Suami Yang Tak Dihargai

Suami Yang Tak Dihargai
31


__ADS_3

ku dorong roda kursi roda ku dengan tangan ku menuju ke ruang makan.


aku melihat Jamila masih mengomel dan aku pun menghampirinya.


"bukannya kamu itu seorang perempuan ,kan kamu bisa masak sendiri,tidak harus tergantung dengan orang lain" kata ku padanya.


dia pun menoleh ke arah ku.


"kan fungsinya pembantu itu di sini emang melayani majikannya" jawabnya,sungguh sombong sekali dia,pikir ku.


"mbak di sini bekerja bukan sebagai pembantu di sini, dia aku tugaskan untuk menjaga Nadira bukan sebagai pembantu mu, jelas" aku menekankan kata pembantu di sini karena memang mbak bukan pembantu dia hanya menjaga Nadira di Waktu aku kerja.


"tapi bukannya sama saja, dia tetap saja pembantu" jawabnya lagi.


"sebelum aku tidak bisa jalan kan semua tugas rumah jadi tanggung jawab kita bersama ,mengapa baru sekarang kamu mengeluh hah,!!!" aku menegaskan kembali padanya.


setelah aku bicara seperti itu ,dia sudah tidak menjawab lagi,tapi dia melewati ku keluar dari ruang makan ,lalu membanting pintu kamarnya.


karena sudah makin siang aku mengajak Nadira berangkat,karena mobil yang aku pesan sudah datang.


setelah mengantar Nadira ke sekolah, aku menuju ke rumah sakit.

__ADS_1


setelah melewati beberapa tes ,kata dokter kaki ku sudah banyak kemajuan ,sudah bisa di gerakkan walaupun masih sangat pelan.


setelah selesai terapi kulihat jam tangan ku ternyata sudah menunjukkan pukul 11 siang dan itu juga bertepatan dengan Nadira pulang sekolah.


aku memang sengaja mengajak Nadira makan di luar waktu sudah pulang sekolah.


akan ingin menikmati santai berdua dengan putri ku karena sudah lama aku tidak makan makan bareng dengan dia.


aku ingin melupakan sejenak beban di pundak ku yang rasanya sudah tidak kuat lagi aku pikul.


mungkin dengan sekedar makan dengan putri ku aku bisa rileks.


dan tak lupa aku menyuruh mbak juga makan, bersama kami ,tapi dia menolak,katanya takut mengganggu acara kami berdua.


"yah,sudah lama sekali ya aku tidak di ajak makan makan seperti ini " kata putri ku sambil mengunyah makanannya.


" masak sih" kata ku ,aku hanya ingin menggoda putri ku ,aku juga merasa sudah lama sekali tidak makan makan dengannya


aku sungguh kasian padanya ,di saat anak anak seusianya merasakan kasih sayang seorang ibu dan ayah ,tapi kebalikannya bagi putri ku.


dia harus menanggung kekecewaan atas prilaku bundanya yang tidak menyayanginya.

__ADS_1


bahkan untuk mengajaknya jalan jalan pun Jamila tidak sama sekali.


"maafin ayah ya, karena ayah tidak bisa jalan jadi Dira tidak bisa jalan jalan lagi seperti dulu" kata ku.


"tidak apa apa yah Dira ngerti kok ,kan ayah kakinya sakit, jadi ayah nggak boleh sedih ya, ada Dira yang akan menjaga ayah" katanya ,aku kaget anak seusia Dira bisa mengerti keadaan ayahnya,sedangkan bundanya yang sudah tua tidak mengerti sama sekali.


"kok pintar banget sih anak ayah ini,di ajarin siapa Hem,'"" kata ku lagi.


"kata Bu guru kalau ayahnya sakit nggak boleh sedih ,katanya aku harus semangat dan doain ayah agar cepat sembuh ,begitu kata Bu guru " jawabnya.


"oh gitu" kata ku sambil menganggukan kepala ku.


"ya sudah ayo lanjutkan makannya ,nanti kalau mau nambah bilang sama ayah ya'"" dan di jawab anggukan olehnya.


"yah aku boleh pesan es krim ? " tanya putri ku,sambil menunjukkan wajah imutnya, aku sangat gemas sekali, walau aku memanjakannya dia tidak sekali pun rewel minta ini itu.


"boleh dong ,apa sih yang nggak buat anak ayah" jawab ku dan kulihat dia bersorak kegirangan.


"hore...asyik" soraknya.


"ya udah ayah ayah mau panggil pelayan dulu ya" kata ku.

__ADS_1


tapi sebelum aku menoleh, putri ku terlihat Terkejut ,seperti melihat sesuatu.


__ADS_2