Suami Yang Tak Dihargai

Suami Yang Tak Dihargai
33


__ADS_3

setelah beberapa menit kami sampai di rumah.


dan terlihat Jamila juga sudah ada di rumah.


mbak membawa barang belanjaannya ke dalam ,sementara aku dan Nadira menuju ke ruang tamu.


aku juga tidak mempedulikan keberadaan Jamila yang sedang duduk di ruang tamu.


"adik, ke kamar dulu ganti baju gih" kata ku pada Putri ku.


"iya yah " jawabnya menurut.


setelah Nadira beranjak dari ruang tamu, akan ingin menanyakan pada Jamila kejelasan hari bungan antara Kami ini mau di bawah sampai kemana.


"mil.," aku memulai percakapan ,di sini biasanya aku memanggilnya dhek tapi sekarang aku memanggil namanya .


"ada apa" katanya cuek sambil memainkan hpnya.


"aku tanya padamu ,kau anggap apa aku ini selama ini?" aku bertanya langsung to the poin saja ,aku tidak ingin berbelit Belit.

__ADS_1


"ya kamu introspeksi diri aja mas ,kamu itu seperti apa ,layak apa tidak kamu buat aku yang sempurna ini" jawabnya sombong plus angkuh kalau aku lihat.


"oh ,jadi karena aku cacat tidak bisa berjalan ,jadi menurutmu aku tidak layak untuk mu yang sempurna ini!!!" kata ku padanya,,aku menekankan kata sempurna padanya,dia sombong sekali bisa menilai dirinya sempurna apa dia tidak ingat kalau dia juga memiliki kekurangan sebagai seorang perempuan.


kulihat mukanya memerah setelah aku menekankan kata sempurna, mungkin dia ingat dengan dirinya yang tidak bisa memiliki keturunan atau istilah kasarnya mandul.


"aku nggak mau berdebat , dan juga aku nggak mau mas mengurus urusan ku, urus urusanmu sendiri ,di sini hubungan kita hanyalah tinggal status, ngerti!!!" tekannya pada ku.


jadi di sini aku menjadi sadar diri bahwa selama ini aku hanya di manfaatkan Jamila hanya untuk menutupi kekurangannya.


"oh,oke kalau gitu kalau aku di sini hanya sebagai melengkapi kejelasan statusmu , berarti aku juga tidak perlu menunggu semua biaya hidupmu dan keluargamu!" aku juga tidak mau kala menekannya, sebenarnya sih aku juga tidak mungkin langsung memutus semua jatah bulanan mertua ku ,tapi aku ingin tahu apa yang akan di lakukan Jamila kepada keluarganya.


"ok, tak masalah bagi ku,aku juga bisa menghidupi diri ku sendiri tanpa uang mu," katanya.


"dan untuk keluarga ku,kamu tak usah repot repot mengurusinya karena itu urusan ku" lanjutnya enteng.


ok kalau begitu dia sudah memutus kan ,aku terima keputusannya.


"baik" jawab ku singkat,sambil berlalu dari ruang tamu menuju kamar ku.aku tak menghiraukan lagi ocehan Jamila.

__ADS_1


aku mendengarnya mencaci maki ku.


setelah berada di dalam kamar ,aku menguncinya dari dalam


karena kaki ku sudah bisa bergerak ,jadi aku beranjak dari kursi roda ku.


aku berjalan pelan pelan ke kamar mandi untuk membersihkan diri ku,setelah selesai aku mengganti baju ku.


aku keluar dari kamar dengan menggunakan kursi roda ,karena memang tidak ada yang tau kalau aku sudah bisa berjalan ,mbak pun tidak tau kalau aku sudah bisa berjalan.


aku menuju dapur belakang untuk mencari mbak.


dan ternyata dia lagi nyuci pakaian ,dan kulihat itu pakaian Jamila.


"mbak lagi ngapain" tanya ku walaupun aku sudah tau kalau dia lagi nyuci baju,aku hanya ingin berbasa-basi.


"ini pak,lagi nyuci bajunya Bu Jamila" jawabnya.


"oh,aku beri tahu ya mbak ,ini yang terakhir mbak nyuci bajunya Jamila" kata ku.

__ADS_1


" Lo ,pak saya di pecat ,apa salah mbak pak ,aku butuh pekerjaan ini pak " jawabnya ,dan aku pun langsung kaget, ternyata aku salah menyampaikan ucapan ku.


__ADS_2