Suami Yang Tak Dihargai

Suami Yang Tak Dihargai
28


__ADS_3

"saya titip Abang saya ya Tante, maaf saya tidak bisa lama lama ada di sini" kata Adik ku pada mertua ku.


"ya Nak jangan khawatir" jawab mertua ku.


"ya sudah adik pulang ya bang" katanya pada kulit sambil memeluk ku.


"ya kamu hati hati ya di jalan," jawab ku.


kemudian mereka naik mobil dan berangkat untuk pulang.


"ayo nak masuk" kata ibu mertua ku sambil mendorong kursi roda ku.


sore hari aku menemani Nadira mengerjakan tugas di teras rumah,karena sudah sore pengasuh Nadira sudah pulang jadi aku yang menjaga Nadira.


dari kejauhan aku melihat mobil menuju ke rumah ku, ku pikir mungkin orang mau tanya alamat,ternyata aku salah begitu mobil berhenti dan pintu mobil terbuka ternyata itu adalah Jamila dan sekilas ku lihat yang menyetir mobil seorang laki laki.


setelah menutup pintu mobil itu Jamila melambaikan tangannya pada pria itu,tega sekali dia di saat keadaan ku seperti ini dia masih tidak perduli dengan perasaan ku.

__ADS_1


setelah berbalik kulihat Jamila seperti orang yang tidak bersalah dia melewati ku dan Nadira begitu saja.sebenarnya aku merasa tersinggung tapi mau bagai mana lagi dengan keadaan ku saat ini aku tidak bisa berbuat apa apa


malam hari waktu makan malam masih ada bapakku dan ke dua mertua ku.


kami berkumpul bersama menikmati makan malam,dan ibu mertua ku berkata.


"kapan jadwal terapi nak Idris mil,?"


Jamila sekilas menoleh pada ibunya dan berkata.


"aku lupa Bu tanya pada bapak " dia menjawab seolah olah aku bukan suaminya ,aku tak di hargai tidak apa apa asal jangan di depan keluarga ku ini sungguh keterlaluan.


"iya ,tapi aku waktu itu sedang tidak fokus jadi lupa" jawabnya enteng.


"sudah sudah Idris hari Selasa dan jum'at jadwal kontrolnya" jawab bapak ku menengahi percakapan Jamila dan ibu mertua ku yang mulai menuju ke arah pertengkaran.


"oh sekarang hari Rabu ,jadi dua hari lagi, tuh mil masa mertuamu yang ingat jadwal terapi suami mu harusnya itu kamu yang tau sebagai istrinya gimana kamu ini" kata mertua ku panjang lebar menasehati anaknya.

__ADS_1


"iya ,iya" jawab Jamila enteng.


"jadi hari Kamis kamu yang harus menemani Idris untuk kontrol dan terapi,ibu yang menemani Nadira di rumah" kata ibu mertua ku meminta Jamila yang menemani ku kontrol dan terapi.


"jangan bilang kalau kamu sibuk lagi ,prioritaskan keluarga dari pada kerjaan" sambung ibu mertua ku.


"iya iya Buk bawel amat sih" katanya sambil berlalu pergi dari meja makan, bahkan ibunya sendiri saja tidak ia dengarkan apa lagi aku.


"astagfirullah" kata ibu mertua ku


"maafkan anak ibu ya nak" kata ibu mertuaku.


"nggak apa apa Bu ,ibu tidak usah minta maaf" jawab ku, aku tidak ingin membebani keluarga ku apa lagi di sini masih ada bapak ku.


"maaf kan kelakuan putri ku ya pak" sambung bapak mertua ku pada bapak ku ,selama ini bapak mertua ku orangnya pendiam mungkinlah n dia melihat kelakuan jamur la seperti itu jadi sungkan dan malu pada bapak ku.


"tidak apa apa besan jangan di pikirkan ,tidak ada yang salah di sini , mungkin karena Jamila masih shock dengan keadaan Idris jadi dia seperti itu" kata bapak ku , mungkin bapak tau situasi ku saat ini.

__ADS_1


"ya sudah ayo kita lanjutkan makannya, ayo cucu kakek makannya yang banyak ya biar cepat besar ,biar bisa jaga ayah" kata bapak ke putri ku aku sampai melupakan keberadaan putri ku karena terlalu fokus sama perbincangan ibu dan Jamila.


"iya kakek" jawab putri ku sambil mengacungkan jempolnya pada kakeknya.


__ADS_2