ingat kan ya dan juga sebaliknya kita belajar sama sama" kata ku.
"iya kak" katanya.
"tapi aku ada permintaan pada Ais" Kata ku.
"permintaan apa kak" jawabnya sambil mengerutkan dahinya.
"aku minta jangan panggil aku kak ,bisa" kata ku,masa aku masih di panggil kakak kan aku sudah jadi suaminya,.
"a,apa kak,..eh, Ais harus panggil apa" tanya nya
"kalau Ais panggil mas apa boleh" lanjutnya.
"itu lebih baik dari pada kakak, nanti kalau kita jalan di kira aku kakak kamu bukan suami kamu, atau sayang juga boleh" kata ku sambil menggodanya.
"a..apa" katanya.sambil menunduk menyembunyikan wajahnya.
ku lihat raut wajah ais merah seperri kepiting rebut karena malu dengan godaan Ku.
"sayang" kata ku terus menggodanya.
__ADS_1
"ih, kakak,..eh mas kok jail sih" katanya sambil menepuk tangan ku.
ya udah, sudah malam kita istirahat besok pagi kita harus kembali ke rumah.