Suami Yang Tak Dihargai

Suami Yang Tak Dihargai
9


__ADS_3

Tut...Tut ..Tut...


"hallo assalamu'alaikum dris " jawab Johan di seberang sana,dan aku pun menjawab salamnya .


"kamu pasti mau minta penjelasan atas kiriman foto yang aku kirimkan ke kamu ya" lanjutnya tanpa basa basi lagi.


"iya"


"sebelumnya aku ingin meminta maaf dulu kepadamu dris karena sudah lancang sudah mengurusi rumah tangga mu tapi kalau aku tidak memberi tahu aku takut kamu dari orang lain maaf ya" tukasnya panjang lebar.


"iya tidak apa apa malahan aku mau terima kasih padamu karena sudah peduli dengan rumah tanggaku," jawabku.


"tapi aku tidak begitu jelas dengan yang lelaki dris karena aku memfoto dari samping takut ketahuan jadi tidak begitu jelas aku ini murni mau mberi tahumu aku tidak bermaksud apa apa mungkin saja itu teman Jamila istrimu "katanya.


"iya tidak apa apa aku akan meminta penjelasan padanya nanti jika sudah pulang lalu gitu sudah dulu ya anakku nangis terima kasih infonya ya Jo" aku mengakhiri obrolanku di telefon.

__ADS_1


kulihat di kamar anakku sudah bangun dan menangis memanggil aku.


kulihat di jam dindingku sudah pukul 3 sore tapi istriku tak kunjung pulang jadi kuputuskan untuk memandikan Nadira karena sudah sore.


setelah selesai memandikan Nadira aku berniat mau menyuapinya, aku berlalu pergi ke dapur untuk tapi langkahku berhenti ketika pintu rumahku ada yang buka dari luar dan ternyata itu Jamila istriku.


aku menoleh kepintu dan kulihat dia kaget melihatku, aku bersikap biasa aja nanti aja aku akan menanyakan soal foto itu.


"sudah pulang" tanyaku acuh aku tidak mau menunjukkan ekspresi curiga padanya.


"i.iya mas ,mas mau ngapain ke dapur oh iya Nadira sudah mandi" tanyanya gugup .


setelah mengambil makanan untuk Nadira aku menggengnya lalu aku suapi, aku mulai berpikir bukankah ini tugas seorang istri merawat anak mengapa malah aku yang mengerjakannya padahal aku sudah kerja bantu g tulang setiap hari tapi kalau sudah pulang kerumah aku masih harus mengurus anakku seperti tidak mempunyai istri saja pikirku dalam hati nelanga.


malam pun tiba tanpa basa basi lagi aku bertanya.

__ADS_1


"seharian Kamana aja " tanyaku tanpa ekspresi.biasanya aku akan memangilnya bunda atau dhek tapi untuk saat ini rasanya seperti aku sangat kecewa padanya.


"kan aku tadi sudah pamit mau belanja kebutuhan rumah dan kebutuhan Nadira mas" jawabnya tanpa ada rasa bersalah karena meninggalkan anaknya seharian ini.


"tapi kan nggak harus sampai sore, kamu tadi berangkat masih jam 6 pagi Lo ,apa kamu nggak ingat kali sudah punya anak " aku sudah tidak bisa mengontrol emosiku lagi, aku di sini sebagai laki laki sudah tidak di hormati lagi serasa harga diriku di injak injak.


"lalu kenapa kan kebutuhan kita dan Nadira memang banyak butuh waktu lama untuk membeli semua itu ,aku juga butuh refresing untuk menenangkan pikiranku yang setiap hari harus mengurus keluarga dan anak" sanggahnya, dia masih tidak mau mengalah menjawab ku.


aku sudah tidak bisa mengontrol emosiku lagi dan apa katanya tadi dia butuh refresing karena setiap hari dia mengurus keluarga dan anak ,


apa aku tidak salah dengar padahal setiap pagi aku menyempatkan untuk mencuci pakaian sebelum berangkat kupikir kasihan istriku repot mengurusi Nadira dan kalu aku pulang kerja juga aku yang menjaga Nadira sampaialam bisa bisanya dia bilang lelah butuh refresing .


lalu aku mengambil hanepone ku, ku perlihatkan foto yang di kirim Johan padaku.


"lalu apa ini siapa orang yang ada di foto ini,!!!"kataku sarkas, aku bertanya dengan mata memerah menahan amarah di sini aku sudah tidak di hargai lagi sebagai suami.

__ADS_1


setelah melihat foto itu kulihat dia salah tingkah dan gemetar.


"dari mana mas dapat foto itu " tanyanya sambil menyembunyikan ketakutannya .


__ADS_2