Suami Yang Tak Dihargai

Suami Yang Tak Dihargai
96


__ADS_3

Ting Tong ...bunyi bel rumah ku.


aku mengurungkan niat ku untuk duduk.


"siapa ya pagi pagi gini sudah bertamu" kata ku.


"biar Ais saja mas yang bukain pintunya" kata Ais.


"mas duduk saja untuk sarapan" lanjutnya sambil menyendok kan nasi ke dalam piring ku.


"segini cukup mas" katanya .


"iya, cukup" jawab ku.


dan saat Ais mau mengabulkan lauk beserta sayurnya aku melarangnya biar aku mengambil sendiri.


dan Ais beranjak menuju ke luar untuk membuka pintu karena bel kembali berbunyi.


aku penasaran siapa pagi pagi sudah datang untuk bertamu,kalau Doni pasti dia akan menghubungi ku dulu.


karena penasaran aku pun meninggalkan makanan ku yang sebenarnya sangat menggoda untuk di nikmati.


"ayah ke depan dulu ya, lihat siapa yang datang" kata ku pada Nadira.

__ADS_1


"iya yah " jawab Nadira sambil terus menyuapkan makanan ke mulutnya.


aku pun menuju ke luar untuk melihat siapa tamunya.


ku lihat Ais menangis, siapa yang berani memarahi dan membentak istri ku,karena aku tidak lihat siapa yang berada di depan pintu karena tertutup oleh Ais.


"ada apa sayang ,siapa yang datang ,kok kamu nangis" aku memberondong pertanyaan .


dan seketika Ais pun menoleh ke arah ku.dan barulah aku tau siapa yang datang bertamu pagi pagi begini.


dan ternyata itu Jamila mantan istri ku,mau ngapain dia ke mari pikir ku.


dan ngomong apa dia sampai sampai istri ku menangis,ini tidak bisa di biarkan pikir ku,aku harus tegas agar Jamila tidak lagi mengganggu kehidupan ku,.


"mau ngapain kamu ke rumah ku" kata ku sambil menatap tajam pada Jamila.


" aku mau menjenguk mantan suami dan anak ku ,apa aku salah,"jawabnya sambil tertawa remeh pada ku.


" tapi malah aku menemukan perempuan sok pahlawan ini di rumah mu, apa kamu memungutnya karena dia pernah menyelamatkan Nadira" lanjutnya.


"jangan jangan dia mau manfaatin Nadira untuk mendekati ku" lanjutnya lagi.


"Dian kamu, kita sudah tidak ada hubungan apa-apa,jadi jangan pernah campuri urusan ku" kata ku sambil emosi.kalau saja. Jamila seorang laki laki sudah aku sumpal mulutnya dengan Bogeman ku karena mulutnya yang tak bermoral itu ,dengan seenaknya dia menghina istri ku.

__ADS_1


" aku masih berhak ikut campur karena masih ada Nadira di tengah tengah kita" katanya enteng.


"semenjak kau mengatakan kalau kau tidak mau merawat Nadira,semenjak itu pula kau sudah tidak berhak mencampuri urusan Nadira" kata ku penuh penekanan.


"dan satu lagi, dia ada di sini bukan untuk memanfaatkan Nadira untuk mendekati ku tapi ,perkenalkan dia ISTRI KU, bunda Nadira yang baru" kata ku ,aku menekankan kata istri ku biar Jamila buka lebar lebar kupingnya agar mendengar kata kata ku.


" apa" katanya kaget.


"apa perlu aku ulangi lagi kata kata ku, jadi sebelum aku mengusir mu dari rumah ku ,ku harap kamu pergi dari sini dan jangan pernah lagi injak kan kaki mu di rumah ku ini" kata ku ,karena aku sudah muak dengan Jamila ,apa coba dia tiba tiba datang dan mengganggu kehidupan ku.


" kamu ngusir aku" kata Jamila sambil matanya melotot ke arah ku dan Ais.


"iya" kata ku terus terang.


"tapi ,aku mau ketemu Nadira, mana dia ,dan kamu, tidak akan pernah bisa menggantikan ku " kata Jamila Sambil menunjuk Ais. dan Ais hanya diam saja,aku merasa bersalah padanya karena tadi aku tidak melarang dia untuk membuka pintu.


"aku tidak akan mengijinkan kamu bertemu putriku ,karena kamu sudah tidak berhak atas diri Nadira" kata ku ,dada ku naik turun karena menahan emosi ku.


" tidak bisa" katanya.


"sudah jangan banyak omong ,kalau kamu tidak mau pergi dari rumah ku,aku akan telepon kan keamanan agar menyeret ku keluar dari rumah ini" kata ku ,aku sudah muak dengan tingkah Jamila yang selalu membuat ku naik darah.


"ok, aku akan pergi ,awas kau" kata Jamila ke arah istri ku.aku makin merasa bersalah padanya.

__ADS_1


__ADS_2