Suami Yang Tak Dihargai

Suami Yang Tak Dihargai
84


__ADS_3

"baru bangun ais" sapa kak sindy ,sambil bersih bersih di dapur.


"iya kak,entah tidur ku nyenyak sekali malam ini" kata ku .


"ya udah kak, aku lanjut masak dulu" kata ku.


"iya, aku juga mau beres beres" kata kak sindy.


dan kami pun di sibukkan dengan pekerjaan masing masing hingga tidak terasa sudah siang dan karyawan yang lain sudah pada datang.


aku masuk ke dalam kamar ,aku ingat belum mengabari paman kalau aku mau pulang.karena tinggal 3 hari lagi.


ku ambil hand phone ku dan ku cari nomor adik ku,karena memang adik sepupu laki laki ku yang mempunyai hand phone.


Tut....tutt....sambungan telepon tersambung tapi masih belum di angkat,oh iya aku lupa pasti adik ku sekarang sudah berangkat ke sekolah ini kan sudah jam 8 pikir ku.dan mungkin hand phone nya ada di kamar.


"sudah lah nanti saja sore aku hubungi lagi" monolog ku .


dan aku pun bersiap untuk bekerja dan mengganti pakaian ku.


setelah seharian aku berkutat di depan meja kasir kini giliran ku untuk istirahat,karena pelanggan yang datang juga sedikit.


aku di gantikan oleh kak Doni supaya aku bisa beristirahat sejenak.


dan kesempatan itu aku gunakan untuk menelepon paman ku.


dan kali ini pasti adik ku sudah ada di rumah,karena sudah Sora hari.

__ADS_1


Tut...Tut...panggilan telepon ku tersambung dan Alhamdulillah langsung di angkat oleh sepupu ku.


"halo , assalamu'alaikum kak" salam adik ku di seberang sana.


"wa'alaikumsalam " jawab ku.


"ada apa kak ,maaf tadi aku nggak bawa hp ,jadi nggak tau kalau kakak telefon " kata adik ku.


"iya nggak papa" jawab ku.


"Kaka apa kabar, kapan pulang aku sama bapak dan ibu kangen sama kakak" cerocos adik ku.


"iya ini baru aja kakak mau bilang ,kalau Kakak mau pulang hari Sabtu besok,tapi" kata ku menggantung.


"tapi apa kak" tanya adik ku.


"ada kak lagi di belakang, mau aku panggilkan" tawar adik ku.


"iya boleh " kata ku.


"ya udah aku panggil bapak dan ibu dulu ya" pamit adik ku.


"ya " jawab ku.


dan terdengar adik ku manggil bapak dan ibunya,lalu terdengar suara di seberang sana.


"halo, assalamu'alaikum " terdengar suara salam dari paman ku.

__ADS_1


"wa'alaikumsalam, paman " jawab ku.


"ya Allah nak ,paman rindu sekali dengan mu ,kapan kamu akan pulang ke rumah paman ,bibi mu juga ngomel ngomel katanya kangen sama kamu" tutur paman panjang lebar, inilah yang selalu aku rindukan ketika berada di keluarga paman ku.


"iya paman ini Ais rencananya akan pulang hari Sabtu besok, jadi bilang sama bibi kalau Ais tidak transfer uang,tapi langsung aku bawah pulang" kata ku pada paman.


"iya nak , dahulukan kebutuhan diri mu dulu, terpenting kamu sehat di sana " kata paman ,aku mendengar penuturan paman tanpa terasa meleleh air mata ku.


"iya paman , Alhamdulillah Ais baik baik saja dan sehat di sini" tutur ku.


"sebenarnya ,Ais mau ngomong sama paman" lanjut ku.


"mau ngomong apa nak" jawab paman ku.


"sebenarnya Ais pulang itu ada perlu sama paman" lanjut ku lagi.


"ada perlu apa nak, kalau paman bisa bantu akan paman bantu ,jadi Ais ngomong saja" kata paman.


"Ais besok pulang itu,sebenarnya karena Ais ada yang mau ngelamar" kata ku takut, takut paman tidak menyetujui keputusan ku.


"Alhamdulillah ya Allah,siapa kah pria yang beruntung itu nak,paman akan selalu mendukung apa pun keputusan Ais ,asal kan Ais bahagia Paman juga bahagia." tutur paman.


Alhamdulillah,pikir ku.


"siapa nak,pria itu" tanya paman.


"dia bos Ais paman ,seorang duda anak satu" kata ku jujur,agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

__ADS_1


__ADS_2