
"a.apa" kata ku gugup dan kaget mendengar ucapan putri ku.
"aku ingin punya bunda yang seperti Tante cantik" ulang putri ku sambil Memandang ke arah ku.
"kalau , aku ketemu Tante cantik itu aku akan tanya padanya mau apa jadi bunda Dira" kata putri ku lagi.
" nak ,tidak boleh maksa orang untuk mau menuruti kemauan mu, iya kalau Tante cantik sudah punya suami bagai mana" kata ku memberi pengertian pada Putri ku.
"iya ya yah , tapi semoga bisa ketemu lagi dengan Tante cantik biar Dira bisa tanya apa Tante cantik sudah punya suami" katanya penuh semangat.
"ya semoga saja" kata ku, tapi aku bicara dengan berat hati karena aku sudah punya seseorang yang entah mengapa aku ingin mengenalnya lebih dekat.
"emang kalau belum punya suami Dira mau apa? tanya ku.aku ingin tau jawaban putri ku.
"ya aku mau suruh Tante cantik buat jadi bunda Dira" jawab polos, aku pun tertawa mendengarnya.
haa... haaaa.hhaaa
aku tertawa dan Dira melihat ku.
"kok ayah tertawa sih" katanya sambil memanyunkan bibirnya.
"emangnya ada yang lucu sama Dira" lanjutnya.
"ya nggak gitu nak, Dira nggak boleh maksa orang harus mau menuruti kemauan Dira," jelas ku.
"ya Allah , mudah mudahan Tante cantik belum punya suami ,amin" bukannya mendengarkan omongan ku dia malah berdoa.
__ADS_1
mungkin selama setahun ini putriku kesepian tanpa adanya bunda di sisinya, biasanya walau tidak di perhatikan oleh bundanya tapi dia bisa bertemu setiap hari.
entahlah,aku jadi bingung memikirkannya apa aku harus mencari pengganti Jamila,apa aku harus membuka hati ku ini untuk di isi oleh wanita lain.
"oh iya kata mbak sara Dira belum makan ,ayo sekalian ayah sama ayah" kata ku.
"iya,aku memang nunggu ayah untuk makan" jawabnya.
"ya udah ayo " kata ku dan kami pun makan berdua ,momen seperti ini tidak akan pernah tergantikan dengan apa pun.
setelah makan bersama kami duduk duduk santai sambil menanti Dira belajar.
"sudah selesai yah belajarnya,Dira ngantuk mau tidur di temani ayah,nanti kalau Dira udah tidur ayah boleh pindah" katanya.
memang aku membiasakan Dira tidur sendiri waktu dia masih kecil agar dia menjadi anak yang pemberani.
setelah putri ku tertidur barulah aku keluar dari kamarnya,aku mengecek semua rumah sudah aman di kunci barulah aku menuju kamar ku .
kamarku bersebelahan dengan Nadira,karena aku takut kalau sewaktu waktu dia nangis mencari ku biar tidak jauh jauh.
aku merenung memikirkan perkataan putri ku tadi sore.
aku sampai penasaran wanita seperti apa yang di panggil putri ku Tante cantik itu.
entah mengapa malam ini aku tidak bisa tidur seperti biasa nya.
aku seperti terbayang bayang senyum Aisya yang menggemaskan.
__ADS_1
apa iya aku jatuh hati padanya ,aku terpesona saat pertama jumpa dengannya.
dan akhirnya aku tertidur dengan sendirinya.tau tau aku terbangun di waktu adzan subuh berkumandang di masjid dekat rumah ku.
aku buru. buru bangun mandi lalu pergi ke masjid untuk sholat jamaah.
semenjak aku berpisah dengan Jamila aku lebih mendekatkan diri ku pada sang pencipta.
dan alhamdulilah aku menjadi orang yang lebih bersyukur dan lebih ikhlas menjalani hidup.
setelah sholat berjamaah aku lanjut membangunkan putri ku karena harus sekolah ,aku membiasakan putri ku bangun pagi pagi supaya terbiasa tidak terburu buru jika berangkat ke sekolah.
ku lihat mbak sara sudah datang .
"pagi pak," kata mbak sara.
"oh iya pak dapat salam dari Rinda katanya terima kasih sudah di kasih bingkisan sama bapak" lanjut mbak sara.
"iya mbak sama sama, sampaikan salam balik ku padanya." kata ku.
"apa dia nggak kangen sama kakak nya" kata ku lagi.
"iya katanya sih kangen pak tapi nunggu libur sekolah dulu mau main ke sini katanya" Jawa mbak sara.
"oh iya mbak ,saya berangkat dulu ya ,nanti nadira mbak anterin karena aku harus segera berangkat " kata ku.
entah mengapa semenjak ada Ais di warung makan ku aku jadi lebih bersemangat pergi ke sana.
__ADS_1