Suami Yang Tak Dihargai

Suami Yang Tak Dihargai
65


__ADS_3

'"sudah sudah " kata ku.


"oh iya Ais masih ada dua orang lagi di belakang, bertugas sebagai koki di sini ayo saya perkenalkan ,mereka tidak berkumpul karena sedang persiapan untuk buka" lanjut ku mengajak Ais berkenalan dengan koki di sini.


kalau para koki setiap hari mereka pulang karena mereka sudah punya keluarga dan rumah sendiri sendiri.


"iya kak" jawab Ais dan aku pun mengajak Ais pergi ke dapur.


"kalian lanjutkan pekerjaan kalian masing masing" kata ku sebelum pergi.


"siap kak" jawab mereka serentak.


waktu di dapur aku langsung memperkenalkan Ais dengan para koki di sini .


ada kak sara dan kak Mira, aku memanggil mereka kakak karena mereka jauh lebih tua dari ku.,dan mengapa aku memilih koki perempuan karena kalau perempuan itu kalau sudah masak mereka memasak menggunakan perasaan.


dan setelah semua berkenalan aku memanggil Doni untuk keruangan ku.


"ya kak" kata di i ketika sudah di ruangan ku.


"kamu panggil Denys untuk menunjukkan kamarnya saat dia sudah ada di sini dan berikan dia seragam" kata ku.


"baik bos" kata Doni lalu keluar untuk memanggil Denys.


"oh iya Ais ,hari ini juga kamu juga bisa langsung tinggal di sini" kata ku.


"tapi saya belum beres beres kak" kata Ais.

__ADS_1


"apa kami perlu bantuan ,biar nanti saya yang antar kamu dan mengajak teman dari sini untuk bantu kamu" tawar ku padanya.


"tidak usah kak,untuk nanti say akan pulang dan besok nya saya akan langsung bawa barang barang Ais" katanya.


"ya sudah kalau gitu" kata ku dan bersamaan dengan datangnya Denys ke ruangan ku.


"ayo Ais aku tunjukkan kamar kamu" kata Denys


"iya Denys" kata Ais.


"ya udah kalau begitu Ais keluar dulu kak" pamit Ais.


"iya silahkan" jawab ku.


dan mereka berdua pun keluar dari ruangan ku.


aku serasa seperti penguntit saja.


dan sekarang sudah sore waktunya aku pulang,biasanya si aku kemari tidak sehari hari.


tapi entah mengapa semenjak ada Ais di rumah makan ku ini ,aku jadi lebih bersemangat ada di situ.


entah ada apa dengan diri ku.


"aku pulang dulu ya Don " pamit ku pada Doni.


"iya kak," kata Doni.

__ADS_1


aku pun pulang ke rumah karena hari sudah menjelang sore,dan pengasuh Nadira juga waktunya pulang, aku memang tetap di bantu oleh mbak sara pengasuh lama Nadira waktu aku masih di rumah yang ditinggali Jamila.


tin...tin...


suar klakson mobil ku, dan keluarlah mbak sara membuka pintu gerbang rumah ku.


setelah memarkirkan mobil ku,aku keluar dan langsung menuju ke ruang keluarga untuk menemui putri ku.


tapi aku tak Idak melihat keberadaan putri ku.lalu aku bertanya pada mbak sara.


"Nadira kemana mbak kok nggak ada di ruang keluarga?" tanya ku.


"neng Dira ada di kamar pak, baru aja habis mandi" jawab mbak.


"oh iya pak ,mbak mau minta maaf sama bapak" kata mbak sara pada ku. dan aku pun mengernyit emang ada apa kok pakai minta maaf segala


"Lo kenap mbak,kok minta maaf ,emang mbak buat salah apa" tanya ku.


"mbak minta maaf ,sebab tadi mbak nggak bisa jagain si Eneng ,sampai neng Dira nangis , karena tadi ibu jamila nyamperin neng ke sekolah Eneng, neng di bentak bentak karena Eneng nggak mau di ajak oleh Bu Jamila" terang mbak pada ku, dan aku pun mendengar cerita mbak langsung marah ,tapi aku tidak marah sama mbak aku marah sama Jamila ,mau ngapain lagi dia sesudah dia menyakiti hati Nadira sampai sedemikian rupa.


dia dengan seenaknya datang dan marah marah sama putri ku.


punya hak apa dia ,bukankah dia yang tak menginginkan Nadira, lalu mengapa sekarang dia dengan seenaknya menemui Putri ku.


"jadi tadi Jamila datang ke sekolah Nadira mbak, tau dari mana dia sekolah Nadira ya mbak?" tanya ku.


"mbak juga tidak tahu pak" jawab mbak.

__ADS_1


__ADS_2