
saat aku keluar dari rumah megah itu aku tercengang melihat istri ku mondar mandir di dekat mobil ku.mungkin dia menghawatirkan ku.
"sayang ,ngapain di luar kan tadi aku menyuruhmu ada di dalam mobil" kata ku sambil mendekat ke arahnya. dan dia pun menoleh lalu berlari ke arah ku.
"aku mencemaskan mu mas , apa urusannya sudah beres ,aku tadi lihat mbak Jamila juga" katanya.
"Alhamdulillah, urusannya sudah beres sayang,sekarang kita pulang,kasihan Nadira beberapa hari ini kita tinggal" kata ku dan istri ku menganggukkan kepalanya.
kami pun masuk ke dalam mobil dan aku pun melajukan mobil ku menuju arah rumah.
❄️
❄️
❄️
POV( Jamila).
__ADS_1
aku sengaja menyuruh salah satu teman ku untuk menghadang mas Idris ,karena aku sakit hati padanya setelah tau dia sudah menikah lagi tanpa memberi tahu ku bahkan orang tua ku pun tidak ia beri tahu.
aku menyuruh teman ku yang bernama Ridwan untuk berpura pura bahwa aku mempunyai hutang padanya dan untungnya dia setuju dengan permintaan ku.
biarlah aku menyuruh Ridwan menuliskan nominal yang sangat fantstik di surat perjanjian hutang piutang itu dan tak lupa aku menjaminkan Nadira sebagai jaminan apabilah aku tidak bisa membayar hutang itu pada tanggal jatuh tempo.
sebenarnya aku sangat menyesal berpisah dengan mas Idris ,sebenarnya aku ingin kembali lagi dengannya melalui Nadira putri ku, tapi setelah aku tahu kalau dia sudah menikah lagi ,aku sebenarnya sangat marah apalagi aku lihat istrinya sangatlah kampungan.
dan dari sinilah aku mempunyai ide untuk mengeruk uang mas Idris,lumayan lah untuk biaya hidup ku karena setelah mas Idris menceraikan ku hidup ku serbah kekurangan.
kupikir mas Idris tidak akan peduli tapi ternyata hanya karena Nadira yang aku jaminkan dia dengan gampangnya memberikan uangnya.
aku pun menandatangani semua surat itu dan mas Idris memberikan uang itu pada teman ku Ridwan.
lalu mas Idris pamit untuk pulang tanpa berpamitan pada ku mungkin dia kesal dan marah pada ku tapi ya sudahlah itu tak penting bagi ku dari pada uang yang ada di hadapan ku.
dan setelah mas Idris keluar aku dan Ridwan tertawa bersama.
__ADS_1
"ternyata begitu mudah menipu mantan suami mu itu mil" kata ridwan.
"ya tak ku sangka , hanya demi seorang anak pungut dia rela mengeluarkan uang sebanyak ini" kata ku.
"tapi kenapa kau begitu tega pada Putri mu mil, ya walau pun dia anak yang kau ambil dari panti asuhan ,tapi apa tidak ada rasa kasih sayang sedikit pun dari mu pada nya mil" kata ridwan.dan itu membuat ku terdiam mencerna semua kata katanya.
"alah ,sudah jangan bahas itu,kamu mau bagian berapa" kata ku mengalihkan pbicaraan yang sebenarnya membuat ku tak enak.
huh, aku membuang nafas ku ,karena aku juga sadar aku sudah sangat tega kepada Nadira selama ini,mungkin Nadira tidak akan pernah memaafkan semua kesalahan ku padanya selama ini.tapi ya sudahlah itu urusan nanti.
" tidak usah ,aku tak mau uang itu,kau bawah saja,aku tidak kekurangan uang" kata Ridwan sombong, tapi memang benar dia adalah orang yang sangat kaya mu gkin dia merasa kasihan pada ku,mangkanya dia membantu kku.
"kamu serius" tanya ku .
"iyalah serius,ngapain aku bohong, tapi sekali ini saja aku berbohong pada orang ,itu pun hanya demi kamu sahabat ku,lain kali aku tak akan mau" kata nya panjang lebar ,memang Ridwan adalah teman ku sejak aku di bangku sekolah menengah tapi untungnya mas Idris tidak mengenalnya.
"oke,kalau gitu aku terima kasih ya ,aku cabut" kata ku.
__ADS_1
" kamu pulang di antar supir ku ," tawarnya.
"boleh " kata ku, karena aku membawa uang aku tak mau ambil resiko.