Suami Yang Tak Dihargai

Suami Yang Tak Dihargai
66


__ADS_3

"ya udah mbak ngapain mbak minta maaf,ini semua bukan kesalahan mbak, jadi mbak tidak perlu minta maaf" kata ku.


"iya pak ,kalau gitu mbak mau pulang tadi Eneng sudah mandi ,dan bapak kalau mau makan tadi mbak sudah masakin" kata mbak pamit mau pulang.


"iya mbak hati hati, oh iya mbak hampir saja saya lupa ,tadi saya beli Snack di mobil buat Nadira ,saya lupa turunin, mbak ambil ya sebelum pulang ,di situ ada dua bungkus,yang satu bawah pulang buat Rinda mbak, " kata ku ,Rinda adalah putri mbak sara, dia menjadi teman Nadira,walau usia mereka berbeda tapi mereka kalau sudah kumpul sangat cocok sekali.


ada kalanya Nadira merengek minta ke rumah mbak sara,katanya mau bobok bareng sama Rinda,.


kalau sudah begitu aku terkadang meminta mbak bawa putrinya agar bisa main ke rumah ku, kalau hari Minggu.


kalau sudah seharian main Nadira akan berhenti merengek untuk minta menginap di rumah mbak sara.


putri mbak sara yang bernama Rinda di asuh ibunya mbak sara.


tapi belia( ibu mbak sara ) sangat baik sekali pada Putri ku, malah aku melihat beliau sayang sekali dengan Nadira, beliau tau kalau Nadira memang kurang kasih sayang dari ibunya.


jadi beliau memperlakukan putri ku sama seperti cucunya jika sudah berkunjung ke rumahnya.


"aduh pak jangan repot repot, kesenangan nanti Rinda selalu dapat Snack dari bapak" kata mbak sungkan ,karena setiap aku beli apa saja ,selalu aku juga membelikan untuk anak mbak sara.

__ADS_1


karena aku juga ingin berbagi kebahagiaan untuk orang orang yang juga telah menyayangi putriku.


tidak apa apa mbak jangan sungkan,oh iya saya ke kamar Nadira ya, kalau mbak pulang sekalian mbak tutup pintu gerbangnya ya” kata ku sambil melangkah menuju kamar Nadira,tapi aku lupa lagi mau ngomong sama mbak.


"oh iya mbak kalau mbak masaknya banyak ,mbak bawa sebagian masakannya buat mbak dan keluarga mbak di rumah" kata ku,.karena dari pada mubasir lebih baik aku berikan pada mbak sara,agar dia tidak capek capek lagi masak untuk keluarganya.


"iya pak" jawab mbak sara.dan aku pun melanjutkan langkah ku ke arah kamar Nadira.


ku lihat putri ku sedang murung, sambil menopang dagunya dengan tangan.


"hai putri ayah, kenapa kok murung?" tanya ku sambil menuju ke arahnya.


"iya ,malahan ayah pulang sudah dari tadi ,emang putri ayah nggak dengar mobil ayah" kata ku.


"emang putri ayah sedang ngelamun apa sih kok sampai nggak dengar mobil ayah ya datang" lanjut ku.


dan dia malah mengeratkan pelukannya pada ku,itu tanda nya putri ku sedang bersedih.


mungkin dia mengingat Perla Jamila pada nya.

__ADS_1


"sebenarnya " Nadira akhirnya angkat bicara.


"tapi ayah janji jangan marah ya, sama Dira juga sama mbak" lanjutnya lagi takut, emang Dira sayang sekali pada mbak sara ,karena hanya mbak sara yang selalu ada untuk putri ku selama dia tidak dipedulikan Jamila.


"ngapain ayah marah sama putri ayah,apalagi sama mbak sara, apa alasannya " kata ku.


"tapi ayah janji ya" kata nadira sambil menjulurkan jari kelingkingnya pada ku dan aku pun menyambutnya seperti biasa.


"iya ayah janji" kata ku.


"kalau gitu ayo ceritakan" lanjut ku


"sebenarnya tadi ,bunda jamila datang ke sekolah Dira yah" Puti ku mulai bercerita.


"katanya bunda kangen sama Dira, tapi Dira takut yah sama bunda , bunda ngajak Dira ke rumah nya, tapi Dira nggak mau karena Dira belum pamit sama ayah" lanjut putri ku,aku masih menyimak cerita putri ku.


"terus " kata ku penasaran.


"ya Dira bilang, kalau bunda mau ajak Dira, bilang dulu sama ayah" kata Dira.

__ADS_1


"dan mbak sara juga bilang gitu sama bunda, tapi bunda malah marah sama mbak sara,Dira jadi takut yah" kata dira melanjutkan ceritanya.


__ADS_2