
dan aku pun mulai turun untuk merendam kaki ku ,tapi baru jari ku yang masuk ternyata benar kata Ais kalau air di sungai ini sangat dingin bahkan dinginnya seperti salju.
" ah benar airnya dingin sekali" kata ku ,tapi sudah kepalang tanggung kaki ku sudah masuk,jadi aku meneruskan berendam nya, tapi lama lama airnya terasa segar.
"iya tapi segar kan" kata Ais.
"iya" kata ku sambil mainkan air dengan kaki ku.
aku pun beranjak dan mengajak Ais untuk pulang karena makin lama makin terasa panas hawanya, karena matahari sudah mulai menampakkan sinarnya.
setibanya di rumah paman ,kami berdua sudah di tunggu untuk sarapan.
"ah ,ini dia pengantin baru yang di tunggu tunggu,ayo kak kita sarapan lapar nih nunggu kakak dari tadi" kata adik sepupu perempuan Ais.
" kalau lapar jangan nungguin kakak,nanti kalau kamu pingsan bagai mana kan susah paman gendongnya" kata Ais menggoda adik nya.karena memang adik Ais sedikit gemuk.
"ih kakak, nyebelin" kata adik Ais sambil memonyongkan bibirnya ,aku jadi teringat kalau adik ku sendiri yang ngambek lucu
kami semua tertawa mendengarkan dua kakak beradik saling berantem.
"udah udah jangan berantem,ayo nak Idris kita sarapan ,keburu dingin makanannya"kata paman mengajak ku sarapan.
aku pun duduk di sebelah Ais,dengan sigap Ais mengambilkan aku makanan.
"segini cukup mas" tanya Ais.
"iya cukup,terima kasih" kata ku. sambil tersenyum Ais dan Ais balik tersenyum pada ki
__ADS_1
cie cie. ledek adik Ais lagi.
🥀
🥀
🥀
sore hari pun tiba,seharian ini kami berkemas barang barang Ais yang akan kami bawah untuk pindah ke rumah ku.
"sudah beres semuanya " kata ku pada Ais.
"sudah mas" jawab Ais.
karena hari sudah sore kami memutuskan untuk kembali ,karena dari sini kita juga harus menjemput Nadira di rumah adik ku.
kemungkinan aku dan Ais juga akan nginap di rumah bapak semalam. karena takut kemalaman kalau pulang.
sebenarnya Ais menolak ,tapi karena aku paksa dia terpaksa mau.
"nggak usa mas , Ais masih punya simpanan untuk Ais berikan pada paman dan bibi,Ais masih punya tabungan" kata Ais menolak.
"tidak apa apa, ini berikan pada paman dan uang Ais simpan untuk keperluan Ais sendiri" kata ku.
"tidak ada penolakan ,dosa loh membantah perintah suami" kata ku, itu jurus ampuh untuk mengancam Ais,karena tidak mungkin Ais mau menolak perintah ku.
"baik lah ,terima kasih ya mas" katanya sambil tersenyum pada ku.
__ADS_1
"iya ,kamu berikan dulu uang itu ,lalu kita pamit pada paman dan bibi" kata ku .
"iya aku ke kamar paman dulu" pamitnya.
sambil menunggu Ais ke kamar pamannya aku mengeluarkan barang barang Ais ke depan biar enak nanti tinggal masukkan. ke dalam mobil.
aku menunggu di ruang tamu ,tak lama Ais ,paman dan bibinya sudah keluar dari kamar.
aku pun beranjak mendekati mereka ,kulihat mata mereka semua sembab seperti habis menangis.
aku mengerti perasaan mereka,karena mereka yang membesarkan ais sejak Ais di tinggal ayah dan bundanya meninggal.
"paman, bibi, Idris pamit pulang ,jangan khawatir kan Ais ,Idris akan menjaganya seperti paman dan bibi menjaganya" kata ku.
"iya nak terima kasih, karena nak Idris mau menerima Ais yang tidak punya apa apa ini" kata paman.
"jangan bilang begitu paman ,bagi ku Ais adalah anugrah terindah yang di berikan Allah " kata ku.
"terima kasih nak ,aku serahkan Ais sepenuhnya pada nak Idris,jaga dia" kata paman.
"iya paman ,kalau begitu Idris pamit , bibi Idris pamit" kata ku pamit pada paman dan bibi Ais.
" iya nak hati hati " kata bibi Ais.
"paman, bibi,Ais pamit ya" kata Ais.
"iya nak hati hati, " kata mereka berdua.
__ADS_1
aku pun mengangkat barang barang Ais untuk di bawah ke mobil di bantu oleh adik adik Ais.
lalu aku pun melajukan mobil Ku menuju ke kota.