Suami Yang Tak Dihargai

Suami Yang Tak Dihargai
22


__ADS_3

dan saat aku menoleh ternyata Jamila yang datang ke ruangan ku.


dia bersikap biasa aja seolah olah tidak ada apa apa ,dia juga tidak merasa bersalah yang aku lihat.


"bagai mana keadaan mas" tanyanya, sepertinya dia Hannya basa basi menanyakan keadaan ku.


"ya seperti yang kau lihat, aku sekarang sudah tidak bisa bergerak,sepertinya aku akan lumpuh" kata ku ,aku sengaja bicara seperti itu,aku ingin tahu reaksinya.


"jangan bicara seperti itu mas ,aku tidak akan meninggalkan mu walau pun kamu lumpuh mas, aku akan menjagamu" katanya.


aku ingin percaya padanya tapi aku tidak bisa ,sulit bagiku untuk kembali percaya padanya setelah penghianatan yang di lakukan nya pada ku berkali kali.


tapi aku juga tidak bisa merawat Nadira dalam ke adaan seperti ini,pikirku.


"apa kamu lupa apa yang terjadi pada ku ini juga karena mu" kata ku lagi padanya.


"iya mas akan minta maaf " hanya itu yang dia kata kan .


"di mana Nadira" aku menanya kan putri ku, karena jujur aku khawatir padanya.


"dia ada di luar mas, karena anak kecil tidak boleh masuk,tidak baik untuk kesehatan kata dokter, sebenarnya Nadira sudah merengek mau ketemu sama mas"jawabnya.


"ya sudah kalau gitu ,kamu keluar aku mau istirahat" kata ku cuek, aku tidak mau menunjukkan kelemahan ku pada Jamila.

__ADS_1


"sekali lagi aku minta maaf mas" katanya sebelum dia keluar, tapi aku tak menghiraukan nya ,masih sakit hati ini atas penghianatan nya


setelah dia keluar aku merenung memikirkan bagaimana kelanjutan kehidupan ku dan putriku ,apa aku akan sakin tidak di hargai oleh Jamila ,aku kerja saja dia tidak peduli padaku sama putri ku apalagi aku jadi pengangguran.


untunh selama bekerja aku selalu menabung ,jadi aku masih punya tabungan untuk mencukupi kehidupan ku dan putri ku.


baru saja aku mau memejamkan mata ku,ada orang yangembuka pintu ruangan ku.


dan ternyata itu bapak ku.


"bapak sudah bicara sama dokter, kata dokter kemungkinan kamu lumpuh hanya sementara , jadi jangan patah semangat ,kamu juga harus mengikuti terapi ,nanti dokter akan membuatkan jadwal untuk terapinya" terang bapak Dengan detail.


"jadi kamu untuk sementara pakai kursi roda dulu"kata bapak lagi ,entahlah apakah aku bisa melewati ujian ini ,rasanya aku sudah tidak sanggup tapi aku harus kuat demi putri ku.


"ya sudah kalau gitu bapak keluar dulu karena dokter mau bawa kamu untuk periksa lanjutan " kata bapak lalu keluar dari ruangan.


POV. bapak.


aku menuju dimana suster menunjukkan ruangan dokter yang menangani Idris putra ku.


sejujurnya aku sangat terpukul dengan ke adaan anak ku ,tapi aku harus ikhlas dan kuat menerima semua ujian ini.


setelah aku mengetuk pintu, aku di persilahkan masuk oleh asisten dokter.

__ADS_1


"selamat siang dok" sapaku pada dokter itu.


"oh iya selamat siang pak, silahkan duduk" jawabnya Rama sambil mempersilahkan aku duduk.


"iya do terima kasih" aku pun duduk di depannya.


"ini dengan siapanya mas Idris ya pak" kata dokter itu pada ku.


"saya dengan bapaknya Dok" aku menjawabnya


"oh apa tidak ada istrinya ,karena ini menyangkut perawatan sehari hari ya pak kalau sudah bisa pulang ke rumah" kata dokter itu.


" oh, ada dok" kata ku menjawab.


"kalau gitu bisa bapak panggil, nanti saya jelaskan kalau ada istrinya" dokter menjelaskan.


"iya dok kalau begitu saya keluar dulu mau panggil menantu saya " jawab ku.


"oh,iya silah kan" setelah dokter itu menjawab aku pun keluar dari ruangan dokter untuk memanggil Jamila menantuku.


aku berjalan cepat agar cepat sampai di tempat tunggu pasien,karena Jamila mungkin ada di dalam menemani Idris waktu saya tinggal tadi.


setelah sampai di ruang tunggu ternyata Jamila sudah ada di situ dan lagi menelfon yang ku lihat ,entah dengan siapa karena dia menjauh dari keluarga yang menunggui.

__ADS_1


__ADS_2