Suami Yang Tak Dihargai

Suami Yang Tak Dihargai
43


__ADS_3

belum cukup sampai di situ saja,ibu juga menanyakan mengapa mas Idris tidak mengirimkan uang untuk biaya sekolah adik ku.,dan aku dengan bodohnya menanyakan itu pada mas Idris padahal waktu itu aku dengan sombongnya tidak akan meminta uang dan biaya keluarga ku padanya.


aku berusaha membujuk ibu untuk menerima uang dari ku dan ibu pun tetap bersikeras tetap tidak mau Karena katanya itu uang haram.


setelah berdebat dengan ibu aku pergi ke kamar mengunci diri ku ,rasanya kepala ini mau pecah saja mendengar Omelan Omelan ibu.


ingin rasanya aku keluar dari rumah tapi masalahnya ada ibu di rumah ku.


baru saja aku ingin merebahkan diri ku karena dari tadi aku sibuk telfon dengan pacar ku.


pintu kamar ku sudah di gedor gedor lagi oleh ibu.entahlah mau apa lagi ibu.


dan saat aku membuka pintu kamar ku ,kata ibu ada tamu yang mencari ku dan aku merasa penasaran yang siapa yang mencari ku.


pergi lah aku menuju ruang tamu ,kulihat ada wanita paruh baya sedang berdiri di depan pintu ,.


"ada tamu kok nggak di suruh masuk si"pikir ku.


setelah aku sampai ternyata orang itu langsung menyerang ku dan mencaci maki aku .

__ADS_1


aku di sebut ****** ,pelakor entah apa lagi sumpah serapa yang dia ucapkan pada ku.


aku juga tidak bisa menghindar dari serangan wanita itu karena aku kaget tiba tiba di serang,ibu juga diam saja apalagi mas idris yang kondisinya seperti itu ku pastikan dia tidak akan bisa menolong ku.


lalu datanglah seorang pria lalu melerai dan memegang wanita itu dan setelah ku lihat dia adalah mas Anton pacar kaya Ku..


aku sekarang jadi tau ternyata wanita yang menyerang ku tadi adalah istri mas Anton.


wanita itu memarahi suaminya ,aku di sini mengambil kesempatan dalam kesempitan, aku pura pura bicara kalau mas Anton berjanji akan menikahi ku.dan ku pikir mas Anton itu yang memegang kendali atas istrinya.


tapi di luar ekspektasi ku ternyata yang kaya itu bukan mas Anton tapi istrinya.


dan jadi lah mas Anton lebih memilih istrinya dari pada aku .aku juga tidak peduli dengan omongan omongan tetangga ku ,karena di situ banyak sekali para tetangga ku berkumpul melihat pertengkaran ku.


belum reda rasa sakit dari tamparan dan jambakan wanita langsung di tambahi dengan tamparan ibu .


untung saja Nadira menangis mencari ayahnya dan itu ku gunakan kesempatan untuk ku pergi ke kamar ku.


sore hari aku tidak melihat ibu, mungkin ibu marah sama aku ,ku coba melihat di kamarnya dan ternyata tas ibu sudah tidak ada mungkin ibu pulang ke rumahnya ,tapi bagus lah agar tidak ada lagi yang marah marah pada ku.

__ADS_1


dan ku putus kan untuk keluar rumah karena aku pusing ada di rumah ,ketika aku ingin keluar aku berpapasan dengan mas Idris di pintu keluar.


aku memang sengaja mengabaikannya dan pergi begitu saja


POV (JAMILA) END.


seminggu kemudian


malam hari tidur ku terganggu dengan suara gaduh di luar .


kulihat jam dinding ku menunjukkan pukul 1 malam ,aku pun penasaran suara apakah itu ,karena ini sudah tengah malam .


apa Jamila baru pulang ,pikir ku karena waktu aku mau masuk ke kamar pukul 9 malam dia belum pulang ke rumah


dalam pikir ku kalau bukan Jamila lalu siapa ,aku pun buru buru , ingin segera ke luar karena aku takut ada maling atau apa .


karena Nadira juga berada di kamarnya aku takut terjadi sesuatu yang tidak di ingin kan .


aku pun berjalan lebih cepat karena aku pikir sekarang tengah malam juga tidak ada orang di rumah,karena kemungkinan Jamila tidak pulang .

__ADS_1


setelah kejadian Minggu lalu Jamila sering tidak pulang kerumah.


dan setelah ku buka pintu ternyata.


__ADS_2