Suami Yang Tak Dihargai

Suami Yang Tak Dihargai
89


__ADS_3

saat adzan subuh berkumandang sebenarnya aku sudah terbangun dari tidur ku ,tapi saat aku membuka mata aku di suguhkan dengan wajah istri ku ,ya istri ku yang baru satu hari aku nikahi.


aku mengamati wajahnya yang sedang tertidur dengan damai,sampai aku kaget karena dia menggeliat dan tiba tiba membuka matanya,karena malu aku pun pura pura seperti sedang tidur.


dan tak ku sangka Aisya malah memandangi wajah ku ,bahkan dia mulai menelusuri wajah ku dari mulai mata hidung sampai ke bibir ku tidak luput dari tangannya.


hingga Sampai pada dia memegang pipi ku barulah aku pura pura bangun dan kaget.


dan secara spontan dia mau melepaskan tangannya pada pipi ku,tapi tak semudah itu ,aku langsung mencekal tangannya dan ku kecup tangannya,yang membuat dia salah tingkah,sungguh menggemaskan tingkahnya.


dan setelah insiden bangun tidur itu aku langsung pergi ke kamar mandi dan setelah itu aku menjalan kan kewajiban ku sebagai orang muslim.


aku tidak shalat berjamaah dengan Ais karena Ais masih ada di kamar mandi lama sekali.


dan setelah shalat Ais masih belum keluar dari kamar mandi jadi aku memutuskan untuk keluar dari kamar dan menuju ke depan untuk menghirup udara segar.


waktu aku keluar dari kamar aku berpapasan dengan bibi Ais.


"sudah bangun nak Idris" sapa bibi Ais ramah .


"iya bik," jawab ku.


"kalau mau jalan jalan mumpung udaranya segar kamu ajak Ais pergi ke kali, sambil menikmati suasana di pagi hari di sini" kata bibi lagi.


"oh iya Aisnya mana " tanya bibi lagi.


"oh Ais lagi shalat bik, " jawab ku.

__ADS_1


"oh iya paman ada di mana bik" lanjut ku menanyakan paman.


"ada di teras belakang ,kamu ke sana nanti bibi buatkan kopi," kata bibi.


"ya udah kalau gitu ,Idris ke belakang dulu bik" kata ku pamit mau mencari keberadaan paman. dan di jawab anggukan oleh bibi.


aku pun menuju ke belakang rumah paman Ais,dan tak disangka pemandangan di belakang rumah paman Ais sungguh indah untuk orang baru melihatnya.


hamparan sawah dan terlihat pegunungan sangatlah indah di pagi hari.


"sudah bangun nak Idris " sapa paman kepada ku .


"iya paman ,udaranya sejuk sekali di sini," kata ku.


aku pun ikut duduk di sebelah paman,dan tak lama kemudian.ais datang dengan membawa 2 cangkir kopi dan sepiring gorengan.


"ini paman ,mas,kopinya" kata Ais pada ku dan paman.


"ajak suami mu jalan jalan ,mumpung masih pagi ,udaranya masih segar,sambil nunggu sarapan matang" kata paman menyuruh Ais mengajak ku jalan jalan.


"iya paman, ayo mas mumpung masih pagi dan masih remang remang cahayanya" kata Ais mengajak ku untuk jalan jalan.


"ayo, saya pamit jalan jalan dulu paman" pamit ku pada paman.


"iya ,iya pergilah,mumpung masih pagi" kata paman Ais.


dan kami berdua pun jalan berdua menikmati pemandangan pagi dengan pemandangan langit berwarna jingga,sungguh indah sekali.

__ADS_1


ku beranikan menggandeng tangan Ais,dia terlihat kaget tapi sedetik kemudian dia tersenyum ,dan tanpa ku duga dia malah menggenggam erat tangan ku.


di sini walau masih pagi orang orang sudah pada berangkat ke kebun,.


"jalan jalan nak Ais" sapa ibu ibu sambil membawa cangkul.


"iya Bu, mau ke sawah" jawab Ais sambil bertanya pada ibu itu.


"iya nak, ini suami nak Ais " tanya ibu itu. dan aku pun tersenyum pada ibu itu.


"iya Bu" jawab Ais.


"mari nak" pamit ibu itu.


"iya mari Bu," jawab ais.


kami pun meneruskan jalan jalan kami ,sampai tak terasa kami sudah sampai di sungai yang sangat indah dan jernih sekali.


karena saking jernihnya ,isi di dalamnya sampai terlihat.


"mas mau ngapain" tanya Ais pada ku ,karena aku sudah siap siap melepas sandal ku.


"aku ingin nyemplung di situ" kata ku.


"emang mas berani di sini airnya dingin Lo" kata Ais.


"berani " kata ku.

__ADS_1


"ya udah kalau berani, tapi nanti kalau kedinginan jangan salahi Ais ya" kata Ais.


dan aku pun sudah mulai turus untuk merendam kaki ku,tapi baru jari ku yang masuk aku kaget ternyata.


__ADS_2