
"emang ayah mau sama bunda" kata Ais, eh ternyata jawaban Ais di luar ekspektasi ku.
ku kira dia akan marah sama nadira,tapi ternyata dia menjawab seperti itu.
aku pun mendengarnya merasa mendapat lampu hijau.
"ya mau lah bunda ,kan ayah juga suka sama bunda, ups" kata Dira keceplosan dan langsung menutup mulutnya dengan tangan.karena mang aku pernah memberi tahu Nadira kalau aku tertarik sama Ais dan Nadira langsung senang dan menyetujuinya.
" emang iya ayah pernah bilang gitu" tanya Ais menyelidik.
"he...he. iya tapi ini rahasia aku sama bunda ya" kata Dira tapi sambil berbisik ke telinga ais.otomatis aku tidak bisa mendengar apa yang di bicarakan mereka berdua,aku jadi penasaran,mengapa mereka berdua main rahasia kerahasiaan
lalu aku mendengar lagi mereka berdua cekikikan tertawa entah apa yang mereka tertawakan.
"ingat ya bunda ini rahasia kita berdua'" kata Dira pada ais.
"ok" jawab Ais,tangannya membentuk tanda ok.
siang harinya aku sudah menyelesaikan pekerjaan ku semua,aku ingat kalau di rumah ku ada Ais.
aku pun mencari keberadaan mereka berdua,dan ternyata mereka berdua sedang tertidur sambil berpelukan ,aku melihatnya merasa terharu,karena Ais begitu menyayangi putri ku.
dan sebelum aku terlambat untuk menyatakan cinta ku padanya , aku bertekad untuk menjadikan dia pacar ku.
hari sudah menjelang sore aku harus mengantarkan Ais untuk kembali ke tempatnya.
__ADS_1
dan sebelum itu aku ingin bicara serius dulu dengannya sebelum dia pulang ke rumahnya.
Ais dan Dira sedang bercengkrama di ruang tamu sambil menunggu ku untuk mengatakan dia pulang.
Hem...aku berdehem untuk menetralkan detak jantungku yang bekerja lebih cepat dari biasanya,karena kau mau bicara serius dengan Ais.
Ais dan Nadira menoleh pada ku karena mendengar deheman ku.
"sudah yah" tanya dira pada ku
"sudah,tapi sebelum nganter bunda pulang aku mau bicara sama bunda dulu ,boleh kan hanya berdua" kata ku sama Dira.
"boleh yah, kalau gitu Dira ke kamar dulu ya" pamit putri ku dan aku mengangkat kepala ku tanda aku setuju.
"iya nak" kata Ais sambil mengelus rambut Dira.
aku pun duduk berhadapan dengan ais ,kulihat Ais gugup,mungkin dia bingung dengan ku.
"sebelumnya aku mau tanya sama Ais ,tapi kakak minta maaf dulu soalnya ini menyangkut hal pribadi" kata ku.
"iya kak ,nggak papa ,kakak mau tanya apa" jawab Ais.
"sebenarnya, tapi Ais jangan marah ya" kata ku memastikan sekali lagi ,karena kalau aku di tolak aku akan tetap berlapang dada.
"iya kak, tanya saja" katanya ,mungkin dia penasaran dengan pertanyaan ku.
__ADS_1
"apa Ais sudah punya pacar" jawab ku,dan aku melihat Ais kaget dengan pertanyaan ku,aku jadi takut kalau dia marah.
"eh, sebenarnya, jangankan pacar kak teman dekat pria saja aku nggak punya" katanya sambil nyengir,di dalam hati ku aku berkata Alhamdulillah,berarti masih ada kesempatan buat ku.
"seandainya ya ,ini seandainya, ada yang suka sama Ais apa Ais mau" kata ku.
dan kulihat muka Ais bersemu merah.
"kalau orang itu serius Ais mau kak,slangsung saja ke rumah paman ku,karena Ais tidak pernah nerpacaran, jadi Ais tidak bisa memutuskan sendiri" jawab Ais mantab.
"apa benar begitu" Kata ku memastikan.
"iya kak" jawabnya.
"kalau Kakak yang suka sama Ais ,bagai mana"kata ku langsung to the poin.
"hah" desah Ais sambil melongo, dan ketika dia sadar dari keterkejutannya dia berkata.
"kakak jangan bercanda ,mana mungkin kakak suka sama Ais yang orang desa ini" kata nya tak percaya dengan ucapan ku.
"kata siapa ,aku serius dengan ucapan ku,dan aku juga tidak pernah memandang orang dari segi apa pun" kata ku.
"apa?" kata Ais tak percaya.
"iya Ais aku serius mencintai mu, apa kamu mau menjadi istri ku" tanya ku.
__ADS_1