
"apa salah ku ya Allah , sehingga engkau memberikan cobaan seberat ini" ratap beliau sambil menangis terisak.
bahkan beliau tidak menghiraukan orang orang di sekelilingnya ,karena kita semua masih berada di depan rumah.
"sudah sudah Bu mari kita masuk dulu ,kita bicara kan ini di dalam saja ,malu di lihat tetangga Bu" akan mengajak beliau masuk agar lebih tenang.
" ibu lebih malu sama kamu nak dari pada tetangga, karena ibu merasa gagal mendidik anak ibu menjadi istri yang baik,ibu malu nak, malu" katan beliau.
ku lihat jamila tidak berkutik mendengar omongan ibunya.
kami semua pun masuk ke dalam rumah.
"kalau sudah begini , apa yang akan kamu lakukan mil'!!!" bentak beliau.
"ya sudah lah Bu, yang lalu biarlah berlalu, kan masalahnya sudah beres," jawab Jamila enteng.
aku di sini hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar penuturan Jamila yang seolah olah masalah nya sudah selesai begitu saja.
kudengar kan saja pertengkaran ibu dan anak itu tanpa aku tengah hi.
aku kaget saat aku mendengar suara putri ku sambil menangis memanggil ku.
__ADS_1
"ayah " panggilnya sambil terisak ,aku khawatir kalau Nadira melihat dan mendengar pertengkaran bundanya dengan wanita tadi.
"iya nak ,sudah bangun, sini " jawab ku ,sambil aku beranjak ke arah nya.
dan dia pun sama menuju ke arah ku ,dia langsung memelukku.
dan itu semua sukses membuat ibu dan anak yang sedang bertengkar tadi langsung diam seketika.
ku lihat jamila langsung pergi ke kamar nya.
dan ibu pun juga sama beliau pun pergi ke kamarnya ,mungkin mereka sadar.
ya sudah ,nggak papa sini ayah peluk biar nggak takut lagi.
dan dia pun memelukku dengan sangat erat sekali.
"ini sudah sore ,Dira mandi dulu " suruh ku pada putriku .
"iya yah" jawabnya dan dia pun langsung pergi ke kamarnya.
aku pun sama ,mau membersihkan diri karena badan ku gerah.
__ADS_1
nanti habis mandi aku akan menemui ibu mertua ku.
setelah beberapa menit ,aku selesai membersihkan diri ku .
aku kaget ketika ingin keluar kamar ,ternyata ibu mertua ku ada di depan pintu kamar ku tapi mengapa ibu kok sambil membawa tas yang beliau bawa tadi pagi.
"baru saja ibu mau mengetuk pintu kamar mu nak" katanya.
"iya Bu ada apa, apa IBU butuh bantuan" tanya ku pada beliau.
"tidak nak hanya saja ibu mau pamit sama nak Idris ,ibu mau pulang saja,dan sekali lagi ibu minta maaf yang sebesar besarnya atas nama Jamila pada nak Idris" kata beliau panjang lebar sambil menangis.
"tidak Bu ,untuk apa ibu minta maaf sama idris ,ini semua terjadi atas kehendak yang maha kuasa ,jadi ibu tidak perlu minta maaf atas apa yang tidak ibu perbuat" jawab ku, aku kasian sekali pada beliau gara gara putrinya beliau menjadi malu.
"oh iya Bu, tadi Idris sudah transfer uang ke rekening ibu untuk keperluan bulanan ibu dan uang biaya sekolah adik" kata ku ,sebenarnya tadi aku mau bilang masalah ini ,tapi keburu ibu pamitan mau pulang.
"jangan nak ,nggak usah , keluarga ibu tidak pantas menerima uang dari nak Idris, biarlah nanti bapak yang memikirkan cara untuk sekolah adikmu ,kalau untuk makan insyaallah dari kebun sudah cukup" kata ibu, aku jadi merasa bersalah ,karena aku dengan sengaja tidak mengirim uang untuk mereka ,karena aku tau kehidupan mereka di sana hanya mengandalkan dengan menggarap ladang ,itu pun ladang milik orang yang bapak kelola.
"tidak Bu, jangan pernah menolak uang dari Idris"
"Idris minta maaf karena Idris sudah dengan sengaja tidak mengirim uang untuk kalian"kata ku.
__ADS_1